Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Karsinoma Sel Renal general_alomedika 2026-06-04T09:57:41+07:00 2026-06-04T09:57:41+07:00
Karsinoma Sel Renal
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Karsinoma Sel Renal

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Patofisiologi karsinoma sel renal atau renal cell carcinoma (RCC) melibatkan interaksi antara perubahan genetik, disregulasi jalur molekuler, serta perubahan microenvironment tumor yang mendukung pertumbuhan, angiogenesis, dan metastasis. Mekanisme ini bervariasi antar subtipe histologis, namun memiliki jalur utama yang berperan dalam perkembangan dan progresivitas tumor.[5–8]

Perubahan Genetik dan Jalur Von Hippel–Lindau (VHL)

Salah satu mekanisme utama, terutama pada clear cell renal cell carcinoma, adalah inaktivasi gen tumor suppressor VHL. Mutasi ini dapat terjadi secara sporadik maupun sebagai bagian dari karsinoma sel renal herediter, seperti pada sindrom VHL.

Inaktivasi VHL menyebabkan gangguan degradasi hypoxia-inducible factor (HIF), sehingga terjadi akumulasi HIF meskipun dalam kondisi normoksia. Aktivasi HIF memicu ekspresi berbagai gen yang berperan dalam angiogenesis, proliferasi, dan kelangsungan hidup sel tumor.[5–8]

Selain VHL, perubahan genetik lain yang berhubungan dengan karsinoma sel renal herediter meliputi mutasi pada polybromo 1 (PBRM1), breast cancer susceptibility gene 1 associated protein 1 (BAP1), dan SET domain containing 2 (SETD2), yang berperan dalam regulasi kromatin dan ekspresi gen. Mutasi pada gen-gen ini berkontribusi terhadap ketidakstabilan genom dan perubahan regulasi transkripsi yang mendukung proses karsinogenesis.[7,8]

Birt–Hogg–Dubé syndrome merupakan sindrom herediter lain yang berkaitan dengan karsinoma sel renal, yang disebabkan oleh mutasi germline pada gen folliculin (FLCN) dan diturunkan secara autosomal dominan, sehingga meningkatkan risiko terbentuknya tumor ginjal yang sering bersifat bilateral dan multifokal. Akumulasi berbagai perubahan genetik tersebut menyebabkan heterogenitas tumor serta meningkatkan potensi progresivitas dan agresivitas.[1,2,9]

Angiogenesis dan Proliferasi Tumor

Aktivasi jalur HIF menyebabkan peningkatan ekspresi faktor angiogenik seperti vascular endothelial growth factor (VEGF), yang berperan penting dalam pembentukan pembuluh darah baru. Angiogenesis ini memungkinkan tumor memperoleh suplai oksigen dan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan yang cepat.[5–8]

Selain angiogenesis, jalur proliferasi sel juga mengalami aktivasi melalui berbagai mediator molekuler, termasuk jalur phosphoinositide 3-kinase (PI3K)/protein kinase B (AKT)/ mammalian target of rapamycin (mTOR). Aktivasi jalur ini meningkatkan pertumbuhan sel, menghambat apoptosis, dan memperkuat kemampuan invasi serta metastasis sel tumor.[6–8]

Disregulasi Metabolisme dan Stres Oksidatif

Sel pada karsinoma sel renal menunjukkan perubahan metabolisme yang signifikan, termasuk peningkatan glikolisis aerobik (efek Warburg) dan adaptasi terhadap kondisi hipoksia. Perubahan ini memungkinkan sel tumor tetap bertahan dan berkembang dalam lingkungan dengan suplai oksigen terbatas.[6–8]

Disregulasi metabolisme juga berkaitan dengan peningkatan produksi reactive oxygen species (ROS) yang menyebabkan stres oksidatif. Kondisi ini dapat memicu kerusakan DNA lebih lanjut serta mempercepat akumulasi mutasi yang mendukung progresi tumor. Pada beberapa bentuk herediter seperti yang melibatkan mutasi fumarate hydratase, terjadi akumulasi metabolit yang memperkuat kondisi pseudo-hipoksia dan mempercepat karsinogenesis.[6–8]

Peran Microenvironment dan Sistem Imun

Microenvironment tumor terdiri dari berbagai komponen seperti sel imun, fibroblas, dan matriks ekstraseluler yang berinteraksi dengan sel kanker. Interaksi ini berperan dalam mendukung pertumbuhan tumor, angiogenesis, serta proses invasi dan metastasis.[7,8]

Selain itu, sel pada karsinoma sel renal memiliki kemampuan untuk menghindari sistem imun melalui mekanisme immune evasion, seperti peningkatan ekspresi checkpoint imun. Hal ini menyebabkan respons imun terhadap tumor menjadi tidak efektif dan turut berkontribusi terhadap resistensi terapi, yang menjadi dasar penggunaan imunoterapi pada karsinoma sel renal.[7,8]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Putri Kumala Sari

Referensi

1. Bex A, et al. European Association of Urology (EAU) Guidelines on Renal Cell Carcinoma 2026. Arnhem: EAU Guidelines Office; 2026. https://d56bochluxqnz.cloudfront.net/documents/full-guideline/EAU-Guidelines-on-Renal-Cell-Carcinoma-2026.pdf
2. Powles T, et al; ESMO Guidelines Committee. Electronic address: clinicalguidelines@esmo.org. Renal cell carcinoma: ESMO Clinical Practice Guideline for diagnosis, treatment and follow-up. Ann Oncol. 2024 Aug;35(8):692-706. doi: 10.1016/j.annonc.2024.05.537.
5. Pandey J, Syed W. Renal Cancer. StatPearls Publishing; 2026 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558975/
6. Atkins MB, et al. Epidemiology, Pathology, and Pathogenesis of Renal Cell Carcinoma. UpToDate. 2026. https://www.uptodate.com/contents/epidemiology-pathology-and-pathogenesis-of-renal-cell-carcinoma#H1
7. Raghavendra AS, Kumar P, Sharma R, et al. Brief Note on Etiology and Pathophysiology Involved in Renal Cell Carcinoma. Journal of Clinical & Cellular Immunology. 2023. https://www.longdom.org/open-access/brief-note-on-etiology-and-pathophysiology-involved-in-renal-cell-carcinoma-104022.html
8. Zhang Y, Zhang S, Sun H, et al. The pathogenesis and therapeutic implications of metabolic reprogramming in renal cell carcinoma. Cell Death Discovery. 2025;11(1):186. https://www.nature.com/articles/s41420-025-02479-9
9. Sachdeva K. Renal Cell Carcinoma. Medscpe. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/281340-overview#a4

Pendahuluan Karsinoma Sel Renal
Etiologi Karsinoma Sel Renal
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 23 jam yang lalu
Pengisian Platform SKP
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, saya dokter baru dok. Izin bertanya mengenai pengisian SKP ranah pelayanan. Jika kita bekerja di suatu klinik, puskesmas, ataupun rumah sakit...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas kemarin, 11:09
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Beyond Glasses: Update Tata Laksana Miopia pada Anak dan Dewasa
Oleh: dr.Eurena Maulidya
1 Balasan
ALO Dokter!Link daftar: https://alomedika.com/ecourse/beyond-glasses-update-tata-laksana-miopia-pada-anak-dan-dewasaLink LMS:...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 08 Juni 2026, 13:35
DOKTER WAJIB WASPADA: Ancaman Zoonosis 2026: Ancaman Nyata Flu Burung & Hantavirus
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Kita ketahui bersama begitu banyak penyakit infeksi seperti hantavirus dan nipahvirus yang berpotensi menimbulkan terjadinya pandemi. Manifestasi...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.