Penanganan yang tepat jika pasien lupa mengonsumsi obat TBC - Diskusi Dokter

general_alomedika

Bagaimana jika Pasien lupa minum obat TBC

Diskusi Dokter

28 Februari 2020, 10:43

Alo dr. Yoshua!

Obat TB apakah yang dilupakan untuk diminum? apakah dalam bentuk fixed dose combination atau OAT lepasan? 

28 Februari 2020, 10:52

Alo dokter,

Berapa lama kah pasien lupa minum obat antiTB? Bila baru 1x lupa, langsung lanjutkan terapi berikutnya, namun sebaiknya diinformasikan ke dokter spesialis paru saat waktunya kontrol..

Terapi TB harus diulang bila lupa minum obat selama 1 bulan..

Referensi: https://alodokter-bucket.storage.googleapis.com/alomedika-attachment/thread/pnpk_tb_2019.pdf

 

03 Maret 2020, 17:50
Betul dok..
28 Februari 2020, 10:53
Terimakasih dok
28 Februari 2020, 13:35

Alo Dok,

Bila saat teringat lebih dekat dengan waktu yang seharusnya maka segera konsumsi obat saat itu. Namun bila waktunya lebkh dekat dengan waktu konsumsi obat selanjutnya maka konsumsi obat pada waktu yg sesuai. Misalnya seharusnya obat dikonsumsi jam 10 pagi, lalu teringat jam 6 sore maka segera konsumsi jam 6 sore namun bila baru teringat jam 12 malam maka konsumsi obat jam 10 pagi, obat yang terlupa diabaikan. CMIIW. 

28 Februari 2020, 16:28
Terimakasih infonya Dok.
28 Februari 2020, 22:46
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Jadi gini dok. Seharusnya Px yang menjalani program pengobatan TB harus memiliki kartu TB 01(Pengobatan) dan TB 02 (Identitas).  TB01 dicatat dan disimpan oleh Faskes dan TB 02 dipegang oleh Px dan harus dibawa setiap kali kontrol mengambil obat dan evaluasi.
Nah pada kasus seperti ini, jika Terjadi kelupaan minum OATnya maka nanti di kartu TB01nya akan disilang (X) yang menandakan Oatnya tidak diminum. dan diberi ceklist ✓ jika OAt harian diminum. Nanti setiap bulannya akan diakumulasikan berapa total jumlah minum/menelan Oat selama 2 bulan fase intensif. Syarat minimal jika Program OAT kat.1 adalah 56x menelan obat. Nahh jika selama 2 bulan fase intensif total akumulasi kurang dari 56x menelan obat karena itu tadi.. mungkin selama 2 bulan itu ada yang kelupaan beberapa kali sehingga tidak memenuhi syarat minimal 56x maka OAT akan ditambahkan sejumlah selisih sehingga mencapai minimal 56x menelan obat baru kemudian lanjut ke Oat fase lanjutan jika hasil evaluasi Terdapat perbaikan. Itu jika hanya kelupaan beberapa kali yaa dok selama pengobatan.
bukan karena kasusu drop out atau putus obat lebih dari 1-2 bulan oatnya gak dilanjutkan. Untuk kasus yang demikian ada tatalaksana khusus.
29 Februari 2020, 07:06
Mohon maaf dok, jadi skrg pemberian OAT per hari ya dok?
02 Maret 2020, 10:27

terima kasih dok, sangat brmanfaat

03 Maret 2020, 17:46
Terimakasih banyak infonya dok
28 Februari 2020, 22:46
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
Jadi gini dok. Seharusnya Px yang menjalani program pengobatan TB harus memiliki kartu TB 01(Pengobatan) dan TB 02 (Identitas).  TB01 dicatat dan disimpan oleh Faskes dan TB 02 dipegang oleh Px dan harus dibawa setiap kali kontrol mengambil obat dan evaluasi.
Nah pada kasus seperti ini, jika Terjadi kelupaan minum OATnya maka nanti di kartu TB01nya akan disilang (X) yang menandakan Oatnya tidak diminum. dan diberi ceklist ✓ jika OAt harian diminum. Nanti setiap bulannya akan diakumulasikan berapa total jumlah minum/menelan Oat selama 2 bulan fase intensif. Syarat minimal jika Program OAT kat.1 adalah 56x menelan obat. Nahh jika selama 2 bulan fase intensif total akumulasi kurang dari 56x menelan obat karena itu tadi.. mungkin selama 2 bulan itu ada yang kelupaan beberapa kali sehingga tidak memenuhi syarat minimal 56x maka OAT akan ditambahkan sejumlah selisih sehingga mencapai minimal 56x menelan obat baru kemudian lanjut ke Oat fase lanjutan jika hasil evaluasi Terdapat perbaikan. Itu jika hanya kelupaan beberapa kali yaa dok selama pengobatan.
bukan karena kasusu drop out atau putus obat lebih dari 1-2 bulan oatnya gak dilanjutkan. Untuk kasus yang demikian ada tatalaksana khusus.
29 Februari 2020, 09:27
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
dr.Wirya Sastra Amran, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
29 Februari 2020, 07:06
Mohon maaf dok, jadi skrg pemberian OAT per hari ya dok?
Berdasarkan Kitab Undang-undang dasar  Dunia perTBan yaitu ISTC (Internasional Standard Tuberculosis Care) Rekomendasi WHO menggunakan OAT daily dosed atau dosis harian pada fase lanjutan. Namun regulasi tersebut belum maksimal diterapkan oleh Kemenkes. Karena  saat ini penyediaan OAT FDC masih menggunakan dosis yang intemitten (3x seminggu) yg fase lanjutan. Sehingga secara kesimpulan saat ini di Negara Tercinta masih menggunakan intermitten dosed pada fase lanjutan. Demikian yaa dok. 
03 Maret 2020, 14:31
Terimakasih banyak dok