Pemberian furosemide dan inotropik pada pasien edema paru, decomp cordis, dan AKI - Diskusi Dokter

general_alomedika

Ijin bertanya dokter,Saya mendapat px laki2 usia 62th dgn keluhan sesak,vital sign awal TD 140/90 n 122 RR 36 GDA 413,pemfis didapatkan rhonki dan wheezing...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pemberian furosemide dan inotropik pada pasien edema paru, decomp cordis, dan AKI

    Dibalas 16 Juli 2019, 18:35

    Ijin bertanya dokter,

    Saya mendapat px laki2 usia 62th dgn keluhan sesak,

    vital sign awal TD 140/90 n 122 RR 36 GDA 413,

    pemfis didapatkan rhonki dan wheezing di kedua lapang paru,

    saya pasang kateter dan injeksi furosemide 2A, TD mulai turun, tp msih diatas 100 dgn akral dingin, produksi urine (-) dan didapatkan kenaikan SK >1.5x dalam 2 hr (AKI).


    Yang ingin saya tanyakan dokter, untk kasus seperti ini (masih overload) apakah furosemide tetap bs dilanjutkan meskpun produksi urine (-)? Lalu untk pemberian inotropik sebagai backup apakah bisa langsung dimulai meskipun TD blm dibawah 100 tp ada tanda2 syok? 


    Mohon pendapatnya TS.

    Terimakasih

06 Juli 2019, 23:32
dr.Farhanah Meutia, SpJP (K),FIHA
dr.Farhanah Meutia, SpJP (K),FIHA
Dokter Spesialis Jantung
Untuk penanganan pasien dengan gagal jantung akut, dapat dimulai dari penilaian profil hemodinamik pasien, apakah ada tanda2 kongesti atau tidak. Lanjutkan dengan menilai perfusi perifer, berdasarkan klasifikasi forrester. Apakah pasien ini termasuk wet and warm, wet and cold, dry and cold, atau dry and warm. Bila pasien anda termasuk yang wet and warm (tensi sistolik normal atau tinggi), tentukan apakah pasien anda masuk vascular type (predominan HT) atau cardiac type (predominan kongesti). Pada pasien yang vascular type, anda dapat mulai terapi dengan vasodilator terlebih dahulu, baru kemudian diuretik bila cairan intravaskulernya cukup. 
Bila pasien anda termasuk wet and cold dengan SBP > 90, terapi awal anda dapat menggunakan vasodilator, baru kemudian diuretik, bila tidak berhasil dapat ditambahkan inotropik yang dapat membantu kontraktilitas jantung.
Bila urine tidak keluar / oliguri, pertimbangkan ultrafiltrasi.
Untuk lebih detailnya, anda dapat mempelajari ESC guideline mengenai acute heart failure. Dan saran saya, bila terdapat kesulitan, silahkan rujuk pasien ke sejawat Dr SpJP terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih detail lagi terutama pemeriksaan ekhokardiografi.
16 Juli 2019, 18:34
Terima kasih dokter atas sharing ilmunya
16 Juli 2019, 18:35
Terima kasih atas sharing ilmunya dokter
05 Juli 2019, 09:13

Alo dr. Vania,

Melihat dari keadaan pasien diatas, sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu Saturasi O2 dok, dengan target Saturasi > 95%. Untuk konfirmasi, dokter bisa melakukan pemeriksaan AGD. Jika memang hasil AGD buruk, dokter bisa pertimbangkan intubasi dan rujuk pasien ke RS yang memiliki ventilator. 

Setelah pasien cukup stabil, furosemid boleh tetap diteruskan sambil tetap pantau KU dan urine pasien. Jika TD turun (< 100 mmHg) maka boleh dipertimbangkan untuk pemberian Inotropik.

Bila KU sudah stabil, Saturasi cukup baik, tetapi dengan pemberian Furosemid, urin masih (-), maka boleh dipertimbangkan untuk inisiasi HD.

Terima kasih dok, CMIIW.

 

06 Juli 2019, 19:02
Terima kasih ilmunya dokter
05 Juli 2019, 13:16
dr.Reagan Paulus Rintar Aruan, Sp.PD
dr.Reagan Paulus Rintar Aruan, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Untuk kriteria Aki grade 3 bisa produksi urin krg dari 0,3 cc per kg bb dlm 24 jam atau anuri dlm 12 jam
Pertimbangan Renal replacement trapi ya...
Alias HD..
Furosemid gpp kasih aj..kl ga main drip furosemid 10 mg per jam..
06 Juli 2019, 19:02
Terima kasih ilmunya dokter
05 Juli 2019, 07:27
Sudah saya berikan o2 NRM 15 lpm, saturasi maksimal 86%. Rumah sakit saya tidak ada fasilitas ventilator.