Vaksin Covid-19 pada orang yang dicurigai penyintas Covid-19 - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, izin bertanya. Seorang wanita, 29th, tanpa komorbid, 4 minggu yll mengalami gejala anosmia dan meriang (suhu tidak diukur) selama 2 hari, tidak...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Vaksin Covid-19 pada orang yang dicurigai penyintas Covid-19

    Dibalas 18 September 2021, 13:39

    Alo dokter, izin bertanya. Seorang wanita, 29th, tanpa komorbid, 4 minggu yll mengalami gejala anosmia dan meriang (suhu tidak diukur) selama 2 hari, tidak pernah dilakukan swab PCR ataupun antigen ataupun diperiksakan ke dokter. Apakah diperbolehkan langsung vaksin Covid-19 atau sebaiknya disarankan menunggu 3 bulan kemudian? (mengingat di kuesioner vaksin hanya disebutkan tidak sedang mengalami ISPA dalam 7 hari terakhir)

    Mohon advisnya, Dokter. Terima kasih 🙏

02 September 2021, 02:05
Alo dokter,
Pemberian vaksin pada penyintas atau suspek Covid-19 disarankan dilakukan setelah 3 bulan pasca infeksi oleh Kemenkes. Namun, bedasarkan CDC, pemberian vaksin pada penyintas dapat segera dilakukan, kecuali pada penyintas yang mendapati terapi plasma konvalesen atau antibodi monoclonal (menunggu hingga 90 hari).
Pemberian vaksin paksa infeksi Covid-19 ini dapat dilakukan segera untuk mencegah reinfeksi  dikarenakan berbedanya respon imun pada setiap penyintas.
Kendala di lapangan, kita susah menentukan kapan pasien dinyatakan sembuh karena tidak semua pasien dievaluasi melalui pcr, apalagi jika pasien tidak terkonfirmasi antigen/pcr dari awal. Jadi sesuai kemenkes terbaru, pasien dinyatakan sembuh jika sudah karantina 10 hari sejak gejala pertama muncul dan 3 hari bebas gejala.
Pada kasus diatas, diperbolehkan dilakukan pemberian vaksin karena pasien termasuk kategori probable covid-19 dan sudah 4 minggu sejak gejala terakhir, namun saya menyarankan agar dilakukan pemeriksaan antibodi kualitatif untuk konfirmasi. Jika sudah terbentuk cukup antibodi, tidak diperlukan vaksin setidaknya hingga 90 hari pasca infeksi.
02 September 2021, 13:09
Terima kasih informasinya dok 🙏
01 September 2021, 17:28
Alo Dokter,
Kalau tidak pernah terbukti terkonfirmasi positif Covid, skrining dilakukan seperti pasien lainnya dok. Jadi, jika saat skrining pasien sehat, tdk ada riwayat imunisasi 1 bln terakhir, tidak sedang hamil muda (pada perempuan), pasien dpt diberikan vaksin Covid dok. Pun, jika pasien ternyata dulu benar terkonfirmasi positif lalu mendapat vaksin Covid kurang dari 3 bln pun sebenarnya tidak masalah dokter.Referensi : PAPDI
02 September 2021, 13:00
Terima kasih sharingnya dokter 🙏. Tadinya saya ingin menyarankan demikian juga ke pasien, namun ragu karena pernah sempat membaca bila divaksin covid kurang dari 3 bulan post infeksi, dapat mempengaruhi terbentuknya antibodi terhadap vaksin, sehingga vaksin jadi tidak efektif. Selain itu juga ada artikel yang menyebutkan lebih cenderung ada KIPI pada penyintas yang belum 3 bulan. Sumber yang saya temukan hanya sebatas artikel pendapat ahli.
Sayang sekali saya belum menemukan jurnal yang membahas hal ini. Bila dokter atau TS yang lain ada, boleh mohon dishare y dok. Terima kasih banyak 🙏
01 September 2021, 21:04
Alo dokter, izin ikut menjawab ya. Sering kali sy juga menemukan pasien seperti ini Dok.
Namun karena sejauh ini anosmia memang menjadi salah satu gejala utama infeksi Covid-19, dan hampir selalu setiap pasien dengan gejala ini saat dites hasilnya positif, (kecuali memang ada gangguan di saraf pensiunan atau tumor batang otak misalnya), maka anggapannya pasien ini sudah terkonfirmasi positif Dok. Jadi saya menyarankan utk menunda pemberian vaksin hingga 3 bulan setelah hasil negatif atau pasien sembuh.
Semoga membantu. Mohon koreksi bila ada salah. Terima kasih 🙏🏻
02 September 2021, 13:03
Terima kasih masukannya dokter 🙏
Saya kemarin juga seperti ini menjelaskan ke pasiennya untuk amannya. Mohon koreksi dari TS bila ada yang salah 🙏
02 September 2021, 00:49
Alo dokter, izin ikut diskusi.
Menurut saya dengan gejala khas yang ada kita bisa mengarahkan kemungkinan COVID-19,
Untuk vaksinasi menurut papdi tidak di rekomendasikan dan di tunda selama 3 bulan.
Tetapi ada beberapa pengalaman pasien saya dengan usia muda tanpa komorbid sudah di antigen (+) tanpa konfirmasi pcr setalah 1 bulan tetap melakukan vaksinasi, pasienya beberapa kipi dan ada tanpa gejala kipi.
02 September 2021, 13:05
Noted dok. Terima kasih informasinya y dok ☺️
02 September 2021, 01:00
Izin saran.
Perlu memastikan pernah terinfeksi Covid 19 dengan melakukan test Antibodi Ig G terjadap Covid 19. Biasanya ini tidak segera menghilang .
Mudah-mudahan bisa membantu
02 September 2021, 13:07
Terima kasih sarannya dok. Mungkin ini salah satu yang bisa jadi pertimbangan kita nantinya y dok 🙏
02 September 2021, 05:43
Ikut berdiskusi ya dokter...saya punya pengalaman...anak saya pertama dinyatakan swab antigen positip terus saya rawat isoman dirumah hr kelima mengalami perbaikan dan adeknya menunjukkan gejala serupa, saya terapi dg obat yg sama lalu hr kelima perbaikkan...setelah ada informasi vaksin utk masyarakat umum berselang 3 mggu berikutnya saya suruh vaksin 1 dilanjutkan dosis ke2...puji Tuhan anak saya baik.saya kira dapat diberikan vaksin dibarengi dengan asupan Diit tinggi kalori dan tidur yg cukup 7 jam sehari..maaf hanya memberikan saran dan diskusi terima kasih dokter
02 September 2021, 13:10
Terima kasih banyak, Dokter atas masukan dan sudah sharing pengalamannya 🙏
05 September 2021, 18:32
Izin berpendapat dok, pasien tersebut bisa dilakukan vaksinasi, berdasarkan jurnal CDC untuk penyintas jika sudah selesai masa isolasi sesuai kriteria CDC maka dapat dilkukan vaksinasi Covid-19 tanpa harus menuggu jarak tertentu. Ketika penyintas sudah memiliki antibody dan melakukan vaksinasi maka tidak akan terjadi cross reaction pada vaksin yang masuk namun fungsinya akan seperti booster. CMIIW
18 September 2021, 13:37
Alo dr. Andi. Nice sharing. Terima kasih y dok :)
05 September 2021, 19:00
dr. Ardianto
dr. Ardianto
Dokter Umum
Ijin ikut diskusi dok, di praktek mandiri sering juga menemukan kasus seperti ini, apalagi ada batuk pilek ,terus demam ,kemudian disertai hilangnya penciuman, mengingat hilangnya penciuman merupakan salah satu tanda covid 19, biasanya pasien seperti ini 90 persen kalau kita periksa swab antigen hasilnya positip, ini pengalaman kami sejak 1 tahun terakhir ini, sebaiknya kita tunda sampai 100 hari kemudian baru vaksin, ada baiknya sebelum vaksin periksa dulu antisarcov 19 nya dulu untuk pasien seperti ini, ini pengalaman kami dokter, terimah kasih
18 September 2021, 13:38
Alo dr. Ardianto. Terimakasih sharingnya dok 🙏
31 Agustus 2021, 12:41

Alo Dokter

Izin ikut berdiskusi ya. Saat ini belum ada pedoman yang baku tentang kasus seperti ini sih, Dok. Kalau pasien sudah pernah terkonfirmasi COVID-19, memang pedoman PAPDI menyarankan menunggu 3 bulan sebelum vaksin. Namun, untuk pasien suspek yang belum pernah menjalani pemeriksaan seperti ini memang belum ada pedoman yang clear. Vaksin mungkin dapat tetap diberikan. Bila rekan sejawat lainnya ada informasi lebih, mungkin bisa ikut berdiskusi. CMIIW.

31 Agustus 2021, 13:29
Alo dokter
Izin berdiskusi ya dok
Kasus serupa sering sy temui dokter. Psien menyampaikan pernah ada gejala akan tetapi tidak pernah melakukan tes.
Pada saat timbul gejala (misal 4 minggu yg lalu) artinya sasaran sudah selesai isolasi mandiri selama 14 hari.
Acuan sy adalah menanyakan apakah saat ini dan 7 hari terakhir ada gejala terkait infeksi covid (seperti demam, batuk, pilek, kelelahan) bentuk pertanyaan untuk menanyakan apakah tidak sedang dalam keadaan reinfeksi. apabila tidak ada sasaran bisa divaksinasi. Mohon koreksi dok. CMIIW
02 September 2021, 08:47
Terima kasih sharingnya, dr. Irene dan dr. Dike ❤️
01 September 2021, 18:56
Alo dokter..
Izin ikut diskusi,kalo menurut sy karena keluhan pasien yg dirasakan sudah 4 minggu yg lalu, usia nya masih muda 29th serta tidak ada komorbid seperti nya tidak ada indikasi untuk menunda pemberian vaksin 3 bulan ke depan.
02 September 2021, 13:02
Terima kasih masukannya, dokter 🙏
02 September 2021, 11:30
Halo dok boleh ikut diskusi ya..kalau WHO kan bilang RT PCR itu gold standard buat memastikan terkena Covid..jika memang positif dan memenuhi Kriteria Isoman/Isoter tentu setelah sembuh pada waktunya perlu divaksin..kok bisa 3 bln sebenarnya krn masalah per sediaan vaksin covid itu sendiri krn datangnya bertahap dan saya pernah baca informasi dari salah satu guru besar interna RSCM sekitar 1-2 bln pasca sembuh boleh divaksin knapa krn memastikan gejala sisa covid hilang dan recovery total yg biasanya dlm kurun wkt tersebut..Trima kasih TS
05 September 2021, 13:10
Terima kasih banyak informasinya dr. Wilson 🙏
05 September 2021, 20:49
Halo dr Ayu..menurut saya lebih baik dilakukan pemeriksaan test swab antigen dan bila negatif dapat dilakukan test PCR…kita muati curiga itu merupakan gejala pasien covid di area terduga kuat penyebaran covid-19…
18 September 2021, 13:39
Terima kasih masukannya dok :)
06 September 2021, 14:24
Hai dr. Ayu..
Sharing pengalaman saya, kalau pasien mengaku pernah anosmia walaupun belum pernah di cek pcr atau antigen maka biasanya saya tunda vaksinasi. Kita anjurkan untuk menunggu sampai 3 bulan kemudian baru di vaksin, mengingat anosmia merupakan gejala khas covid. Menurut para ahli vaksinasi kenapa ditunda sampai 3 bulan kedepan karena antibodinya akan menurun di 3 bulan kemudian makanya perlu divaksinasi kembali.. demikian yg saya tahu dok,
18 September 2021, 13:39
Terima kasih dokter. Nice sharing :)