Pasien 65 tahun dengan keluhan penurunan kesadaran dengan intepretasi hasil EKG AF dan skor siriraj menunjukkan stroke hemoragik - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter. Izin diskusi dok.Pasien pr, 65 thn datang dengan keluhan penurunan kesadaran, sesak, kelemahan anggota gerak kiri tiba tiba. Nyeri dada (-),...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien 65 tahun dengan keluhan penurunan kesadaran dengan intepretasi hasil EKG AF dan skor siriraj menunjukkan stroke hemoragik

    06 Mei 2020, 13:43
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter. Izin diskusi dok.

    Pasien pr, 65 thn datang dengan keluhan penurunan kesadaran, sesak, kelemahan anggota gerak kiri tiba tiba. Nyeri dada (-), nyeri kepala ( ) sejak 3 jam SMRS. Mual ( ), muntah ( ) sejak 3 jam SMRS. Nyeri ulu hati ( ). Pasien mengeluh sudah tidak enak badan sejak kemarin siang. 

    RPD: ht ( ), tidak diketahui pasti sejak kapan.

    DM (-), riw sakit jantung (-), riw nyeri perut ( ) menurut keluarga pasien setiap nyeri perut dada terasa sesak. 

    RPO: tidak ada

    RPK: tidak ada.


    GCS: 12

    TD: 155/116 mmHg

    HR: 88 kali/ menit irreguler. Kuat angkat

    RR: 24 kali/ menit

    T: 36,1 C


    PF

    Leher : peningkatan TVJ (-)

    Thorax: rhonki ( / ) wh (-/-)

    Cor : bising (-)

    Abd : nyeri ulu hati ( )

    Ekstremitas : edema (-), dingin ( / )


    EKG: AF 


    Lab: leukosit: 18.000

         Hb: 12.000


    Yang ingin saya tanyakan. Pasien datang dengan stroke dari hasil skor siriraj menunjukkan stroke hemoragik. Dan EKG dengan AF. Bagaimana terapi AF pada pasien ini? 


    Terima kasih dok

06 Mei 2020, 14:49

Alodokter!

Pada pasien AF dengan stroke hemoragik, yang diatasi terlebih dulu adalah kegawatan neurologisnya. Bila penurunan kesadaran disebabkan strokenya maka tidak dilakukan electrical cardioversion.

 

Selengkapnya ada di jawaban dari sejawat spesialis saraf dan jantung di diskusi sebelumnya:

https://www.alomedika.com/komunitas/topic/terapi-af-pada-pasien-stroke-hemoragik

Terimakasih 

08 Mei 2020, 05:43
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Terima kasih dokter
06 Mei 2020, 22:30
Terapi AF pada dasarnya adalah rate-rhythm control serta pemberian antikoagulan.

Rate-rhythm control dapat dicapai dengan pemberian medikamentosa ataupun non medikamentosa.

Sedangkan pemberian antikoagulan harus mempertimbangkan apakah ini stroke iskemik (SNH) atau stroke hemoragik. Tentunya pemberian antikoagulan merupakan kontraindikasi pada stroke hemoragik.

Kita harus cukup cermat dalam menggunakan skoring stroke pada kasus2 tertentu. Pada pasien dengan komorbid AF, stroke yang umumnya terjadi adalah stroke iskemik (SNH) akibat kardioemboli.

Stroke iskemik (SNH) akibat kardioemboli umumnya melibatkan kerusakan yang cukup luas pada otak, sehingga terkadang gejala seperti nyeri kepala, muntah, dan penurunan kesadaran dapat kita temukan pada pasien2 ini. 
06 Mei 2020, 22:40
06 Mei 2020, 14:49

Alodokter!

Pada pasien AF dengan stroke hemoragik, yang diatasi terlebih dulu adalah kegawatan neurologisnya. Bila penurunan kesadaran disebabkan strokenya maka tidak dilakukan electrical cardioversion.

 

Selengkapnya ada di jawaban dari sejawat spesialis saraf dan jantung di diskusi sebelumnya:

https://www.alomedika.com/komunitas/topic/terapi-af-pada-pasien-stroke-hemoragik

Terimakasih 

07 Mei 2020, 21:30
dr. Ade Wijaya SpS
dr. Ade Wijaya SpS
Dokter Spesialis Saraf

Alodokter!

Jika melihat dari ilustrasi kasus diatas, maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah melakukan CT scan brain segera untuk memastikan jenis stroke, apakah stroke iskemik atau stroke hemoragik.

Setuju dengan pendapat dr. Reza, bahwa pada pasien dengan AF, justru jenis stroke yang lebih sering terjadi adalah stroke iskemik akibat cardioemboli, biasanya emboli akan mengakibatkan sumbatan pada pembuluh darah besar sehingga area otak yang mengalami infark akan luas dan seringkali memberikan nilai sririraj yang tinggi menyerupai stroke hemoragik. 

Untuk terapi AF sendiri, biasanya dilakukan rate and rhytm control baik dengan beta bloker maupun amiodarone, mungkin sejawat cardiologist bisa melengkapi.

Sebagai neurologist, pada kasus ini menurut saya yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menyelamatkan area iskemia/penumbra. Karena onset kejadian baru 3 jam, apabila kita dapat segera memastikan jenis stroke, dan ternyata pasien ini mengalami stroke iskemik makan dapat dilakukan trombolisis intravena dan bahkan trombektomi mekanik jika memenuhi kriteria. Trombolisis dan atau trombektomi mekanik pada golden period ini akan sangat bermanfaat untuk memperbaiki luaran pasien baik vitam maupun fungsionam

Untuk pemberian antikoagulan pada kasus stroke dengan AF, lebih berfungsi sebagai prevensi stroke sekunder, dan justru seringkali merupakan kontraindikasi pada stroke fase akut. 

Penurunan kesadaran pada kasus ini juga harus diwaspadai, kemungkinan penurunan kesadaran disebabkan oleh peningkatan tekanan intrakranial akibat edema. Tindakan kraniotomi dekompresis perlu dipertimbangkan apabila terbukti ditemukan adanya edema otak maligna baik secara klinis maupun radiologis.

Terima kasih

08 Mei 2020, 05:47
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Terima kasih dokter