Bagaimana Menjelaskan Interaksi Obat pada Pasien - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat pagi para docs, izin menanyakan, pada kasus penyakit dalam terutama pada pasien yang mengalami komplikasi, biasanya sangat banyak obat yang harus...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Bagaimana Menjelaskan Interaksi Obat pada Pasien

    12 Desember 2018, 11:31

    Selamat pagi para docs, izin menanyakan, pada kasus penyakit dalam terutama pada pasien yang mengalami komplikasi, biasanya sangat banyak obat yang harus dikonsumsi, terkadang tanpa anjuran yang begitu jelas dari dokter terkait cara konsumsi obat yang baik, termasuk untuk resiko interaksi obat.

    Bisakah kita memberikan info terkait interaksi obat tersebut pada pasien, terutama interaksi mayor, yang membuat aturan minum obat jadi semakin sulit untuk pasien? apakah perlu kembali merujuk ke dokter yang bersangkutan untuk aturan  minum  obat yang lebih jelas?

12 Desember 2018, 11:43

Selamat pagi dok,

izin membantu menjawab. Untuk interaksi obat menurut saya perlu dijelaskan karena sebenarnya merupakan hak pasien untuk tahu. Sedangkan untuk cara meminum obatnya, termasuk dosis dan waktunya, sebaiknya dapat diarahkan untuk kembali meminta petunjuk pada dokter yang meresepkan obat tersebut.

Sekedar sharing, di beberapa puskesmas di Jakarta juga sudah diterapkan prosedur menjelaskan cara meminum obat oleh petugas puskesmas ketika pasien mengambil obat di apotek, jadi tanpa perlu bertanya terlebih dahulu.

cmiiw.

12 Desember 2018, 11:49
Terimakasih masukannya dok, semoga merata di seluruh Indonesia ya, soalnya banyak banget pertanyaan pasien soal dosis dan interaksi obat 😊
12 Desember 2018, 12:04

Alo Dokter, 

Saya setuju dengan dr Winda, memang sebaiknya sebagai Dokter akan lebih baik untuk dapat memberitahukan interaksi obat-obat yang diberikan saat awal meresepkan obat, karena ini termasuk dalam seni komunikasi dan "trust bonding" antara Dokter dengan pasien, tetapi jika memang memiliki keterbatasan waktu, maka sebaiknya dapat mewakilkan hal ini kepada asisten atau paramedis yang membantu.

Untuk interaksi mayor, sebagai Dokter sebaiknya ikut memberitahukan informasinya dan juga menjelaskan mengenai kemungkinan efek-efek apa yang dapat terjadi, serta ikut menjelaskan untuk tidak menghentikan pengobatan sendiri, dan jika ada keluhan yang berat, dapat kembali berkonsultasi, sehingga untuk jangka panjangnya tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan akan lebih tinggi. 

Sebagai sharing, Saya pernah mengantar teman berobat di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta, dan saat memberikan resep, Dokternya langsung menjelaskan indikasi dan juga sedikit efek samping utama dari masing-masing obat yang diberikan, terus terang teman saya waktu itu menginformasikan kalau dia terkejut dan sangat terkesan karena baru satu kali itu menemukan dokter yang melakukan hal tersebut.  

12 Desember 2018, 12:12
Iya dok, rata-rata karena keterbatasan waktu dokternya mengingat antrian pasien terkadang padat, makasih sharingnya ya dok.