Penyintas COVID-19 yang akan vaksin COVID-19 apakah wajib tes antibodi kuantitatif - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, izin bertanya, apakah penyintas COVID-19 yang akan vaksin wajib melakukan tes antibodi kuantitatif? Jika benar bagaimana interpretasi hasilnya ya...

Diskusi Dokter

01 Juli 2021, 21:27

Alo Dokter , izin ikut berdiskusi ya dok,

Menurut saya, sama seperti pemeriksaan antibodi kuantitatif pasca vaksin yang saat ini belum direkomendasikan sebagai pemeriksaan rutin ya dok. Dan rekomendasi yang ada saat ini pun menyarankan pasien pasca COVID untuk tetap dilakukan vaksin.

Berikut artikel alomedika terkait pemeriksaan antibodi kuantitatif ya dok

https://www.alomedika.com/pemeriksaan-antibodi-setelah-vaksinasi-covid19-tidak-diperlukan

 

02 Juli 2021, 08:22

 

Alo Dokter,

Tidak perlu dokter, vaksinasi bisa dilakukan 3 bulan sejak dinyatakan sembuh. Sampai saat ini penelitian mengenai antibodi kuantitatif masih terus dilakukan sehingga belum ada regulasi yang menetapkan cut off pemeriksaan yang diharapkan pasca vaksinasi. Selain itu, dari webinar yang pernah saya ikuti, gold standar untuk monitoring pasca vaksinasi adalah PRNT  (plaque reduction neuralization test) sementara saat ini pemeriksaan antibodi kuantitaf yang tersedia adalah dengan mengukur SRBD (spike receptor binding domain). 

02 Juli 2021, 08:52
Wah terimakasih atas informasinya dokter Pika, apakah ada materinya soal PRNT itu? Mungkin berkenan share ya dok, terimakasih lagi.
02 Juli 2021, 14:02
Alo dokter, kalau vaksin covid dberikan pada penyintas covid yg sdh smbuh kurang dri 3 bulan apakah ada efek samping ny? Alasan hrs 3 bulan bagaimana ya?
02 Juli 2021, 15:15
Ijin menjawab dok. Menurut yang pernah saya baca ini hanya mengenai efisiensi dok. Artinya jika sebelum 3 bulan dianggap Antibodi masih adekuat dalam melawan virus sehingga tidak ada urgensi penyintas covid 19 sebelum 3 bulan di berikan vaksin. Untuk efek samping belum ditemukan efek samping yang berat setelah vaksin walaupun sebelum 3 bulan.