Cara menghentikan Dexametason dengan aman setelah penggunaan 3 bulan - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodokter, ijin share pertanyaan dari user. Ia mengonsumsi dexametason dan piroxicam selama 3 bulan untuk menaikkan berat badan. Obat dikatakan membeli...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Cara menghentikan Dexametason dengan aman setelah penggunaan 3 bulan

    15 Oktober 2019, 11:09

    Alodokter, ijin share pertanyaan dari user. 

    Ia mengonsumsi dexametason dan piroxicam selama 3 bulan untuk menaikkan berat badan. Obat dikatakan membeli sendiri. Memang pasien mengatakan BBnya naik 10 kg karena nafsu makan bertambah. Namun saat akan menghentikan obat pasien sering merasa pusing, sakit kepala dan bersin.


    Yang ingin saya tanyakan, apakah ini termasuk withdrawal symptom dari dexametason? Lalu bagaimana cara menghentikan pemakaian dexametason dengan benar tanpa menyebabkan efek samping dokter? 


    Mohon sharingnya dokter, terimakasih 🙏

15 Oktober 2019, 12:37
Alo.. Izin diskusi dokter.. Apakah symptom muncul beberapa hari setelah stop dexamethasone atau sudah muncul sejak sebelum stop? Saya rasa itu perlu dikonfirmasi, karena efek immunosupresan dari dexa-lah yang mungkin mengakibatkan gejala di atas (batuk pilek dan demam/pusing yang diakibatkan administrasi steroid jangka panjang)

Setahu saya sebab steroid-withdrawal syndrome/SWS(yang muncul akibat penghentian tiba2 setelah pemakaian steroid jangka panjang) adalah munculnya mekanisme feedback negatif pada HPAA axis karena terbiasa dengan paparan steroid yang banyak  dari luar. Akibatnya ia cenderung 'enggan' memproduksi kortisol, dan rendahnya kadar kortisol mengakibatkan seseorang menjadi merasa lemah, kelelahan, weight loss, nafsu makan menurun, hipotensi dll

Saya tidak mendapat literatur yang pasti untuk metode penanganan SWS.. Namun yang jelas kita perlu melakukan tappering off yang dimulai dari dosis awal steroid yang biasa dikonsumsi.

Semoga membantu dokter, CMIIW
16 Oktober 2019, 07:10
Baik dokter, trimakasih infonya dokter 🙏
15 Oktober 2019, 12:45

Alo dr. Wulan,

Melihat dari keluhan pasien, bisa saja ini adalah withdrawal symptom dari dexametason.

Penghentian dexametason yang sudah digunakan lebih dari 2 minggu memerlukan tappering off, dok. 

Contoh penurunan dosis steroid deksametason dapat dilakukan seperti berikut:

  1. Penggunaan deksametason > 2 mg per hari dapat diturunkan berkala 2-4 mg tiap 5-7 hari.
  2. Penggunaan deksametason dosis tinggi, misalnya 16 mg per hari, dapat dilakukan pengurangan dosis setengah dari dosis sebelumnya setiap 5-7 hari.
  3. Penggunaan deksametason 2 mg atau kurang dapat diturunkan 0,5-1 mg setiap 5-7 hari atau pemberian selang sehari

Untuk lebih jelasnya, dokter boleh lihat artikel Alomedika dengan link ini:

https://www.alomedika.com/bagaimana-cara-melakukan-penurunan-dosis-bertahap-pada-penggunaan-steroid

16 Oktober 2019, 07:10
Baik dokter, trimakasih infonya dokter, sangat membantu 🙏
16 Oktober 2019, 00:46
dr. Mohd Bhukkar Adil Sjam, SpPD, FINASIM
dr. Mohd Bhukkar Adil Sjam, SpPD, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Alodokter 
Penggunaan steroid yg kurang tepat akan berpengaruh kepada steroid yg dihasilkan tubuh kita sendiri. Berdasarkan chronobiology tubuh kita steroid itu lebih banyak dihasilkan diwaktu pagi, sehingga secara prinsip untuk pemberian steroid sebaiknya di pagi hari agar tdk menggangu fisiologis sirkadian steroid dalam tubuh kita. Mulai di pagi hari dan mengakhirinya di pagi hari juga. 
Semakin lama paparan penggunaan steroid akan semakin sistem imunitas, metabolisme karbohidrat, lemak, tulang dsbnya. Prinsip tappering off lakukan  secepat mungkin saat level dosis terapi sdh tercapai dan lakukan penurunan dosis terapi sampai dosis minimal yang  sama memberikan efek klinisnya saat berada pada dosis terapi awalnya. Untuk menurunkannya tidak ada aturan tertentu, prinsipnya terapi yg di pagi hari tetap dipertahankan sedangkan waktu lainnya dikurangi atau dihapus, ada interval dosis dan waktu yg terpola, contoh turunkan 1 tab per tiga hari, 1 tab per dua hari dstnya hal ini tergantung klinis dan respon klinis setelah dijalankannya tappering off yg kita rencanakan. 
16 Oktober 2019, 07:10
Baik dokter, trimakasih infonya dokter, sangat bermanfaat 🙏
16 Oktober 2019, 07:10
Baik dokter, trimakasih infonya dokter, sangat bermanfaat 🙏
16 Oktober 2019, 15:28
dr. Rizki
dr. Rizki
Dokter Umum
Terimakasih dokter untuk informasinya
17 Oktober 2019, 05:39
dr.Samira
dr.Samira
Dokter Umum
Terimakasih atas infonya dok 🙏🙏
16 Oktober 2019, 16:15
Terima kasih infonya dok