Pencegahan Terhadap Otitis Media Akut

Oleh dr. Riawati Jahja

Untuk mengetahui mengenai pencegahan terhadap otitis media akut (OMA), dokter perlu mengetahui terlebih dahulu faktor risiko terkait infeksi tersebut sehingga pencegahan dapat dilakukan dengan maksimal.

Masalah yang ditimbulkan bila seseorang menderita Otitis Media Akutbukan saja demam yang berlangsung terus-menerus terutama pada bayi dan anak kecil,  tapi juga dapat menimbulkan sakit dengan intensitas tinggi dan menurunnya ketajaman pendengaran pada anak yang lebih besar dan orang dewasa.

OMA memang dapat diobati, dan pada anak dapat sembuh dengan sendirinya apabila penyebabnya virus, namun, rekurensi penyakit ini dapat berdampak tidak baik terhadap kualitas hidup seseorang, dan bahkan dapat memburuk berakibat dengan kehilangan pendengaran secara permanen. Menurut Qureishi, Lee, Belfield, Birchall, & Daniel, 2014, pengobatan yang ideal terhadap OMA ini adalah dengan upaya pencegahan terhadap penyakit ini, dilakukan secara efektif, segera, berkelangsungan, dan non-toksik. Sebelum mengetahui lebih jauh tentang usaha pencegahan ini, ada baiknya diketahui terlebih dahulu mengenai faktor-faktor risiko mendapat infeksi OMA, dan dari perihal ini dapat dilakukan usaha pencegahannya.

Otitis media dengan efusi. Yu C, Openi, 2013 Otitis media dengan efusi. Yu C, Openi, 2013

FAKTOR RISIKO

Faktor host:

  • Umur

    • Anak-anak lebih mudah dan sering terkena OMA daripada orang dewasa

  • Lahir prematur
  • Jenis kelamin
  • Ras

    • Penduduk asli benua Amerika Utara, dan etnik Inuit yang tinggal di daerah Arktika

  • Alergi, contohnya: Rinitis Alergi
  • Abnormalitas kraniofasial, seperti pada sumbing bagian palatal
  • Hiperplasia adenoid
  • Refluks gastroesofageal
  • Predisposisi genetik, seperti Down’s syndrome, riwayat keluarga/orangtua pernah menderita otitis media

Faktor lingkungan:

  • Infeksi traktus respiratorus bagian atas oleh virus

    • Merupakan faktor predisposisi yang jelas untuk timbulnya OMA

  • Insiden kasus ini juga berhubungan dengan musiman, contohnya musim tertentu di mana terjadi penyebaran sakit flu di masyarakat
  • Tempat penitipan anak
  • Keluarga besar terutama banyak anak balita
  • Paparan asap rokok
  • Air susu ibu
  • Aspek sosio-ekonomik
  • Bayi yang menggunakan dot

Dari faktor-faktor tersebut di atas usaha preventif terhadap OMA adalah lebih baik daripada kesibukan kuratif  

UPAYA PENCEGAHAN

Berikut adalah tindakan pencegahan terhadap faktor risiko tersebut di atas yang dianggap dapat dimodifikasi, atau ditanggulangi menurut hasil ilmiah, yang dilaporkan oleh Neto et al., 2006; Ulhari et al., 1996; Forgie et al., 2009:

  • Insiden tinggi terkena otitis media pada anak yang mengalami bibir sumbing bagian palatal

    • Kasus baru OMA sering terjadi pada anak-anak <2 tahun
    • Setelah dikoreksi dengan tindakan operasi, rekurensi kasus otitis media menurun

  • Meski pendapat mengenai rinitis alergi masih kontroversi terhadap kejadian OMA, namun terdapat bukti ilmiah yang mengatakan bahwa:

    • Ditemukannya peningkatan IgE pada efusi telinga tengah pada 14 anak dari total 32 anak yang menderita alergi ini, dibandingkan dengan 2 anak dari total 45 anak yang dianggap non-alergi
    • Selanjutnya, dilakukan investigasi dan penanganan terhadap prekursor, atau pencetus alergi tersebut

  • Otitis media juga dapat terjadi berhubungan dengan seringnya terjadi refluk gastroesofageal

    • Hal ini dikemukakan berdasarkan laporan beberapa kasus pada manusia, dan hewan percobaan
    • Otitis media karena sebab refluk ini, biasanya akan menjadi kronis, oleh sebab terlambat diagnosisnya
    • Anak kecil lebih rentan terkena daripada anak yang lebih besar, atau orang dewasa, oleh karena bentuk anatomi telinga tengah yang berbeda

  • Hiperplasia adenoid dapat menimbulkan serangan otitis media pada anak

    • Hal ini berkenaan dengan penyebab banyaknya kuman dalam adenod daripada teori yang mengatakan bahwa penyebabnya adalah obstruksi karena pembesaran adenoid
    • Telah ada bukti laporan bahwa adenoid merupakan reservoir kuman patogen, yang menginfeksi ke jaringan sekitarnya, terutama ke bagian telinga tengah
    • Ada baiknya dilakukan adenoidektomi pada anak yang sering terserang otitis media, dan telah menjadi kronis oleh sebab ini

  • Terapi antimikroba dapat diberikan pada pasien yang sedang terkena OMA karena kuman patogen dalam upaya pencegahan sekunder terhadap perforasi membrane timpani dan kehilangan ketajaman pendengaran

otitis-media-alodokter

Edukasi kepada pasien, keluarga, orangtua mengenai:

  • Risiko terkena OMA menurun pada bayi yang diberikan air susu ibu sedikitnya dalam tiga bulan pertama

    • Karenanya, edukasi kepada pasien ibu yang baru melahirkan untuk menyusui bayinya secara ekskluif dalam tiga bulan pertama
    • Edukasi ini disampaikan juga kepada suami, keluarga, orangtua untuk memberi dukungan pada pasien tersebut dalam pelaksanaan hariannya di rumah

  • Mempraktikkan higiene dan sanitasi yang baik dan benar, seperti cuci tangan and membersihkan mainan anak secara teratur dengan tujuan mengurangi risiko terkena infeksi pernapasan atas dan lainnya
  • Hindari merokok, bebaskan lingkungan anak dan keluarga dari asap rokok, atau polusi udara
  • Hindari anak dari terkena penyakit infeksi pernapasan atas, misalnya dengan memberi diri dan anak imunisasi influenza, atau pneumokokal
  • Bila memungkinkan, bayi sebaiknya diberikan air susu ibu daripada susu formula
  • Gunakan jasa penitipan anak dalam grup kecil, atau titipkan pada keluarga
  • Hindari pemberian dot pada anak <3 tahun
  • Anak yang mengalami OMA rekuren, pada kasus tertentu dapat diberikan antibiotika profilaksis jangka pendek ketika anak mendapat infeksi pernapasan atas
  • Menggunakan alat kontrasepsi untuk menjaga rentang usia anak, dan jumlah anak   

   

Referensi