Peran Dokter Membantu Pasien Menghadapi Banyaknya Informasi Kesehatan Berbasis Internet

Oleh dr. Queen Sugih

Banyak pasien mencari informasi kesehatan melalui beragam website, tetapi tidak semua informasi kesehatan yang ada di internet adalah informasi yang baik dan valid.  Saat ini, internet sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang dapat memberi banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat. Dengan satu klik, kita bisa mendapat berbagai pengetahuan, termasuk pengetahuan di bidang medis. Beberapa studi melaporkan bahwa pasien cenderung beralih ke website untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai kondisi penyakitnya. Pemberian edukasi oleh dokter mengenai website kesehatan yang terpercaya, saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan bagi pasien.

Kesulitan dalam Mencari Sumber Informasi Kesehatan Terpercaya

Powell et al mengatakan bahwa informasi online digunakan untuk mendidik, meyakinkan, dan kadang-kadang mempertanyakan informasi yang diterima dari petugas medis. Namun, pencari informasi kesehatan menghadapi banyak sekali sumber referensi berbasis web yang berasal dari berbagai organisasi maupun individu, dan memiliki kualitas, akurasi, dan reliabilitas yang berbeda-beda. Sebuah tinjauan sistematik bahkan menyimpulkan bahwa kualitas informasi kesehatan di internet secara umum masih kurang baik. Hal ini membuat individu menghadapi tantangan yang signifikan dalam mengevaluasi dan memilih sumber yang akan digunakan, dan dalam menilai kredibilitas serta validitas dari sumber-sumber tersebut. [1-4]

Dalam pencarian informasi kesehatan, evaluasi referensi sangat penting karena informasi atau saran yang didapat akan berpengaruh signifikan terhadap perilaku dan keputusan yang diambil pasien. Keterampilan literasi yang buruk terhadap informasi kesehatan dan kurangnya penilaian kritis terhadap kualitas informasi juga masih menjadi tantangan bagi pasien. [5]

Bagaimana Pasien Menilai Sebuah Web Kesehatan

Sebuah metananalisis menganalisa bagaimana pengguna web kesehatan menilai kepercayaan dan kredibilitas website berbasis kesehatan. Banyak pengguna menilai website dari segi desain dan juga isi dari website.

Dari segi desain, layout website yang jelas merupakan faktor positif yang kuat yang mempengaruhi kepercayaan pasien terhadap informasi medis yang disajikan. Kehadiran rincian kontak pemilik website juga merupakan faktor yang dipertimbangkan pasien dalam menilai kepercayaan atau kredibilitas.

Dari segi konten, otoritas penulis yang mewakili tingkat keahlian orang yang menulis informasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan pasien terhadap suatu website. Aspek lain dari konten yang mempengaruhi penilaian pasien meliputi objektivitas, manfaat tulisan, keterkinian informasi, cara penyajian informasi, referensi, statistik, relevansi, dan akurasi tulisan, [6]

Perspektif Pasien dan Dokter Mengenai Informasi Kesehatan Berbasis Internet

Sebuah survey pada pasien onkologi di Kanada melaporkan bahwa 44% pasien menggunakan internet untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka. Dari pasien yang sebelumnya tidak diberi tautan ke website yang relevan secara medis, 44% berharap dokter menyediakan informasi tersebut bagi mereka. [7]

Sebuah studi kualitatif menunjukkan bahwa pasien menganggap internet sebagai media tambahan untuk mencari informasi medis. Berdasarkan informan pada penelitian ini, diketahui bahwa pasien mencari informasi medis tidak untuk menjadi pasien serba tau atau lebih superior dibandingkan dokter mereka, tetapi justru agar mereka lebih dapat berperan aktif dalam diskusi dan mengambil keputusan medis. [8] Sejalan dengan hal tersebut, penelitian lain menunjukkan bahwa pasien sering beralih ke website untuk mencari informasi tentang kondisi mereka, tetapi lebih mempercayai jika informasi yang mereka terima berasal dari petugas medis mereka.[9,10]

Dari sisi dokter sendiri, reaksi terhadap pasien yang mencari informasi medis di internet memang bervariasi. Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa banyak dokter bersikap resisten terhadap hal ini. Studi ini melaporkan bahwa dokter merasa informasi yang diperoleh dapat membingungkan pasien atau mendorong ke arah self diagnosis yang salah. [11]

Sejalan dengan hal ini, peneliti lain mengamati bahwa beberapa pasien ragu-ragu untuk mendiskusikan informasi yang mereka pelajari dari internet tentang kondisi mereka karena takut dicap meragukan pengetahuan dokter. [12]

Peran Dokter Membantu Pasien Menghadapi Banyaknya Informasi Kesehatan di Internet

Keberadaan internet sebagai media untuk mencari informasi medis memiliki berbagai keuntungan dan kerugian, baik bagi dokter maupun pasien. Dengan adanya website kesehatan, komunikasi dokter-pasien menjadi lebih mudah, waktu yang dibutuhkan dalam kunjungan klinis menjadi lebih efisien, dan keputusan klinis dapat diambil dengan partisipasi lebih aktif dari pasien. Namun, seperti telah disebutkan sebelumnya, kualitas informasi yang jelek juga dapat menyebabkan pasien mengambil keputusan yang salah, melakukan self diagnosis, ataupun menderita ansietas yang tidak perlu. [13]

Dokter berperan dalam menjembatani pengetahuan kesehatan yang didapat pasien dengan menggunakan pengetahuan medisnya. Dokter dapat melakukan kolaborasi secara positif terkait hal ini, dengan cara berdiskusi dan menganalisis informasi yang didapatkan pasien bersama-sama dan juga merekomendasikan wadah informasi kesehatan yang kredibel (internet prescription). [15]

Dokter dan petugas kesehatan lainnya, sekarang ini sedang memasuki dunia kedokteran baru yang menuntut tanggung jawab untuk mendiskusikan informasi dan dialog dengan pasien. Sebagai profesional medis, penting bagi dokter memperhatikan bagaimana internet digunakan oleh pasien. Memberikan daftar website yang terpercaya bagi pasien, seperti website alodokter, diyakini dapat membantu pasien memahami kondisi kesehatan mereka dengan akurat. Adanya diskusi mengenai pengetahuan berbasis online antara dokter dan pasien diharapkan akan mempermudah pembuatan keputusan kesehatan dan juga outcome kesehatan pasien.

Kesimpulan

Karena internet telah menjadi bagian dari kehidupan modern, semakin banyak pasien beralih ke internet untuk mencari informasi kesehatan. Namun di sisi lain, masih banyak tantangan bagi pasien untuk dapat memilih informasi yang valid dan kredibel dari sebuah website. Dokter berperan untuk menjembatani pengetahuan kesehatan yang didapat pasien dari internet menggunakan pengetahuan medis yang dimilikinya. Dokter dapat melakukan kolaborasi secara positif dengan pasien melalui diskusi dan analisis informasi, serta memberi rekomendasi wadah informasi kesehatan yang kredibel (internet prescription).

Referensi