Manfaat Penggunaan Musik Selama Kolonoskopi - Telaah Jurnal

Oleh :
dr. Eduward T, SpPD

Use of music during colonoscopy: An updated meta analysis of randomized controlled trials.

Heath RD, Parsa N, Kome MLM, Buescher V, Samiullah S, Nguyen DL, Tahan V, Ghouri YA, Puli SR, Bechtold ML. World J MetaAnal, 2019. 7(9): 428435. doi: 10.13105/wjma.v7.i9.428

Abstrak

Latar Belakang: Musik tampak memberi manfaat pada berbagai bidang klinis. Kolonoskopi merupakan salah satu peristiwa yang menimbulkan stres bagi pasien, terutama pada conscious sedation. Penerapan musik selama kolonoskopi telah dievaluasi pada banyak percobaan acak terkontrol (RCT) dengan hasil yang beragam. Bahkan, meta analisis terkait hal ini, selama bertahun-tahun memberikan kesimpulan yang inkonsisten. Oleh sebab itu, peneliti melakukan meta analisis lanjutan mengenai penggunaan musik selama kolonoskopi.

Tujuan: Untuk memeriksa dampak penggunaan musik yang diputar selama kolonoskopi terhadap perspektif pasien dan kebutuhan sedasi.

Metode: Pencarian pada basis data besar dilakukan secara agresif (hingga november 2018). Semua uji klinis yang membandingkan musik dengan tanpa musik selama kolonoskopi pada pasien dewasa dimasukkan dalam analisis. Perhitungan estimasi gabungan (pooled estimate) untuk dosis obat sedatif, waktu total prosedur, pengalaman pasien, keinginan untuk mengulangi prosedur, dan skor nyeri dilakukan menggunakan odds ratio (OR) dan mean difference (MD) dengan model random effects.

Hasil: Sebelas studi RCT diikutsertakan dalam analisis (n= 988). Penggunaan musik selama kolonoskopi menunjukkan hasil statistik yang bermakna untuk penurunan waktu total prosedur (MD: -2,3 menit; 95% CI: -4,13 hingga -0,47; p= 0,01) dan nyeri pasien (MD: -1,26; 95% CI: -2,28 hingga -0,24; p= 0,02), sekaligus memperbaiki pengalaman pasien (MD: -1,11; 95%CI: -1,7 hingga -0,53; p < 0,01) jika dibandingkan dengan metode tanpa musik. Tidak ditemukan perbedaan statistik yang bermakna untuk dosis midazolam, meperidine, atau keinginan pasien untuk mengulangi kolonoskopi.

Kesimpulan: Penggunaan musik selama kolonoskopi tampaknya mampu meningkatkan pengalaman pasien secara keseluruhan, mengurangi waktu prosedur, dan nyeri pasien. Oleh sebab itu, musik sebagai intervensi noninvasif amat disarankan untuk digunakan selama prosedur kolonoskopi.

musictherapycomp

Ulasan Alomedika

Sebagai salah satu prosedur diagnostik maupun terapeutik, endoskopi (khususnya kolonoskopi) banyak dilakukan pada pasien dengan masalah gastrointestinal, misalnya mereka yang dicurigai mengalami kanker kolorektal atau inflammatory bowel disease. Namun, prosedur kolonoskopi turut memberikan kecemasan bagi pasien. Sering kali, pasien mengalami stres dan ketidaknyamanan baik sebelum maupun selama prosedur, terutama pada concious sedation.

Penerapan musik selama prosedur sudah banyak digunakan pada berbagai bidang kedokteran, seperti radiologi, ginekologi, urologi, dan pulmonologi. Bahkan, sudah ada sejumlah penelitian acak terkontrol yang menyelidiki dampak tersebut. Meta analisis ini bertujuan untuk memeriksa dampak dari penggunaan musik dengan tanpa musik selama prosedur kolonoskopi dari berbagai data randomized controlled trial (RCT) yang terkini.

Ulasan Metode Penelitian

Penulis melakukan pencarian basis data RCT pada Medline, PubMed, Scopus, Cumulative Index for Nursing and Allied Health Literature, Cochrane Central Register of Controlled trials, dan Embase. Hanya studi RCT pada pasien dewasa yang melakukan perbandingan musik dan tanpa musik selama kolonoskopi dengan sedasi moderat yang diikutsertakan dalam analisis. Data RCT dinilai dengan menerapkan Cochrane Collaboration Risk of Bias Tool.

Efek musik terhadap pasien selama kolonoskopi dianalisis dengan menghitung estimasi gabungan untuk dosis obat sedatif (meperidine dan midazolam), waktu total prosedur, skor nyeri pasien, pengalaman pasien, dan keinginan pasien untuk mengulangi kolonoskopi.

Ulasan Hasil Penelitian

Dari 177 artikel yang diperoleh, hanya 11 RCT yang memenuhi kriteria inklusi, dengan total 988 pasien. Pooled estimation analysis menemukan hasil yang bermakna secara statistik untuk keunggulan penerapan musik selama kolonoskopi dalam hal mengurangi durasi prosedur (rerata perbedaan -2,3), nyeri pasien , dan perbaikan pengalaman pasien. Namun, tidak ditemukan perbedaan yang bermakna secara statistik dalam hal dosis sedasi yang digunakan atau keinginan pasien untuk mengulangi kolonoskopi.

Kelebihan Penelitian

Kelebihan penelitian ini terletak pada metode penelitian yang diterapkan. Meta analisis ini menerapkan kriteria inklusi yang terfokus pada satu jenis sedasi saja dan hanya mengikutsertakan RCT, sehingga amat membantu dalam mengurangi risiko bias seleksi. Selain itu, data RCT yang diambil berasal dari data penelitian global terkini dan sudah melewati penilaian Cochrane Bias Tool maupun tes I2 untuk penilaian heterogenitas data. Hal tersebut cukup signifikan dalam mengurangi risiko bias publikasi.

Limitasi Penelitian

Terlepas dari kelebihan metode penelitian yang diterapkan, ada sejumlah limitasi pada meta analisis ini. Pertama, data RCT yang diikutsertakan relatif heterogen. Kedua, sehubungan dengan heterogenitas data yang dikumpulkan, meta analisis ini tidak melakukan subanalisis dalam aspek waktu kapan musik mulai diterapkan (apakah di awal prosedur atau di pertengahan prosedur, sebelum upaya sedasi atau sesudah sedasi), aspek media musik yang digunakan (apakah menggunakan headphone atau radio atau perangkat stereo), serta jenis musik yang dipakai selama prosedur (musik klasik atau easy listening pop). Selain itu, preferensi musik masing-masing pasien bisa saja berbeda demikian pula terhadap tenaga medis yang melakukan kolonoskopi. Variabel-variabel tersebut bisa saja mempengaruhi hasil akhir analisis jika turut disertakan.

Selain itu, data analisis ini hanya difokuskan pada pasien dewasa, sehingga membatasi penerapan hasil pada populasi tertentu saja.

Aplikasi Hasil Penelitian di Indonesia

Terlepas dari limitasi penelitian di atas, penerapan musik tampaknya mampu memperbaiki pengalaman pasien dan mengurangi waktu total prosedur maupun nyeri pasien selama kolonoskopi. Selain itu, dengan pertimbangan biaya rendah maupun metode yang bersifat noninvasif, penerapan musik selama kolonoskopi dapat dengan mudah diaplikasikan di Indonesia.

Referensi