Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Stenosis Pilorus Pediatrik general_alomedika 2023-04-05T09:10:28+07:00 2023-04-05T09:10:28+07:00
Stenosis Pilorus Pediatrik
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Stenosis Pilorus Pediatrik

Oleh :
dr. Yoke K. Putri, M.Sc, Sp.A, IBCLC
Share To Social Media:

Stenosis pilorus pediatrik atau sering juga disebut infantile hypertrophic pyloric stenosis (IHPS) adalah suatu kelainan di masa bayi yang terjadi karena adanya hiperplasia serabut otot polos pilorus yang menyebabkan penyempitan kanal pilorik dan obstruksi saluran lambung.[1-3]

Etiologi dari IHSP ini bersifat multifaktorial. Abnormalitas dari pilorus dapat disebabkan oleh kelainan struktur maupun kelainan genetik. Saat ini penelitian genetik menemukan sejumlah  lokus yang menunjukkan kerentanan pada IHSP. Namun, dibutuhkan penelitian ini lebih lanjut.[3-5]

pediatrik stenosis pylori-min

Gejala yang umum terjadi adalah muntah yang makin lama makin parah, anak menjadi dehidrasi, dan terlihatnya gerakan peristaltik usus. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan ultrasonografi. Tata laksanya IHPS adalah tindakan bedah pyloromyotomy yang diperkenalkan pertama kali oleh Conrad Ramstedt. ISHP harus dibedakan pada kondisi muntah pediatrik seperti gastroenteritis maupun pediatrik gastroesophageal refluks (GERD).[1-4]

Referensi

1. Pandya S, Heiss K. Pyloric stenosis in pediatric surgery: an evidence-based review. Surg Clin North Am. 2012 Jun. 92(3):527-39, vii-viii.
2. Ndongo R, Tolefac PN, Tambo FFM, Minkande JZ et al. Infantile hypertrophic pyloric stenosis: a 4-year experience from two tertiary care centres in Cameroon. BMC Res Notes (2018) 11:33 https://doi.org/10.1186/s13104-018-3131-1.
3. Nazer H, Cuffari C. Pediatric Hypertrophic Pyloric Stenosis. https://emedicine.medscape.com/article/803489-overview
4. Georgoula C, Gardiner M. Pyloric stenosis a 100 years after Ramstedt. Arch Dis Child2012;97:741–745. doi:10.1136/archdischild-2011-301526.
5. Panteli C. New insights into the pathogenesis of infantile pyloric stenosis. Pediatr Surg Int. 2009 Dec;25(12):1043-52. doi: 10.1007/s00383-009-2484-x. Epub 2009 Sep 16. PMID: 19760199.

Patofisiologi Stenosis Pilorus P...

Artikel Terkait

  • Red Flag Muntah pada Neonatus
    Red Flag Muntah pada Neonatus
  • Video Alomedika - Tanda Bahaya Muntah pada Neonatus
    Video Alomedika - Tanda Bahaya Muntah pada Neonatus
Diskusi Terbaru
dr.Nurh Syada
Dibalas 16 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Navigasi Kasus Saraf di Era AI: Memecahkan Dilema Akut hingga Kronis - Kamis, 19 November 2026 Jam: 10.00-11.30 WIB
Oleh: dr.Nurh Syada
1 Balasan
ALO Dokter!Link daftarnya:https://www.alomedika.com/webinar/navigasi-kasus-saraf-di-era-ai-memecahkan-dilema-akut-hingga-kronis?type=singleLink...
dr. Lathifa Dinar
Dibalas 19 jam yang lalu
Pasien Mendadak Buta dan Visus Menurun Mendadak, Pasti Glaukoma?!
Oleh: dr. Lathifa Dinar
1 Balasan
Pasien berusia 45 tahun datang ke layanan primer dengan keluhan penglihatan mata kiri tiba-tiba menghilang sejak 30 menit yang lalu. Beberapa minggu terakhir...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 15 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Glaukoma 2026: New Approach pada Mata Merah - Rabu, 11 November 2026 Jam: 14.00-15.30 WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
Kerusakan saraf optik akibat glaukoma bisa terjadi diam-diam! Pasien dapat datang tanpa keluhan, padahal kerusakan sudah berlangsung tanpa disadari. Karena...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.