Manfaat dan Keamanan Vaksin Tifoid

Oleh dr. Hunied Kautsar

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat endemisitas dan morbiditas demam tifoid yang cukup tinggi sehingga penting diketahui manfaat dan keamanan vaksin tifoid untuk menjadi harapan baru dalam menanggulangi kasus demam tifoid. Perbaikan sanitasi dan peningkatan standar kebersihan makanan menjadi kunci dari pengendalian endemik tifoid, namun di daerah terpencil perbaikan tersebut berjalan lamban. Tenaga kesehatan yang tidak merata di wilayah terpencil Indonesia dan meningkatnya resistensi terhadap antibiotik juga mempersulit penanggulangan demam tifoid jika hanya mengandalkan antibiotik. Berikut adalah ulasan mengenai jenis, manfaat dan keamanan, serta indikasi dari vaksin tifoid.

 Vivotif-typhoid-live-oral-vaccine_K_Wikimedia commons_2014_compressed

Jenis Vaksin yang Tersedia

Di pasar internasional, tersedia dua jenis vaksin yang sudah disetujui penggunaannya oleh WHO. Jenis yang pertama adalah vaksin oral yang mengandung bakteri hidup yang sudah dilemahkan (S. typhi Ty21a) yang dikenal dengan nama vaksin Ty21a. Tersedia dalam bentuk kapsul. Di Australia dan Eropa, dosis yang dipakai adalah 3 kapsul pada hari ke-1, 3 dan 5. Dosis ini diulang setiap tahun bagi individu yang berasal dari negara nonendemis dan berkunjung ke negara endemis. Bagi individu yang tinggal di negara atau area yang endemis, dosis tersebut diulang setiap 3 tahun sekali. [1]

Di Amerika dan Kanada, dosis yang dipakai adalah 4 kapsul pada hari ke-1, 3, 5, dan 7. Di Kanada, dosis tersebut diulang hanya setelah 7 tahun, sedangkan di Amerika, dosis tersebut diulang setelah 5 tahun, tanpa memandang resiko demam tifoid di negara atau area tempat tinggal. [1] Durasi proteksi setelah vaksinasi Ty21a bervariasi, bergantung pada dosis vaksin dan paparan dari S. typhi (natural booster). [1]

Jenis lain yang tersedia di pasar internasional adalah vaksin Vi kapsuler polisakarida. Jenis vaksin ini adalah vaksin tifoid yang dipakai di Indonesia. Vaksin ini mengandung polisakarida Vi dari kapsul bakteri Salmonella. Level protektif akan dicapai setelah 2-3 minggu dari pemberian vaksin. Vaksin ini hanya direkomendasikan untuk individu diatas usia 2 tahun. Vaksin tersedia dalam bentuk syringe siap pakai 0,5 ml yang berisi 25 mikrogram antigen Vi dalam buffer fenol isotonik. Vaksin diberikan secara intramuskular di deltoid. Dosis tersebut diulang setiap 3 tahun. [2]

Di Indonesia juga tersedia vaksin kombinasi Vi kapsuler polisakarida dan hepatitis A inaktif. Vaksin kombinasi ini direkomendasikan untuk individu di atas usia 16 tahun. Level protektif akan dicapai setelah 2-3 minggu pemberian vaksin. Vaksin tersedia dalam bentuk dual chamber syringe siap pakai dengan volume 1 ml, masing-masing 0,5 ml untuk setiap vaksin. Dosis tersebut diulang setiap 3 tahun sekali. Tidak ada perbedaan efektivitas pemberian vaksin kombinasi dengan vaksin tifoid dan hepatitis A yang diberikan secara terpisah. [2, 3] Konsumsi obat proguanil, mefloquine dan antibiotik sebaiknya dihentikan 3 hari sebelum dan 3 hari sesudah imunisasi Ty21a. [1]

Manfaat dan Keamanan Vaksin Tifoid

Vaksin Ty21a mencegah sepertiga hingga setengah dari jumlah kasus demam tifoid pada 2 tahun pertama setelah vaksinasi. Tidak ditemukan perbedaan efikasi dari vaksin Ty21a pada tahun ketiga setelah vaksinasi jika dibandingkan dengan plasebo. Jika dibandingkan dengan plasebo, vaksin Ty21a tidak diasosiasikan dengan meningkatnya kejadian mual dan muntah, diare ataupun nyeri abdomen (dibuktikan dengan 4 uji kontrol terkendali yang mencakup 2.066 partisipan), nyeri kepala maupun ruam (data didapat dari 2 uji kontrol terkendali yang mencakup 1.190 partisipan). Namun, kejadian demam ditemukan lebih banyak pada kelompok yang menerima vaksin Ty21a dibandingkan dengan kelompok kontrol (dibuktikan oleh 4 uji kontrol terkendali yang mencakup 2.066 partisipan). [4]

Vaksin tifoid juga didapatkan mencegah dua pertiga dari total kasus demam tifoid pada satu tahun pertama setelah vaksinasi. Pada tahun ke-2, hasil dari penelitian tersebut lebih bervariasi, dengan kisaran 45%-69%. Pada tahun ketiga, manfaat dari vaksin Vi polisakarida berkisar antara 55%. Jika dibandingkan dengan plasebo, vaksin Vi polisakarida tidak diasosiasikan dengan meningkatnya kejadian demam (dibuktikan oleh 4 uji kontrol terkendali yang mencakup 133.038 partisipan) atau eritema (dibuktikan oleh 3 uji kontrol terkendali yang mencakup 132.261 partisipan). Namun, pembengkakan pada lokasi injeksi (dibuktikan oleh 3 uji kontrol terkendali yang mencakup 1.767 partisipan) dan rasa nyeri pada lokasi injeksi (dibuktikan oleh 1 uji kontrol terkendali yang mencakup 667 partisipan) ditemukan lebih banyak pada kelompok perlakuan yang menerima injeksi vaksin Vi polisakarida. Berdasarkan data tersebut, vaksin tifoid hanya menunjukkan efek samping minimal sehingga aman digunakan.[4]

Di beberapa negara seperti Cina, India dan Vietnam, vaksinasi tifoid sudah menjadi program vaksinasi publik sejak sebelum tahun 2008, dengan target anak usia pra sekolah dan sekolah. [5, 6] Di Indonesia, vaksinasi tifoid belum masuk ke dalam program imunisasi nasional sehingga administrasinya masih terbatas pada klinik atau rumah sakit tertentu atas permintaan dan biaya pasien sendiri.

Kelompok Masyarakat yang Menjadi Sasaran Vaksin Tifoid

Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran vaksin tifoid adalah sebagai berikut:

  • Anak-anak usia sekolah, mengingat tidak semua sekolah memiliki standar kebersihan kantin sekolah yang sama sehingga sulit bagi orang tua dan guru untuk mengontrol kebersihan makanan yang dikonsumsi oleh para siswa.
  • Koki dan pramusaji di hotel, restoran, kantin, usaha katering dan warung makan yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia.
  • Petugas di (instalasi) bagian gizi rumah sakit.
  • Pekerja atau petugas yang berkaitan atau berkontak dengan makanan/minuman atau peralatan makan/minum yang disajikan kepada sekelompok orang seperti di kantor pemerintahan atau di kantor swasta. [2]
  • Wisatawan yang berasal dari negara nonendemis dan berkunjung ke negara atau daerah endemis, terutama ke daerah terpencil dengan kebersihan makanan dan sumber air yang tidak terjamin. [7]
  • Individu dengan resiko paparan yang tinggi terhadap Salmonella serotipe Typhi di lingkungan rumah. [7]
  • Mikrobiologis atau petugas laboratorium yang secara rutin terpapar kultur Salmonella serotipe Typhi atau spesimen yang mengandung bakteri tersebut. [7]

Kontraindikasi Vaksin Tifoid

Vaksin tifoid dikontraindikasikan pada golongan populasi di bawah ini:

  • Individu yang hipersensitif terhadap komponen vaksin
  • Individu di bawah usia 2 tahun
  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui

Referensi