Efikasi dan Keamanan Glukosamin dan Kondroitin untuk Osteoarthitis - Telaah Jurnal

Oleh :
dr. Eduward T, SpPD

Effectiveness and safety of glucosamine and chondroitin for the treatment of osteoarthritis: a meta-analysis of randomized controlled trials

Zhu X, Sang L, Wu D, Rong J, Jiang L. Journal of Orthopaedic Surgery and Research. 2018. 13:170 https://doi.org/10.1186/s13018-018-0871-5

Abstrak

Tujuan : Untuk mengevaluasi efikasi simptomatik dan keamanan dari oral symptomatic slow-acting drugs (SYSADOAs) pada terapi osteoarthritis lutut dan atau panggul, seperti kondroitin, glukosamin, dan kombinasi kondroitin-glukosamin.

Metode : Kami melakukan pencarian pada basis data elektronik yang meliputi PubMed, Embase, Cochrane Library, dan daftar referensi dari artikel relevan yang dipublikasi hingga 22 Mei 2018. Meta analisis terkini dilakukan untuk memeriksa efikasi dari SYSADOAs pada terapi osteoarthritis.

Hasil: Terdapat 26 artikel yang memaparkan 30 uji klinis memenuhi kriteria inklusi dan diikutkan dalam meta analisis. Estimasi antara kondroitin dan plasebo menunjukkan bahwa kondroitin mampu mengurangi gejala nyeri dan memperbaiki fungsi. Jika dibandingkan dengan plasebo, glukosamin terbukti memberi efek signifikan hanya pada perbaikan kekakuan sendi. Akan tetapi, terapi kombinasi glukosamin dan kondroitin belum didukung bukti klinis adekuat yang dapat menunjukkan superioritasnya terhadap plasebo. Selain itu, tidak ditemukan perbedaan bermakna pada insidensi efek samping maupun penghentian terapi akibat efek samping jika dibandingkan dengan plasebo.

Kesimpulan: Dari segi efikasi SYSADOAs, kondroitin oral lebih efektif daripada plasebo dalam mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi fisik. Glukosamin menunjukkan efek bermakna pada luaran kekakuan sendi. Oleh karena keterbatasan jumlah data, terapi kombinasi glukosamin dan kondroitin, dibutuhkan studi lanjutan untuk menginvestigasi keakuratan efikasi dalam terapi osteoarthritis. Informasi penelitian yang dilengkapi dengan tolerabilitas dan efektivitas biaya dari terapi akan dapat mendukung pengambilan keputusan klinis.

shutterstock_1689588931-min

Ulasan Alomedika

Secara global, prevalensi osteoarthritis (OA), terutama lutut dan panggul, terus meningkat dan menjadi salah satu masalah kesehatan publik. Osteoarthritis ditandai oleh degradasi matriks kartilago yang progresif, sklerosis tulang subkondral, dan pembentukan osteofit. Perubahan struktural sendi pada osteoarthritis akan menyebabkan nyeri, kekakuan, dan pembengkakan sendi, sehingga dapat menimbulkan disabilitas dan mempengaruhi kualitas hidup penderita.

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) masih menjadi pilihan terapi simptomatik utama untuk osteoarthritis, meskipun golongan obat ini meningkatkan risiko efek samping sistem gastrointestinal, renal, dan kardiovaskuler. Saat ini, studi mulai berfokus pada alternatif terapi osteoarthritis, seperti glukosamin dan kondroitin. Keduanya merupakan substrat utama dalam biosintesis proteoglikan sendi. Meta analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi dan aspek keamanan glukosamin dan kondroitin dalam terapi osteoarthritis.

Ulasan Metode Penelitian

Peneliti melakukan meta analisis yang menerapkan pedoman PRISMA. Uji klinis yang dianalisis didapat dari pencarian di basis data elektronik PubMed, Embase, dan Cochrane Library hingga 22 Mei 2018.  Kriteria inklusi meliputi uji klinis acak terkontrol (RCT); studi terhadap osteoarthritis panggul atau lutut dengan diagnosis klinis dan radiologis; studi yang melibatkan glukosamin, kondroitin, atau kombinasi kedua agen tersebut; dan studi yang menyertakan laporan tentang nyeri, fungsi, kekakuan sendi, serta efek samping yang timbul pada pasien. Semua studi non-RCT, metode penelitian yang tidak dijelaskan dengan baik, intervensi yang melibatkan OAINS, percobaan dengan dosis subterapeutik menurut dosis terlisensi di Eropa (< 1500 mg/hari glukosamin dan < 800 mg/hari kondroitin) tidak dimasukkan dalam analisis.

Penilaian bias metodologi dilakukan menggunakan The Cochrane Risk of Bias Tool. Luaran primer dari meta analisis ini adalah perbaikan intensitas nyeri, perbaikan fungsi, dan skor kekakuan sendi dari baseline hingga akhir durasi terapi. Luaran sekunder adalah keamanan.

Ulasan Hasil Penelitian

Penyaringan dengan kriteria inklusi menghasilkan 26 artikel yang mencakup 30 uji klinis acak terkontrol dengan total 7171 partisipan. Ada 14 RCT yang menilai efikasi glukosamin, 12 RCT yang menilai kondroitin, dan 4 RCT yang menilai efikasi kombinasi glukosamin dan kondroitin.

Untuk aspek perbaikan intensitas nyeri, ditemukan standard mean difference (SMD) overall effect size intervensi terhadap plasebo adalah -0,071. Namun, setelah SMD ditransformasi ke penilaian subgrup, ternyata kondroitin menunjukkan perbaikan nyeri yang signifikan secara statistik jika dibandingkan dengan glukosamin atau kombinasi glukosamin dan kondroitin.

Untuk aspek perbaikan fungsi sendi, ditemukan SMD overall effect size intervensi terhadap plasebo adalah -0,090. Pada penilaian subgrup, effect size kondroitin ditemukan signifikan secara statistik daripada glukosamin atau kombinasi glukosamin dan kondroitin.

Untuk aspek kekakuan sendi, overall effect size intervensi terhadap plasebo adalah -0,142. Pada penilaian subgrup, glukosamin dilaporkan memberi perbaikan kekakuan sendi yang signifikan secara statistik jika dibandingkan dengan kondroitin ataupun kombinasi glukosamin dan kondroitin.

Untuk aspek keamanan, ada 21 studi yang melaporkan withdrawal akibat efek samping merugikan (adverse effect/ AE). Adapun AE yang dilaporkan meliputi diare, nyeri perut, mual, dan nyeri kepala. Namun, hasil meta analisis tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan secara statistik di antara setiap opsi intervensi terhadap plasebo dalam hal timbulnya AE.

Kelebihan Penelitian

Metode meta analisis yang digunakan mengikuti panduan PRISMA yang dilengkapi dengan analisis kualitas bukti, analisis sensitivitas, maupun penilaian secara subgroup. Studi ini juga hanya memasukkan data uji klinis yang dipublikasikan pada basis data yang valid. Studi ini juga tidak memasukkan  penelitian non-RCT, intervensi yang melibatkan OAINS, dan percobaan dengan dosis subterapeutik.

Limitasi Penelitian

Jumlah sampel partisipan belum cukup besar, khususnya pada masing-masing uji klinis yang dianalisis untuk menilai efikasi dan keamanan kombinasi kondroitin dan glukosamin. Selain itu, hanya studi yang berbahasa Inggris saja yang dimasukkan dalam analisis.

Heterogenitas antar studi yang dianalisis cukup signifikan. Pada penilaian luaran sekunder tentang efek samping, data efek samping dari tiap intervensi juga belum dilaporkan secara adekuat.

Meta analisis ini juga belum membandingkan data efikasi dari masing-masing intervensi terhadap jenis osteoarthritis secara spesifik.

Aplikasi Hasil Penelitian di Indonesia

Hasil meta analisis ini dapat dijadikan pertimbangan klinis dokter dalam penatalaksanaan osteoarthritis, terutama lutut dan panggul. Apalagi suplemen sendi yang mengandung glukosamin dan kondroitin sudah tersedia secara luas. Perlu diingat bahwa, secara keseluruhan, penelitian ini tidak menemukan hasil yang bermakna secara statistik dari intervensi dalam aspek perbaikan nyeri, fungsi. dan kekakuan sendi OA. Walaupun demikian, penilaian subgrup menunjukkan bahwa kondroitin oral bermanfaat dalam perbaikan nyeri dan fungsi, sedangkan glukosamin lebih bermanfaat dalam perbaikan kekakuan sendi.

Referensi