Diagnosis TB pada Anak menggunakan GenXpert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Dear Dokter, mengingat ada pemeriksaan TB terkini yaitu tes Igra dan GenXpert ini,  bagaimana cara mendiagnosis TB pada anak saat ini yang paling baik?...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Diagnosis TB pada Anak menggunakan GenXpert

    26 Januari 2019, 17:33

    Dear Dokter, mengingat ada pemeriksaan TB terkini yaitu tes Igra dan GenXpert ini,  bagaimana cara mendiagnosis TB pada anak saat ini yang paling baik? Apakah tetap menggunakan skor TB atau dengan pemeriksaan tes Igra atau GenXpert? Lalu bagaimana kedudukan pemeriksaan tes Igra dan GenXpert terhadap skor TB saat ini dokter? Mohon pencerahan. 

    Terima kasih dokter. 

26 Januari 2019, 17:39
Menurut saya, sejauh pengetahuan. Tegaknya Diagnosa TB anak, dgn Skor TB Sudah cukup, namun diperkuat dgn Gen expert ini untuk Tatalaksana OAT yg bs diberikan.

Krna menentukan sudah MDR atau Resistensi thd Salah Satu Jenis OAT(Rifampisin) atau Belum Resisten, bisa lewat gen expert ini.

Sekian Untuk Mudahnya 
26 Januari 2019, 17:43
Alodokter

Kalau dari pengalaman saya, tetap pedoman diagnosis tb anak dari skor tb ya. Karena bisa ditegakan secara klinis. Kalau menggunakan IGRA memang dapat mendeteksi tb pada anak.  Tapi harganya memang relatif mahal. Dan saya pernah membaca bahwa untuk diagnosis tb pada anak, IGRA tidak lebih unggul dari tuberkulin. 

Mohon koreksi jika ada kesalahan. Terimakasih
26 Januari 2019, 17:48
Setuju, pemeriksaan GenExpert Lebih Mahal memang.

Lalu, Untuk Menegakkan Diagnosis Cukup yg sederhana spt Skor TB Anak, Uji Tuberkulin.
26 Januari 2019, 17:44
26 Januari 2019, 17:39
Menurut saya, sejauh pengetahuan. Tegaknya Diagnosa TB anak, dgn Skor TB Sudah cukup, namun diperkuat dgn Gen expert ini untuk Tatalaksana OAT yg bs diberikan.

Krna menentukan sudah MDR atau Resistensi thd Salah Satu Jenis OAT(Rifampisin) atau Belum Resisten, bisa lewat gen expert ini.

Sekian Untuk Mudahnya 
Baik siap. Terima kasih dokter
26 Januari 2019, 17:54
Sangat bermanfaat pembahasannya Dok. 
27 Januari 2019, 09:58
26 Januari 2019, 17:43
Alodokter

Kalau dari pengalaman saya, tetap pedoman diagnosis tb anak dari skor tb ya. Karena bisa ditegakan secara klinis. Kalau menggunakan IGRA memang dapat mendeteksi tb pada anak.  Tapi harganya memang relatif mahal. Dan saya pernah membaca bahwa untuk diagnosis tb pada anak, IGRA tidak lebih unggul dari tuberkulin. 

Mohon koreksi jika ada kesalahan. Terimakasih
Siap terima kasih dokter.  Selama ini skor TB sudah cukup baik ya dokter,  hanya saja saya kawatir saya sendiri yang ketinggalan ilmunya, dokter. 
27 Januari 2019, 11:46
Halo dok, izin share ya. Untuk panduan sekarang seingat saya penegakan diagnosis TB sebisa mungkin dikejar dulu bakteriologisnya dengan pemeriksaan sputum. Bila kesulitan mendapatkan spesimen, coba diinduksi dulu dengan nebulisasi menggunakan NaCl. Pada orang yg kesulitan mengeluarkan dahak dpt juga dilakukan suction untuk mendapatkan spesimen dahak.

Bila segala usaha yg memungkinkan telah dicoba namun tetap sulit mendapatkan spesimen, penegakan diagnosis secara klinis ditunjang hasil rontgen sugestif TB (misalnya kavitas) dpt digunakan. Bila tdk memungkinkan dilakukan pemeriksaan rontgen dada, dpt dicari bukti adanya infeksi laten (uji tuberkulin positif atau kontak serumah/erat dengan indeks BTA ) untuk mendukung klinis dalam penegakan diagnosis TB pada anak.

Selain itu, regimen obat antara TB anak terkonfirmasi bakteriologis dan klinis berbeda (kalau yang terkonfirmasi bakteriologis ditambah etambutol) sehingga ada baiknya tetap penegakan diagnosis secara bakteriologis lebih didahulukan.

Berikut saya lampirkan buku petunjuk teknis manajemen TB pada anak dari kemenkes tahun 2016 ya dok.

Mohon koreksi jika ada yg salah, dan semoga membantu.
null
27 Januari 2019, 11:52
Maksudnya kontak serumah/erat dengan indeks BTA positif
27 Januari 2019, 12:11
Terimakasih atas masukannya Dok. 
27 Januari 2019, 20:50
Terima kasih untuk informasinya dok 🙏
28 Januari 2019, 20:31
Terima kasih informasinya dok🙏
27 Januari 2019, 14:04
27 Januari 2019, 11:46
Halo dok, izin share ya. Untuk panduan sekarang seingat saya penegakan diagnosis TB sebisa mungkin dikejar dulu bakteriologisnya dengan pemeriksaan sputum. Bila kesulitan mendapatkan spesimen, coba diinduksi dulu dengan nebulisasi menggunakan NaCl. Pada orang yg kesulitan mengeluarkan dahak dpt juga dilakukan suction untuk mendapatkan spesimen dahak.

Bila segala usaha yg memungkinkan telah dicoba namun tetap sulit mendapatkan spesimen, penegakan diagnosis secara klinis ditunjang hasil rontgen sugestif TB (misalnya kavitas) dpt digunakan. Bila tdk memungkinkan dilakukan pemeriksaan rontgen dada, dpt dicari bukti adanya infeksi laten (uji tuberkulin positif atau kontak serumah/erat dengan indeks BTA ) untuk mendukung klinis dalam penegakan diagnosis TB pada anak.

Selain itu, regimen obat antara TB anak terkonfirmasi bakteriologis dan klinis berbeda (kalau yang terkonfirmasi bakteriologis ditambah etambutol) sehingga ada baiknya tetap penegakan diagnosis secara bakteriologis lebih didahulukan.

Berikut saya lampirkan buku petunjuk teknis manajemen TB pada anak dari kemenkes tahun 2016 ya dok.

Mohon koreksi jika ada yg salah, dan semoga membantu.
null
Baik siap dokter.  Terima kasih banyak petunjuk teknis manajemen TB nya
27 Januari 2019, 18:01
dr. Samuel, Sp.P, FPCP
dr. Samuel, Sp.P, FPCP
Dokter Spesialis Paru
Selamat sore Dokter.
Sehubungan dg TB pd anak pernah dibahas di postingan terdahulu. Setahu saya tetap menggunakan sistem skoring kecuali anak tsb sdh dapat mengeluarkan dahak mk bisa diperiksa scr bakteriologis baik sputum BTA maupun gene xpert. Untuk tes IGRA perlu saya tekankan di sini bahwa itu digunakan utk mendiagnosis TB laten, jd utk saat ini TIDAK digunakan utk mendiagnosis TB aktif baik pd anak ataupun dewasa.
Terima kasih. 
27 Januari 2019, 20:53
Terima kasih dok informasinya dok.. 🙏
27 Januari 2019, 18:48
dr. Yoke KP, M.Sc, Sp.A
dr. Yoke KP, M.Sc, Sp.A
Dokter Spesialis Anak
Alodokter!
Pertanyaannya bagus sekali.. 

Mendiagnosis TB saat ini bisa pakai algoritma dari Petunjuk teknis manajeman dan tatalaksana TB pd anak 2016 yg sdh dishare diatas ya. Sy lampirkan gambarnya.. 

Skor TB, Igra, dan GenXpert (TCM/tes cepat molekular) semua bisa dipakai. Sesuai alur di gambar, sesuai setting tmpt kita praktek.
Kalau ada genXpert tidak perlu pakai skor TB (lihat algortima)
Skor TB dipakai bila tdk ada TCM atau hasil TCM negatif atau tdk bs ambil sampelnya, dan ada akses ke ro thorax dan atau tes tuberkulin (bagian tengah algoritma)
Kalau juga bnr2 terbatas tidak ada fasilitas px penunjang, bisa pakai klinis saja (paling kanan).

Igra dan genxpert tdk masuk skoring TB.

Diagnosis TB anak selalu berdasarkan:
1. Konfirmasi bakteriologi (pemeriksaan BTA, GenXpert, kultur). Sulit dilakukan pd anak krn TB pd anak jarang yg berdahak, anak sulit mengeluarkan dahak, tp kalau ada dan bisa maka dilakukan. Secara teori TCM bisa pakai cairan lambung bayi/anak, atau induksi sputum, tp dari pengalaman, tetap susah 😅
2. Klinis:
 a. Gejala: batuk >=2minggu, demam >=2minggu, BB tidak naik atau turun dlm 2 bln berturut2, lesu dan tidak aktif.
 b. Bukti infeksi: uji tuberkulin, IGRA, kontak TB
 c. Gambaran radiologis/ronsen dada mengarah ke proses spesifik

Jadi tes tuberkulin dan IGRA sama2 utk cari bukti infeksi.

Hrs dipahami juga bahwa adanya bukti infeksi TB tidak selalu berarti anak sakit TB ya.
Sakit TB=ada bukti infeksi dan ada gejala --> diobati OAT
Infeksi TB tp tidak sakit TB=ada bukti infeksi tapi tdk ada gejala(misal ibu baru di dx sakit TB, anak dites mantoux positif tp sehat2 saja) --> TB laten --> INH, lanjut monitor klinis, kalau kemudian ada gejala maka jd sakit TB --> OAT

Kedudukan genXpert: kalau ada alat dan ada spesimen,,pakailah.
Kalau tdk ada, ikuti algoritma.

Tuberkulin vs IGRA
Sensi dan spesi lbh tinggi igra sedikit (tdk beda jauh).
Keduanya tidak bisa membedakan TB laten dgn TB aktif.
Penggunaan IGRA tidak lebih unggul dibandingkan uji tuberkulin. Program nasional belum merekomendasikan penggunaan IGRA di lapangan (hlm 13 buku pedoman).
Uji tuberkulin positif bisa berarti: infeksi TB alamiah, BCG (infeksi TB buatan), infeksi mikobakterium atipik (selain M.tuberkulosis).
Keunggulan IGRA dibanding tuberkulin: bisa membedakan reaksi krn BCG, infeksi Mikobakterium atipik, dan bnr2 infeksi TB. Dan pasien hanya perlu datang 1x.
27 Januari 2019, 20:57
Terima kasih infonya dok, cukup jelas sekali dok 🙏🙏
27 Januari 2019, 20:57
Terima kasih infonya dok, cukup jelas sekali dok 🙏🙏
28 Januari 2019, 16:27
Alo dok,

Terimakasih banyak dok sharingnya. Penjelasan dr. Yoke selalu lengkap kap kap.. 
29 Januari 2019, 03:23
Pembahasannya sangat jelas Dokter. Terima kasih.
29 Januari 2019, 07:55
Sangat bermanfaat informasinya, terima kasih banyak dok.
27 Januari 2019, 18:50
dr. Yoke KP, M.Sc, Sp.A
dr. Yoke KP, M.Sc, Sp.A
Dokter Spesialis Anak
Waduh maaf ya panjang bgt 😱😵🙏 semoga membantu ya dok..ga nambah puyeng..
Ini sy lampirkan juga penjelasan algortima td.
27 Januari 2019, 19:02
dr. Yoke KP, M.Sc, Sp.A
dr. Yoke KP, M.Sc, Sp.A
Dokter Spesialis Anak
Oya..genXpert dicover bjps klo ditempat sy (sepertinya, klo blm ganti aturan, blm cek lg 😬 ). Tp kalau pasien umum mmg mahal. Tp kalau mmg bisa diperiksa akan lbh baik.
27 Januari 2019, 19:09
dr. Samuel, Sp.P, FPCP
dr. Samuel, Sp.P, FPCP
Dokter Spesialis Paru
Maaf Dokter, utk pemeriksaan gene xpert bisa gratis krn masuk program pemerintah tp hrs isi formulir khusus krn hrs dilaporkan ke kemenkes. Jd saran saya kl ada pemeriksaan gene xpert=TCM=Xpert MTB/Rif dikirim ke RS pemerintah yg sdh ada alatnya shg gratis.
Terima kasih. 
28 Januari 2019, 20:34
Benar dok, memang di cover oleh BPJS.
27 Januari 2019, 19:22
27 Januari 2019, 18:48
Alodokter!
Pertanyaannya bagus sekali.. 

Mendiagnosis TB saat ini bisa pakai algoritma dari Petunjuk teknis manajeman dan tatalaksana TB pd anak 2016 yg sdh dishare diatas ya. Sy lampirkan gambarnya.. 

Skor TB, Igra, dan GenXpert (TCM/tes cepat molekular) semua bisa dipakai. Sesuai alur di gambar, sesuai setting tmpt kita praktek.
Kalau ada genXpert tidak perlu pakai skor TB (lihat algortima)
Skor TB dipakai bila tdk ada TCM atau hasil TCM negatif atau tdk bs ambil sampelnya, dan ada akses ke ro thorax dan atau tes tuberkulin (bagian tengah algoritma)
Kalau juga bnr2 terbatas tidak ada fasilitas px penunjang, bisa pakai klinis saja (paling kanan).

Igra dan genxpert tdk masuk skoring TB.

Diagnosis TB anak selalu berdasarkan:
1. Konfirmasi bakteriologi (pemeriksaan BTA, GenXpert, kultur). Sulit dilakukan pd anak krn TB pd anak jarang yg berdahak, anak sulit mengeluarkan dahak, tp kalau ada dan bisa maka dilakukan. Secara teori TCM bisa pakai cairan lambung bayi/anak, atau induksi sputum, tp dari pengalaman, tetap susah 😅
2. Klinis:
 a. Gejala: batuk >=2minggu, demam >=2minggu, BB tidak naik atau turun dlm 2 bln berturut2, lesu dan tidak aktif.
 b. Bukti infeksi: uji tuberkulin, IGRA, kontak TB
 c. Gambaran radiologis/ronsen dada mengarah ke proses spesifik

Jadi tes tuberkulin dan IGRA sama2 utk cari bukti infeksi.

Hrs dipahami juga bahwa adanya bukti infeksi TB tidak selalu berarti anak sakit TB ya.
Sakit TB=ada bukti infeksi dan ada gejala --> diobati OAT
Infeksi TB tp tidak sakit TB=ada bukti infeksi tapi tdk ada gejala(misal ibu baru di dx sakit TB, anak dites mantoux positif tp sehat2 saja) --> TB laten --> INH, lanjut monitor klinis, kalau kemudian ada gejala maka jd sakit TB --> OAT

Kedudukan genXpert: kalau ada alat dan ada spesimen,,pakailah.
Kalau tdk ada, ikuti algoritma.

Tuberkulin vs IGRA
Sensi dan spesi lbh tinggi igra sedikit (tdk beda jauh).
Keduanya tidak bisa membedakan TB laten dgn TB aktif.
Penggunaan IGRA tidak lebih unggul dibandingkan uji tuberkulin. Program nasional belum merekomendasikan penggunaan IGRA di lapangan (hlm 13 buku pedoman).
Uji tuberkulin positif bisa berarti: infeksi TB alamiah, BCG (infeksi TB buatan), infeksi mikobakterium atipik (selain M.tuberkulosis).
Keunggulan IGRA dibanding tuberkulin: bisa membedakan reaksi krn BCG, infeksi Mikobakterium atipik, dan bnr2 infeksi TB. Dan pasien hanya perlu datang 1x.
Baik dokter,  ini sangat membantu sekali dokter.  Langsung saya catat di buku sebentar lagi dokter. Terima kasih banyak ya dokter 
28 Januari 2019, 12:23
dr. Yoke KP, M.Sc, Sp.A
dr. Yoke KP, M.Sc, Sp.A
Dokter Spesialis Anak
Sama2, semoga membantu.
27 Januari 2019, 19:23
27 Januari 2019, 18:50
Waduh maaf ya panjang bgt 😱😵🙏 semoga membantu ya dok..ga nambah puyeng..
Ini sy lampirkan juga penjelasan algortima td.
Sekali lagi terima kasih banyak dokter
27 Januari 2019, 19:23
27 Januari 2019, 18:01
Selamat sore Dokter.
Sehubungan dg TB pd anak pernah dibahas di postingan terdahulu. Setahu saya tetap menggunakan sistem skoring kecuali anak tsb sdh dapat mengeluarkan dahak mk bisa diperiksa scr bakteriologis baik sputum BTA maupun gene xpert. Untuk tes IGRA perlu saya tekankan di sini bahwa itu digunakan utk mendiagnosis TB laten, jd utk saat ini TIDAK digunakan utk mendiagnosis TB aktif baik pd anak ataupun dewasa.
Terima kasih. 
Siap dokter, terima kasih banyak dokter
27 Januari 2019, 21:06
dr. Yoke KP, M.Sc, Sp.A
dr. Yoke KP, M.Sc, Sp.A
Dokter Spesialis Anak
27 Januari 2019, 19:09
Maaf Dokter, utk pemeriksaan gene xpert bisa gratis krn masuk program pemerintah tp hrs isi formulir khusus krn hrs dilaporkan ke kemenkes. Jd saran saya kl ada pemeriksaan gene xpert=TCM=Xpert MTB/Rif dikirim ke RS pemerintah yg sdh ada alatnya shg gratis.
Terima kasih. 
Trimakasih infonya dok..