Bagaimana patofisiologi dari penyakit stroke - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter. Saya agak bingung untuk patofisiologi stroke. 1. Mengapa stroke akan bermanifestasi pada gangguan nervus 7 dan 12? Bukan di nervus kranialis...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Bagaimana patofisiologi dari penyakit stroke

    Dibalas 02 April 2024, 19:41
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter. Saya agak bingung untuk patofisiologi stroke.

    1. Mengapa stroke akan bermanifestasi pada gangguan nervus 7 dan 12? Bukan di nervus kranialis lainnya (1, 2,3,4,5,6,8,9,10,11)

    2. Stroke seingat saya dulu lesi UMN sehingga manifestasi klinis pada pasien adalah spastik. Tetapi selama di UGD kebanyakan akan datang dengan kelemahan bersifat flaccid.

    Mohon penjelasan dokter. Terimakasih dok 🙏

29 Maret 2024, 22:57

1.

Stroke dapat mempengaruhi berbagai bagian otak dan, oleh karena itu, dapat mempengaruhi berbagai saraf kranial, tergantung pada lokasi dan luasnya kerusakan otak. Namun, Anda menanyakan khusus tentang nervus kranialis 7 (nervus fasialis) dan 12 (nervus hipoglosus). Mari kita bahas lebih lanjut.

Nervus Fasialis (VII): Nervus ini mengendalikan gerakan wajah, termasuk dahi, kelopak mata, pipi, mulut, dan rahang. Kerusakan pada nervus ini dapat menyebabkan kelemahan wajah, serta penurunan produksi air mata dan air liur, penurunan rasa, dan penurunan sensasi di belakang telinga2. Stroke dapat merusak area otak yang mengendalikan nervus fasialis, menyebabkan gejala seperti ini.

 

Nervus Hipoglosus (XII): Nervus ini mengendalikan gerakan lidah. Kerusakan pada nervus ini dapat menyebabkan kesulitan berbicara dan menelan, serta perubahan dalam rasa.

 

Stroke dapat mempengaruhi kedua nervus ini jika area otak yang mengendalikan nervus ini rusak. Misalnya, stroke di batang otak, tempat asal nervus kranialis, dapat mempengaruhi beberapa atau semua nervus kranialis.

Namun, penting untuk dicatat bahwa stroke juga dapat mempengaruhi nervus kranialis lainnya, tergantung pada lokasi dan luasnya kerusakan otak. Misalnya, stroke yang mempengaruhi lobus frontal atau parietal dapat mempengaruhi nervus optik (II), yang mengendalikan penglihatan, atau nervus vestibulokoklear (VIII), yang mengendalikan pendengaran dan keseimbangan1.

Jadi, meskipun stroke dapat mempengaruhi nervus kranialis 7 dan 12, stroke juga dapat mempengaruhi nervus kranialis lainnya, tergantung pada lokasi dan luasnya kerusakan otak.

2. 

Stroke memang biasanya melibatkan lesi pada upper motor neuron (UMN), dan salah satu manifestasi klinis yang mungkin terjadi adalah spastisitas. Namun, dalam fase akut setelah stroke, pasien sering kali menunjukkan gejala yang dikenal sebagai “kelemahan flaccid” atau "paralysis flaccid".

 

Kelemahan flaccid terjadi sebagai akibat dari gangguan komunikasi antara otak dan otot. Setelah stroke, koneksi neurologis yang biasanya menghubungkan otak dengan otot dapat terganggu. Paralysis flaccid mencegah seseorang dari menginisiasi gerakan sukarela pada sisi tubuh yang terpengaruh oleh kondisi ini.

 

Namun, seiring berjalannya waktu, keadaan ini dapat berubah. Dalam beberapa hari atau minggu setelah stroke, pasien mungkin mulai mengalami spastisitas, yaitu peningkatan tonus otot yang abnormal. Spastisitas ini terjadi ketika neuron motorik atas (UMN) mengalami kerusakan, menyebabkan otot menjadi kaku dan sulit untuk distretch.

 

 

Jadi, meskipun stroke biasanya melibatkan lesi UMN dan dapat menyebabkan spastisitas, dalam fase akut setelah stroke, pasien sering kali menunjukkan gejala kelemahan flaccid. Kemudian, seiring berjalannya waktu dan proses pemulihan, gejala dapat berubah menjadi spastisitas. Ini adalah contoh bagaimana stroke dapat memiliki efek yang kompleks dan berubah-ubah pada sistem saraf dan otot.

29 Maret 2024, 23:17
Izin diskusi dok
1. Stroke tdk selalu bermanifestasi pada nervus VII dan XII. Vertigo sentral (VIII), buta mendadak (II), disfagia  (IX, X, XII), dan paralisis CN sentral lain juga bs diklasifikasikan sbg stroke, justru ini yg sering miss karena kurang full blown gejalanya. Selain itu, penting dilihat juga lokasi dari stroke dan pathway masing2 CN. Misalnya stroke pada posterior inferior cerebellar artery atau vertebral artery lebih jarang, tp keluhannya dapat mencangkup CN V, VII, VIII. Sedangkan untuk CN I tdk menghasilkan manifestasi klinis yg terlihat karena dpt menerima informasi dari kontralateralnya2. Pada kondisi stroke akut, terjadi spinal shock dimana lesi yg seharusnya UMN menjadi LMN, hal ini bisa bertahan dari beberapa hari hingga 12 mingguMohon koreksinya dok
02 April 2024, 19:41
dr. Ade Wijaya SpN
dr. Ade Wijaya SpN
Dokter Spesialis Saraf
1. N.VII dan XII ini memang lebih sering terkena pada stroke karena memiliki jaras supranuklear di korteks motorik maupun kapsula interna, sehingga stroke yang mengenai area tersebut (yang mana memang area yang sering terkena - sirkulasi anterior) akan menyebabkan paresis N.VII XII sentral. Saraf kranial yang lain bisa juga terkena pada stroke di brainstem misalnya. Saraf VII yang paresis akibat stroke brainstem justru bermanifestasi sebagai paresis N.VII tipe perifer. (Hemiplegia alternans)


2. Stroke memang lesi UMN sehingga manifestasi yang muncul adalah spastisitas akibat disinhibisi sentral, tetapi mekanisme ini tidak langsung terjadi pada fase akut, sehingga pada fase akut memang yang terjadi adalah flaccid paralysis. Mekanisme mengapa spastisitas tidak langsung muncul ini belum diketahui secara pasti, tetapi diduga berkaitan dgn proses degenerasi dan reorganisasi saraf yang mengalami kerusakan ini memerlukan waktu.