Kolonoskopi pada Divertikulitis Akut

Oleh :
dr. Reren Ramanda

Kolonoskopi umum dilakukan secara rutin pada semua pasien divertikulitis akut untuk mengeksklusi kemungkinan kanker kolorektal sebagai penyebab gejala yang dialami pasien. Hal ini dibantah oleh bukti ilmiah terbaru yang menyarankan kolonoskopi hanya dilakukan pada kelompok pasien tertentu.

Divertikulitis akut adalah inflamasi pada kantung divertikula yang terbentuk akibat herniasi. Divertikulitis akut dianggap dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal sehingga kolonoskopi dianjurkan untuk dilakukan secara rutin pada pasien divertikulitis akut.

diverticcomp

Computed tomography (CT) scan dengan kontras disertai gambaran klinis khas divertikulitis akut secara umum telah diterima sebagai standar baku emas penegakan diagnosa divertikulitis akut serta sebagai alat penilaian derajat beratnya penyakit beserta komplikasi penyertanya, seperti abses divertikular atau perforasi.

Gambaran trias divertikulitis akut pada pencitraan melalui CT Scan adalah ditemukannya divertikula kolon, penebalan dinding usus besar terlokalisir > 4 mm, dan peningkatan densitas jaringan lunak pada lemak abdomen yang berdekatan dengan lesi. [1-4]

Kolonoskopi untuk Eksklusi Kanker Kolorektal pada Divertikulitis Akut

Kolonoskopi oleh beberapa pedoman klinis direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin untuk eksklusi kemungkinan kanker kolorektal pada divertikulitis akut. Hal ini disebabkan oleh gejala kanker kolorektal yang dapat menyerupai gejala divertikulitis akut. Selain itu, gambaran CT scan divertikulitis akut (contohnya, penebalan dinding kolon) juga dapat ditemukan pada gambaran CT scan kanker kolon.

Rekomendasi American Society of Colon and Rectal Surgeons dan The American College of Gastroenterology

American Society of Colon and Rectal Surgeons dan The American College of Gastroenterology merekomendasikan pasien divertikulitis akut untuk menjalani kolonoskopi sebagai proses eksklusi kemungkinan kanker kolon pasca divertikulitis akut. Tindakan dilakukan dalam 6 sampai 8 minggu setelah pasien pulang dari rumah sakit untuk mencegah komplikasi perforasi bila kolonoskopi dilakukan lebih awal. [5,6]

Rekomendasi Netherlands Society of Surgery dan World Society of Emergency Surgery

Rekomendasi dari Netherlands Society of Surgery dan World Society of Emergency Surgery justru tidak menyarankan praktik kolonoskopi rutin. Kedua pedoman klinis ini merekomendasikan kolonoskopi rutin tidak dilakukan pada pasien asimtomatik setelah episode divertikulitis akut atau pada pasien divertikulitis akut tanpa komplikasi. [7,8]

Sanggahan terhadap Rekomendasi Kolonoskopi Rutin untuk Eksklusi Kanker Kolorektal pada Divertikulitis Akut

Tinjauan pustaka tahun 2017 memberikan sanggahan terhadap rekomendasi di atas. Rekomendasi mengenai kolonoskopi rutin pada pasien divertikulitis akut dinilai tidak didukung bukti ilmiah yang memadai.

Studi ini menemukan rendahnya risiko kanker kolorektal pada pasien divertikulitis tanpa komplikasi. Selain itu, prevalensi kanker kolon pada divertikulitis juga tidak berbeda bermakna dengan populasi umum asimtomatik.

Kolonoskopi sebaiknya tidak dilakukan secara rutin dan hanya dilakukan pada kondisi berikut :

  • Divertikulitis akut dengan komplikasi (misalnya abses atau fistula)
  • Divertikulitis akut tanpa komplikasi dengan faktor risiko kanker kolorektal seperti hasil tes feses darah okult positif atau riwayat saudara/orang tua dengan kanker kolorektal sebelum usia 55 tahun [9]
  • Divertikulitis akut tanpa komplikasi pada pasien dengan usia 50 tahun ke atas [10]

Meta analisis tahun 2019 juga menyatakan hal serupa bahwa kolonoskopi sebaiknya tidak dilakukan secara rutin pada pasien divertikulitis akut. Kolonoskopi hanya direkomendasikan pada pasien divertikulitis akut komplikata atau pasien dengan gejala persisten setelah terapi. [1]

Kesimpulan

Walaupun pedoman penanganan divertikulitis akut yang ada masih merekomendasikan tindakan kolonoskopi secara rutin pada pasien divertikulitis akut, data yang mendukung hal tersebut masih sangat sedikit.

Bukti ilmiah yang ada saat ini tidak lagi menyarankan kolonoskopi dilakukan secara rutin. Kolonoskopi sebaiknya hanya dilakukan pada divertikulitis akut dengan komplikasi, pasien dengan gejala persisten setelah terapi, pada pasien 50 tahun ke atas, atau pada divertikulitis akut tanpa komplikasi dengan adanya faktor risiko kanker kolorektal.

Referensi