Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Cedera Mata general_alomedika 2026-04-08T14:56:08+07:00 2026-04-08T14:56:08+07:00
Cedera Mata
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Epidemiologi Cedera Mata

Oleh :
dr. Sherly Kurniawan
Share To Social Media:

Studi epidemiologi menunjukkan bahwa, angka kejadian cedera mata atau trauma mata mencapai 55 juta kasus di seluruh dunia. Cedera mata merupakan penyebab kebutaan tersering di dunia setelah katarak, glaukoma, degenerasi makula, retinopati dan trachoma. Sebanyak 90% kasus cedera mata bersifat dapat dicegah atau preventable. Pada dewasa, kasus cedera mata paling banyak disebabkan oleh kecelakaan kendaraan, jatuh, dan kekerasan.[2,19]

Trauma kimia pada mata mewakili 10 – 22% dari semua cedera mata. Trauma kimia seringkali terjadi di rumah tangga, kebanyakan disebabkan oleh desinfektan dan larutan pembersih.[16]

Global

Data epidemiologi menunjukkan bahwa 90% kasus cedera mata yang datang ke unit gawat darurat adalah kasus yang dapat dicegah. Data pada pasien dewasa menunjukkan bahwa penyebab tersering adalah kecelakaan kendaraan bermotor, disusul oleh jatuh dan kekerasan.[2]

Sebuah studi berbasis populasi di Iran menunjukkan bahwa trauma tumpul pada mata merupakan jenis cedera mata yang paling banyak ditemukan pada populasi lansia. Studi yang sama juga menunjukkan bahwa gangguan visus akibat cedera mata dialami oleh 12,53% partisipan.[20]

Indonesia

Data dari Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018, menyatakan bahwa prevalensi cedera mata di Indonesia sebesar 0,5%, dengan prevalensi tertinggi dari Provinsi Bangka Belitung, yaitu 1,6%. Jenis kelamin laki-laki, usia 55-64 tahun, dan mereka yang tinggal di pedesaan merupakan kelompok yang paling banyak mengalami cedera mata.[21,22]

Mortalitas

Cedera atau trauma mata tidak menyebabkan mortalitas secara langsung, namun meningkatkan risiko morbiditas penglihatan. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Court et al., cedera mata akibat trauma penetrasi dapat menyebabkan ruptur orbita (35,6%), ablatio retina (15,8%), phthisis bulbi (9,9%), dan endoftalmitis (2,6%).[8,23]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

2. Heath Jeffery RC, Dobes J, Chen FK. Eye injuries: Understanding ocular trauma. Aust J Gen Pract. 2022 Jul;51(7):476-482. doi: 10.31128/AJGP-03-21-5921.
8. Bakara, Arnold. Ahyanti, Mei, dkk. Risiko Cedera Mata Pada Pekerja Industri Pipa Baja. Jurnal Kesehatan Lingkungan Ruwa Jurai. Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang. 2020.
16. Dua HS, Ting DSJ, Al Saadi A, Said DG. Chemical eye injury: pathophysiology, assessment and management. Eye (Lond). 2020 Nov;34(11):2001-2019. doi: 10.1038/s41433-020-1026-6.
19. Samalo D. Gambaran pasien trauma mata di IGD RSUP Dr. M. Djamil Padang. Padang: Universitas Andalas. 2017
20. Hashemi A, Khabazkhoob M, Mehri A, Yekta A, Mortazavi A, Hashemi H. Epidemiology of Ocular Trauma in the Elderly: A Population-Based Study. J Curr Ophthalmol. 2023 Aug 11;35(1):79-85. doi: 10.4103/joco.joco_53_23.
21. Nofityari, Eldisha. Ilahi Fitratul, Ariani, Novita. Analisis karakteristik pasien trauma di RSUP Dr. M. Djamil tahun 2016. Jurnal Kesehatan Andalas 2019
22. Kementerian Kesehatan RI. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). 2018
23. Court JH, Lu LM, Wang N, McGhee CNJ. Visual and ocular morbidity in severe open-globe injuries presenting to a regional eye centre in New Zealand. Clin Exp Ophthalmol. 2019 May;47(4):469-477. doi: 10.1111/ceo.13439

Etiologi Cedera Mata
Diagnosis Cedera Mata

Artikel Terkait

  • Cedera Optik Akibat Paparan Sinar Laser
    Cedera Optik Akibat Paparan Sinar Laser
  • Anatomi Fungsional Mata
    Anatomi Fungsional Mata
  • Red Flag Mata Merah Disertai Nyeri
    Red Flag Mata Merah Disertai Nyeri
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 13 Januari 2026, 18:15
Mata terkena getah kaktus
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo Dokter, izin berdiskusi. Saya ada pasien dengan keluhan mata sebelah kiri terasa nyeri, berair, dan sedikit kabur setelah terkena getah kaktus 3 jam...
Anonymous
Dibalas 07 November 2025, 07:59
apa diagnosis dan terapi benjolan pada mata?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, saya ada kasus...balita usia 2 thn, muncul benjolan di dekat matanya...nyeri (-),.mata berair (-), kemerahan (-), demam (-). Kira2 diagnosis dan...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 03 Juni 2025, 22:40
Mata Lebam - ALOPALOOZA Mata
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
3 Balasan
Dok, saya pernah dapat pasien dengan keluhan matanya bengkak. Pasien bercerita habis bertengkar dan terkena pukulan pada matanya. Keluhan ketajaman...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.