Tanda Bahaya pada Nyeri Punggung Bawah - Telaah Jurnal Alomedika

Oleh :
dr. Andre

Red Flags Presented in Current Low Back Pain Guidelines: a Review

Arianne P. Verhagen, Aron Downie, Nahid Popal, Chris Maher, Bart W. Koes. European Spine Journal. 2016 Sep;25(9):2788-802. PMID: 27376890

Abstrak

Tujuan Penelitian: Identifikasi dan membandingkan secara deskriptif tanda bahaya untuk deteksi penyebab serius dari nyeri punggung bawah pada fasilitas kesehatan primer yang terdapat pada pedoman-pedoman klinis.

Metode: Pencarian literatur, internet, dan menghubungi ahli untuk menemukan pedoman klinis multidisiplin mengenai nyeri punggung bawah pada fasilitas kesehatan primer, kemudian diseleksi pedoman klinis paling baru per negara. Data diekstraksi dari pedoman-pedoman tersebut mengenai jumlah dan tipe tanda bahaya untuk identifikasi pasien dengan kemungkinan besar penyebab nyeri punggung bawah yang serius. Data juga diekstraksi untuk menentukan akurasi (sensitivitas/spesifisitas, nilai prediktif, dll) dari tanda-tanda bahaya tersebut.

Hasil: Ditemukan 21 pedoman klinis yang dipublikasi antara 2000-2015. Satu pedoman klinis tidak bisa diakses dan setelah menyeleksi satu pedoman klinis per negara, 15 pedoman klinis digunakan untuk analisis dari 15 negara dan 1 dari Eropa secara keseluruhan. Seluruh pedoman klinis berfokus pada manajemen pasien dengan nyeri punggung bawah pada fasilitas kesehatan primer atau layanan multidisiplin.

Didapatkan 46 tanda bahaya yang berhubungan dengan 4 kategori penyebab serius:

  1. Keganasan
  2. Fraktur
  3. Sindrom kauda equina
  4. Infeksi

Mayoritas pedoman klinis menunjukkan 2 tanda bahaya untuk fraktur: trauma signifikan atau mayor dan penggunaan steroid atau imunosupresan, dan 2 untuk keganasan: riwayat keganasan dan penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya. Umumnya nyeri saat malam hari atau saat istirahat juga dipertimbangkan sebagai tanda bahaya untuk berbagai kemungkinan penyebab. 8 pedoman klinis menyajikan pilihan tanda bahaya berdasarkan consensus atau pedoman klinis sebelumnya, 5 pedoman klinis tidak menyediakan referensi terhadap pilihan tanda bahaya mereka, 3 pedoman klinis menyajikan referensi secara umum, dan data mengenai akurasi diagnostik dari tanda bahaya tersebut hampir tidak ada dari keseluruhan pedoman klinis.

Kesimpulan: Terdapat tanda bahaya yang beragam pada pedoman klinis mengenai nyeri punggung bawah tanpa adanya konsensus antar pedoman klinis mengenai tanda bahaya mana yang sebaiknya digunakan. Bukti klinis mengenai akurasi dari tanda bahaya yang direkomendasikan juga sangat minim.

Depositphotos_167054566_m-2015_compressed

Ulasan Alomedika

Nyeri punggung bawah sering ditemui saat praktik klinis tapi apakah Anda mampu membedakan mana nyeri punggung bawah yang perlu dirujuk ke spesialis dan apa tanda-tanda bahayanya? Satu masalah mengenai tanda bahaya adalah tidak adanya standarisasi tanda bahaya. Tanda bahaya yang disampaikan berbeda antara pedoman klinis satu dengan yang lainnya.

Tinjauan pustaka di atas coba menjawab hal ini dengan membandingkan pedoman klinis dari berbagai negara. Hebatnya, negara yang digunakan sangat bervariasi. Tidak hanya Australia, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa, pedoman klinis di negara berkembang di Asia seperti Filipina dan Malaysia juga ikut dianalisa. Tidak hanya itu, pedoman klinis ini juga dibandingkan dengan studi terkini untuk memastikan update tidaknya pedoman-pedoman tersebut. Namun, penelitian ini hanya menggunakan pedoman klinis berbahasa Inggris sehingga pedoman-pedoman klinis dari negara berbahasa nonInggris dapat terlewat.

Hasil penelitian menemukan tidak adanya kesepakatan mengenai tanda bahaya. Hal ini diakibatkan karena tidak terstandarnya tanda bahaya yang ditulis di masing-masing pedoman. Contohnya adalah nyeri malam hari yang di satu pedoman dideskripsikan sebagai nyeri yang memberat saat malam hari tapi di pedoman lain dideskripsikan sebagai nyeri intens malam hari atau nyeri yang muncul pada malam hari. Selain itu, data akurasi diagnostik, seperti sensitivitas dan spesifisitas, dari tanda bahaya juga sangat minim.

Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai standarisasi tanda bahaya dan akurasi diagnostik dari tanda bahaya supaya pasien nyeri punggung bawah di fasilitas kesehatan primer yang perlu dirujuk ke spesialis dapat teridentifikasi dengan baik. Walau demikian, dokter setidaknya perlu memperhatikan tanda bahaya yang umum ditemui pada masing-masing pedoman dan segera merujuk ke spesialis jika menemukan tanda bahaya tersebut, yaitu:

  1. Trauma signifikan atau mayor
  2. Penggunaan steroid atau imunosupresan
  3. Riwayat keganasan
  4. Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya

Referensi