Akurasi alat uji HIV One Step - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodokter, saya mau bertanya. Ada pasien yang sudah menggunakan alat uji HIV yang dijual di pasaran (One Step). Pasien sudah mengecek 2x dengan jarak 3 bulan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Akurasi alat uji HIV One Step

    18 Maret 2019, 10:18

    Alodokter, saya mau bertanya. Ada pasien yang sudah menggunakan alat uji HIV yang dijual di pasaran (One Step). Pasien sudah mengecek 2x dengan jarak 3 bulan dan hasilnya negatif. Dikatakan di alat akurasinya 99%. Apakah pasien memang sudah tidak perlu untuk tes HIV di faskes atau sebaiknya tetap periksa di faskes? 

    Terima kasih :)

18 Maret 2019, 11:32
dr. Andre
dr. Andre
Dokter Umum

Alo dr. Aninda. Pemeriksaan alat uji HIV yang dokter sampaikan tentunya hanyalah metode skrining, bukan metode diagnostik sehingga hasil yang positif harus dikonfirmasi lebih lanjut ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan diagnostik lebih lanjut.

18 Maret 2019, 11:35
dr. Andre
dr. Andre
Dokter Umum

Sedikit tambahan, dapat dilihat pada website produk tersebut bahwa sertifikat dari Kementerian Kesehatan sendiri hanya menyetujui penggunaan alat tersebut sebagai uji tambahan surveilans dan diagnosa awal HIV. Jadi tentunya tidak dapat menggantikan uji diagnostik di layanan kesehatan.

18 Maret 2019, 12:24
Alo dok, 

Merujuk dari sumber ini, 
https://www.google.com/url?sa=t&;rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&ved=2ahUKEwin5c7D9orhAhWXe30KHXQvDAwQFjADegQIBxAC&url=http%3A%2F%2Fwww.who.int%2Fdiagnostics_laboratory%2F140106_hiv_rapid.pdf&usg=AOvVaw3BLOIkh0lq3D3xARxjsvRM
one step dapaf digunakan utk mengetahui ada tidaknya antibodi terhadap HIV. Di Indonesia juga ada penelitian yg menggunakan alat ini sebagai rapid test. 
https://media.neliti.com/media/publications/179251-ID-potensi-resistensi-virus-hiv-1-terhadap.pdf.


Namun idealnya tetap dianjurkan dilakukan oleh tenaga ksehatan dgn cara yg standar. Oleh karena pemeriksaan sendiri oleh pasien, walaupun telah membaca dengan baik tatacara penggunaan namun  rentan menyebabkan misinterpretasi. http://siha.depkes.go.id/portal/files_upload/BUKU_3_PENGENDALIAN_HIV_COLOR_A5_15x21_cm.pdf
19 Maret 2019, 04:16
Tidak bisa dok. Masih bisa potensi false negatif. Kan inkubasinya bisa bulanan sampai tahunan. Jadi gak cukup jarak 3 bulan. Dulu kalau di rs tempat saya kerja petugas medis yg terpapar jarum bekas hiv positif minimal 18 bulan test tiga kali. Kalau di Puskesmas diagnostic kami pakai tiga metode sesuai standar kemenkes. Kalau mau ragu konfirmasi rujuk rs atau tes di lab. Dg metode sama atau pcr klo mau realtime. 

Mungkin kalau ada ts yg ngerti ptotap nya bs sharing ya. Karena di atas hanya empiris saya. 

Terimakasih