Penggunaan kortikosteroid pada kehamilan yang berisiko prematur - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo, dok! Barusan saya membaca artikel ini di Alomedika. Pada artikel itu dikatakan bahwa penggunaan kortikosteroid antenatal pada kehamilan yang berisiko...

Diskusi Dokter

  • Penggunaan kortikosteroid pada kehamilan yang berisiko prematur

  •   dr.Bedry Qintha
    Moderator

    Alo, dok!

    Barusan saya membaca artikel ini di Alomedika.

    Pada artikel itu dikatakan bahwa penggunaan kortikosteroid antenatal pada kehamilan yang berisiko prematur tidak bermanfaat dan tidak mempengaruhi risiko distres napas pada bayi. Namun, dulu waktu saya koas (tahun 2009), ibu-ibu yang kurang bulan dan inpartu masih diberikan kortikosteroid untuk pematangan paru janin.

    Apakah memang protokol ini sekarang sudah tidak digunakan lagi? Lalu, bagaimana protokol yang digunakan di yankes TS? Dan dari pengalaman dokter semua, apakah penggunaan kortikosteroid antenatal berpengaruh terhadap bayi yang dilahirkan (butuh ventilator? distres pernapasan? APGAR?)?? 

    Trimakasih sebelumnya TS!

    Alo Dokter, 

    Mungkin sedikit sharing, dari pengalaman saya Koass sampai PTT, protokol pemberian kortikosteroid antenatal untuk pematangan paru pada kelahiran preterm masih dilakukan,khususnya pada kasus-kasus dengan usia kehamilan 28 - 34 minggu. Pemberian kortikosteroid masih dengan dexamethasone dan memang membantu mengurangi angka kejadian RDS pada bayi yang baru lahir. 

    Mungkin Sejawat dr ObsGyn dan dr Anak dapat lebih membantu dalam sharing untuk update protokol terapi ini...

    Terima kasih

    Kalau dari almamater saya tetap memakai dexametason yg di berikan 2 x 16 mg. Karena Pematangan paru intrauterine meliputi fase
    embrionik, pseudoglanduler, kanalikuler, fase
    sakuler dan fase alveolar. Paru mulai
    memproduksi surfaktan pertama kali antara
    minggu ke 28 dan 32 kehamilan. Imaturitas pada
    struktur dan fungsi paru akan mengakibatkan
    produksi surfaktan yang rendah oleh sel alveolar
    tipe II, sehingga defisiensi surfaktan dapat
    mengakibatkan sindrom distres pernafasan pada
    bayi baru lahir. Pemberian kortikosteroid sebelum
    paru matang akan memberikan efek berupa
    peningkatan sintesis fosfolipid surfaktan pada sel
    pneumosit tipe II dan memperbaiki tingkat
    maturitas paru.
    Mgkn kalau boleh menambahkan, jd mmg rekomendasi pemberian Kortikosteroid untu maturasi paru itu disarankan pada kehamilan prematur usia 26-34 mgg, penelitian mencatat bahwa di atas 34 mgg sebnrnya efektivitasnya tdk signifikan shg tdk diberikan tdk apa2, bbrp textbook obstetri dan guideline juga mencantumkan ini.

    Namun krn sering di Indonesia estimasi gestational age itu miss karena pasien jarang dtg di trimester 1 untuk ANC maka biasanya di atas 34 mgg sampai 36 mgg pun tetap diberikan dgn pertimbangan :
    1. kortikosteroid tdk berefek negatif jika diberikan dan ternyata mmg sudah 34 mgg ke atas usianya
    2. kalau seandainya ternyata usianya di bawah 34 mgg (jd dating sebelum2nya kurang tepat) maka kortikosteroid bs berdampak signifikan.

    Mgkn demikian. Semoga membantu.