Alkohol Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Oleh dr. Alexandra Francesca

Konsumsi segelas alkohol sehari (setara dengan 10 gram alkohol) pada wanita, baik sebelum maupun setelah menopause, terbukti meningkatkan risiko kejadian kanker payudara sebanyak 7-10%. Hal ini sebetulnya telah lama dinyatakan oleh International Agency for Research on Cancer. Efek ini timbul dikarenakan jaringan payudara terbukti lebih rentan terhadap efek karsinogenik yang disebabkan oleh alkohol dibandingkan dengan jaringan atau organ tubuh lain.[1-4]

Periode Konsumsi Alkohol yang Paling Berisiko Menyebabkan Kanker Payudara

Wanita yang mengkonsumsi alkohol sejak dini dilaporkan memiliki peningkatan risiko seumur hidup kejadian kanker payudara pada berbagai studi.[5, 6] Periode konsumsi alkohol yang dinilai paling menyebabkan kanker payudara yaitu antara menarche hingga kehamilan pertama, meskipun risiko ini bersifat akumulatif sepanjang hidup wanita tersebut.[7] Hal ini menjadi penting mengingat hampir 50% dari wanita usia reproduktif mengkonsumsi alkohol, dan 15% diantaranya meminum 4-5 gelas dalam satu waktu.[8]

Konsumsi alkohol pada periode sebelum laktasi dinilai paling berisiko meningkatkan kejadian kanker payudara. Hal ini dikarenakan konsumsi alkohol pada saat pubertas menyebabkan perubahan morfologi pada kelenjar payudara.[6, 9] Sementara itu pada periode setelah pubertas, jaringan payudara mengalami proliferasi yang sangat cepat hingga masa kehamilan.[10]

Studi lain pun mendukung pernyataan bahwa konsumsi alkohol pada periode sebelum kehamilan pertama meningkatkan risiko kanker payudara. Risiko kanker payudara meningkat sebanyak 34% pada wanita yang mengkonsumsi alkohol sebanyak 15 gram (sekitar 1.5 gelas per hari) pada sebuah kohort yang mencakup 91.005 subjek.[7]

Rentang waktu antara menarche dengan kehamilan pertama pada wanita yang mengkonsumsi alkohol 10g per hari juga mempengaruhi risiko kanker payudara. Di rentang 10-14 tahun antara menarche dan kehamilan pertama terjadi peningkatan risiko 14%, dan pada rentang 15 tahun terjadi peningkatan risiko 25%. [6]

Pola Konsumsi Alkohol yang Paling Berisiko Menyebabkan Kanker Payudara

Konsumsi >4 gelas alkohol dalam satu waktu (binge drinking) dinilai berisiko lebih tinggi menyebabkan kanker payudara. Hal ini disebabkan tingginya kadar alkohol dalam darah bila meminum beberapa gelas sekaligus dalam satu waktu. Kadar alkohol yang tinggi ini menyebabkan aktivasi jalur metabolisme yang berbeda.[6, 11] Risiko kanker payudara pada wanita yang melakukan binge drinking menjadi 21% lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi alkohol.[2]

Mekanisme Karsinogenesis pada Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol meningkatkan estrogen dalam darah pada wanita yang pre- dan pasca-menopause, hal ini terjadi melalui penurunan degradasi steroid dan peningkatan aktivitas aromatase. Paparan terhadap estrogen yang berkepanjangan terbukti meningkatkan insidensi kanker payudara pada manusia. Produk-produk hasil metabolisme alkohol yang ditemukan pada jaringan payudara pun dinilai berperan dalam proses karsinogenik. Proses karsinogenesis dapat terjadi melalui 2 jalur:

  • Estrogen receptor (ER)-α-independent yang bersifat genotoksik[6]

  • ER-dependent yang meningkatan aktivitas transkripsi reseptor estrogen. Hal ini lebih dominan pada tumor payudara yang positif reseptor hormon.[2]

Alkohol bersifat karsinogenik karena efek genotoksiknya (merusak DNA). Di dalam tubuh manusia, alkohol dikonversi menjadi asetaldehida oleh enzim alkohol dehidrogenase. Asetaldehida akan berikatan dengan DNA dan protein sehingga menyebabkan mutasi dan crosslink, bahkan kelainan kromosom. Selain itu asetaldehida menghambat mekanisme perbaikan (repair) alami tubuh terhadap adanya kerusakan oksidatif DNA.[12]

Beberapa mekanisme baru yang menjelaskan sifat karsinogenik alkohol antara lain melalui epithelial-mesenchymal transition (EMT), yaitu peningkatan penempelan sel-sel kanker pada fibronectin, serta regulasi epigenetik ekspresi gen yang terkait dengan gangguan metabolisme folat.[6]

women drink wine

Jenis Minuman Beralkohol yang Paling Berisiko

Pengaruh minuman beralkohol terhadap risiko kanker payudara bervariasi, bergantung dari jenis minuman. Meski semua minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko kanker payudara, anggur dinilai paling berisiko menyebabkan kanker payudara menurut beberapa studi.[6, 13]

Anggur Merah

Anggur merah dinilai memiliki efek protektif terhadap perkembangan kanker karena senyawa polifenolik yang berasal dari kulit anggur. Efek antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker dari polifenol pada anggur merah terjadi melalui berbagai proses molekular dan biokimia. Salah satu senyawa polifenol yang menjadi perhatian adalah resveratrol, yang mampu menginhibisi enzim DNA metiltransferase, suatu enzim yang mengkatalisasi metilasi DNA dan mencegah epigenetic silencing dari protein supresor tumor BRCA1. Walaupun demikian, beberapa studi yang mempelajari tentang pengaruh anggur terhadap kanker payudara menemukan bahwa anggur tetap meningkatkan risiko kanker payudara.[6, 13]

Bir

Bir, di sisi lain, memiliki kandungan resveratrol dalam jumlah yang sangat sedikit dan penyerapannya dalam tubuh sangat terbatas. Bir terbukti meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita yang mengkonsumsi bir sejumlah 10 gram (umumnya setara 1 gelas) per hari. [6, 13]

Kesimpulan

Konsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko kanker payudara. Periode konsumsi alkohol yang dinilai paling berisiko menyebabkan kanker payudara yaitu antara haid pertama dengan kehamilan pertama. Risiko ini lebih tinggi pada wanita dengan interval antara haid pertama dan kehamilan pertama yang lebih lama. Anggur terbukti meningkatkan risiko kanker payudara lebih tinggi dari minuman beralkohol lainnya (bir, spirit). Paparan terhadap hormon estrogen yang lama diketahui meningkatkan insidensi kanker payudara. Paparan terhadap estrogen yang lebih singkat (haid pertama yang lambat, kehamilan lebih awal, dan menopause yang lambat) dinilai dapat menurunkan risiko kanker payudara.

Referensi