Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penatalaksanaan Ruptur Serviks general_alomedika 2022-12-14T15:19:18+07:00 2022-12-14T15:19:18+07:00
Ruptur Serviks
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Penatalaksanaan Ruptur Serviks

Oleh :
dr.Evan Elian
Share To Social Media:

Penatalaksanaan ruptur serviks atau robekan serviks terdiri dari penanganan keadaan umum, tindakan operasi, dan pengobatan medikamentosa. Keadaan umum yang harus diperhatikan adalah status hemodinamika pasien, bila berisiko syok hemoragik maka perlu resusitasi cairan dengan infus. Sedangkan tindakan operasi atau servikoplasti merupakan penanganan kondisi khusus untuk memperbaiki serviks yang ruptur.

Penatalaksanaan Keadaan Umum

Penatalaksanaan keadaan umum berprinsip untuk mempertahankan hemodinamik pasien akibat perdarahan aktif. Tindakan meliputi resusitasi cairan kristaloid melalui 2 jalur infus intravena, hingga transfusi darah bila perdarahan dinilai sangat berisiko. Tanda dan gejala yang harus diwaspadai adalah penurunan kesadaran, kulit pucat, takikardi, keringat dingin, dan penurunan urine output. Bila didapatkan gejala tersebut maka harus segera diatasi karena dapat berpotensi menjadi syok hemoragik.[16,17]

Tindakan Operasi

Tindakan operasi sebagai penatalaksanaan kondisi khusus adalah prosedur servikoplasti yang bertujuan untuk menghentikan sumber perdarahan. Tindakan penjahitan dilakukan untuk menyatukan jaringan serviks yang terpisah, menggunakan benang sintetis absorbable dengan pola simple interrupted atau continuous. Penjahitan luka dimulai dari bagian terdalam ke arah luar.[17,18]

Pengobatan Medikamentosa

Pengobatan medikamentosa dilakukan ketika kondisi umum pasien dan robekan serviks sudah teratasi dengan baik. Medikamentosa yang disarankan adalah pemberian antibiotik, analgesik, dan laksatif.

Antibiotik

Antibiotik diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri, terutama bakteri Streptococcus group B. Berdasarkan studi, penggunaan antibiotik dapat menurunkan komplikasi infeksi luka jalan lahir dibandingkan dengan tanpa antibiotik. Golongan antibiotika yang bisa digunakan pada kondisi ruptur serviks dan jalan lahir lainnya adalah golongan sefalosporin generasi kedua seperti cefuroxime, cefprozil, dan cefaclor.[17,18,23]

Analgesik

Obat analgesik berperan untuk mengurangi rasa nyeri pada kondisi awal hingga masa pemulihan. Dapat diberikan golongan NSAID (non steroidal anti inflammatory drug) seperti ibuprofen, asam mefenamat, dan diklofenak.[17,18,22]

Laksatif

Laksatif atau pelunak feses diberikan setelah tindakan operasi perbaikan serviks. Digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada saat defekasi, serta untuk menghindari proses mengejan keras. Peningkatan tekanan saat sedang defekasi dapat memicu jaringan serviks terbuka kembali, bila belum menyatu secara sempurna.[17,19]

Referensi

16. Sebghati M, Chandraharan E. An update on the risk factors for and management of obstetric haemorrhage. Women's Health (Lond). 2017;13(2):34‐40. doi:10.1177/1745505717716860
17. ACOG Committee on Practice Bulletins-Obstetrics. Practice Bulletin No.165: Prevention and Management of Obstetric Lacerations at Vaginal Delivery. Obstetrics & Gynecology: July 2016. Vol 128.1,p e1-e15. doi: 10.1097/AOG.0000000000001523
18. Meister MR, Rosenbloom JI, Lowder JL, Cahill AG. Techniques for Repair of Obstetric Anal Sphincter Injuries. Obstet Gynecol Surv. 2018;73(1):33‐39. doi:10.1097/OGX.0000000000000521
19. André Marie, Pierce Marianne, et all. Obstetrical Anal Sphincter Injuries (OASIS):Prevention, Recognition, and Repair. JOGC. 2015, DOI: https://doi.org/10.1016/S1701-2163(16)30081-0
22. Fookes C. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs. Drugs.com. 2018, Available at https://www.drugs.com/drug-class/nonsteroidal-anti-inflammatory-agents.html
23. Fookes C. Second generation cephalosporins. Drugs.com. 2018, Available at https://www.drugs.com/drug-class/second-generation-cephalosporins.html

Diagnosis Ruptur Serviks
Prognosis Ruptur Serviks

Artikel Terkait

  • Induksi Persalinan pada Kehamilan Postterm Sebaiknya Dilakukan sebelum Usia Gestasi 42 Minggu
    Induksi Persalinan pada Kehamilan Postterm Sebaiknya Dilakukan sebelum Usia Gestasi 42 Minggu
Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 8 jam yang lalu
Sekarang Giliran Anda - 1.000 AP Pasti Jadi Milikmu! Ikuti Channel Perlindungan Kulit Sensitif dan Berjerawat - Berlaku hanya 3 hari
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Sekarang giliran Anda mendapatkan 1.000 Alomedika Point dengan cara follow channel Perlindungan Kulit Sensitif dan Berjerawat di  aplikasi...
Anonymous
Dibalas kemarin, 09:47
Tata laksana kejang refrakter pada anak 4 bulan dengan BB 5 kg
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Pasien anak 5kg 4 bulan dengan kejang >30 menit riwayat diare karena minum sufor. diberikan phenobarbital di igd, hasil wbc 46 hb 8 plt 400 mulai syok dan...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 29 September 2026, 09:29
Kombinasi Asam Azelaic & Asam Salisilat pada Terapi Akne: Apa Kata Dokter Indonesia
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
ALO Dokter.Yuk, kita baca artikel menarik tentang alternatif kombinasi bahan aktif dalam tata laksana akne:...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.