Beda penatalaksanaan Stroke dalam dan luar negeri, serta anjuran rehabilitasi - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo Docs,  Saya memiliki keluarga, dengan riwayat stroke. Serangan pertama Desember 2017, serangan kedua sekitar Mei 2018. Gejala yang ditimbulkan waktu...

Diskusi Dokter

  • Beda penatalaksanaan Stroke dalam dan luar negeri, serta anjuran rehabilitasi

  • Alo Docs, 

    Saya memiliki keluarga, dengan riwayat stroke. Serangan pertama Desember 2017, serangan kedua sekitar Mei 2018. Gejala yang ditimbulkan waktu serangan pertama dan kedua hemiparese dextra dan vertigo, namun yang kedua hanya Pada serangan kedua yang lebih berat adalah gejala vertigonya, kaki dan tangannya tidak selemas waktu serangan pertama. Dokter saraf menyatakan ada infark baru di tempat keseimbangan (saat itu sy tidak ditempat, tidak bisa bertanya lebih lanjut).

    Saat ini vertigonya sudah tidak terasa, pasien sudah bisa berjalan walau tertatih kadang tanpa tongkat, shalat tanpa bantuan walaupun perlahan. Saat ini berobat di Bandung, kontrol ke penyakit dalam dan neurolog rutin setiap bulan, fisioterapi satu minggu tiga kali (sesuai saran dokter rehabilitasi medik), akupunktur. Gula darah dan tensi sekarang ini cukup stabil. Namun kelemahan di tangan dan kakinya masih naik turun. Kekuatan kakinya terakhir dicek (berdasarkan laporan setelah kontrol ke dokter saraf) ada pada skor 3, dan lengannya 2+.

    Memang seperti yang kita ketahui, recovery stroke setelah 6 bulan biasanya berjalan lambat, dan hanya 10 persen yang bisa kembali hampir seperti semula. Tetapi keluarga saya tersebut ingin mencari second opinion ke luar negeri, baik Penang ataupun  Singapore. 

    Mungkin teman-teman dokter di sini pernah ada pengalaman serupa ataupun berpendapat mengenai pengobatan stroke baik di dalam maupun di luar negeri? Kira-kira, apa yang akan membedakan antara pengobatan di Singapore maupun Penang dengan di Indonesia? Selain fisioterapi, apakah teman-teman sejawat mengetahui terapi lain untuk rehabilitasi stroke yang sudah lebih dari 6 bulan? 

    Terimakasih ya Dok, maaf kalau pertanyaannya banyak sekali :)

     

     

      dr.Bedry Qintha
    Moderator

    Alo dokter Mega!

    Sepemahaman saya, pedoman penatalaksanaan yang dipakai di Singapore dan di Indonesia sama dok. Acuannya biasanya adalah guideline AHA/ASA dan ESO. Dari segi alatpun Jakarta juga cukup lengkap dan ngga kalah.

    Untuk rekomendasi rehabilitasi, saya baca pedoman klinisnya LOE A untuk dilakukan rehabilitasi selama minimal 1 tahun pertama pasca akut. Latihan sederhana yang bisa dilakukan di rumah juga diedukasi pada keluarga atau care giver. Pasien dimotivasi dok untuk melakukan segala sesuatu secara mandiri, memang sulit, tapi dengan terus dilatih sambil dalam pengawasan caregiver, akan lebih cepat baiknya. 

    Selain dari fisioterapi (terapi okupasi, terapi kinesi, terapi bahasa dan wicara, dan terapi rekreasi), belum ada rekomendasi rehabilitasi dan restorasi lainnya yang ada di pedoman penatalaksanaan.

    Kalo alm.ayah saya dulu, kami motivasi di rumah untuk mencoba mengerjakan semuanya sendiri dulu, jika memang tampak kesulitan sekali baru kami bantu dok. Alhamdulillah, setelah sekitar 10 bulan, bisa aktivitas hampir normal dan kalo dilihat sekali lewat tidak keliatan pasca stroke..