Pasien laki-laki usia 62 tahun dengan gejala stroke pasca Covid-19 - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, saya memiliki pasien yang berusia 62 th jenis kelamin laki laki, memiliki riwayat terkonfirmasi covid 19 dan terkonfirmasi DBD 4 bulan yll...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien laki-laki usia 62 tahun dengan gejala stroke pasca Covid-19

    12 Juni 2021, 17:54

    Alo dokter, saya memiliki pasien yang berusia 62 th jenis kelamin laki laki, memiliki riwayat terkonfirmasi covid 19 dan terkonfirmasi DBD 4 bulan yll sehingga dirawat d RS, serta memiliki komorbid DM tp II, Hipertensi, os merupakan PRB Sp.PD, Saat ini os sdh dalam kondisi stabil dan bisa beraktivitas, tapi tidak bisa beraktivitas yg berat, setiap kali os dalam kondisi tegang dan banyak fikiran, bicara os terdengar cedal/celat, serta tangan kanan os tampak kaku tidak relax, namun jika os kembali tenang, bicaranya os kembali normal hanya sedikit terdengar celat, dan hal itu sdh berlangsung sekitar 3 bulan, saat ini os rutin mengkonsumsi metformin, amlodipin. Selama ini Tekanan darah sistolik berkisar 140-160 mmhg, GDS berkisar 180-250 mg/dl setelah keluar dari RS.

    Apakah Os termasuk kriteria Stroke? Mohon saran untuk tatalaksana selanjutnya TS Alo Dokter...

12 Juni 2021, 18:14

Alo dr. Dwi Noviana, izin ikut berdiskusi ya dok.

Kalau melihat dari riwayat pasien yang dengan komorbid hipertensi dan DM memang dapat menjadi faktor risiko dari penyakit cerebrovaskular atau stroke. Namun, perlu perhatikan juga riwayat pasien jika komorbidnya terkontrol dengan baik maka bisa mengurangi faktor risiko terjadinya stroke.

Selain itu juga dari kondisi cadel atau disartria serta tangan kanan kaku yang dialami mungkin saja menjadi salah satu gejala stroke namun perlu dievaluasi lebih lanjut dok. Misal, dari keluhan disartria perlu dipastikan dengan pemeriksaan fisik dari nervus kranial serta tangan kanan kaku perlu dilakukan jg pemeriksaan motorik kedua ekstremitas agar lebih objektif. Sehingga jika melihat dari gejala dan faktor risiko saja, memang dapat menjadi gejala stroke atau TIA misalnya, namun perlu disingkirkan juga kemungkinan penyebab lain, misal disartria akibat kondisi psikogenik atau hanya muncul pada kondisi-kondisi tertentu. 

Jadi sebaiknya agar lebih objektif bisa dilakukan pemeriksaan neurologis menyeluruh dok. Berikut ini referensi yang mungkin bisa membantu dok: https://www.alomedika.com/penyakit/neurologi/stroke/diagnosis

Terima kasih dok, turut menyimak juga diskusi TS lainnya.. CMIIW.

12 Juni 2021, 18:57
dr. Ade Wijaya SpS
dr. Ade Wijaya SpS
Dokter Spesialis Saraf
Alo dr. Dwi Noviana


Setiap defisit neurologis fokal dalam hal ini disartria yang terjadi mendadak harus dicurigai suatu serangan stroke. Apalagi terdapat banyak faktor resiko pada pasien ini. 


Saran saya sebaiknya pasien dikonsulkan ke dokter spesialis saraf untuk evaluasi dan tatalaksana lebih lanjut.