Periode waktu yang efektif untuk tatalaksana pencegahan resistensi antibiotik - Diskusi Dokter

general_alomedika

AlodokUntuk pencegahan resistensi antibiotik apakah cukup diberikan hanya untuk 3 hari?Atau minimal 5 hari?Terimakasih dok

Diskusi Dokter

18 Oktober 2019, 08:41

Alo dokter Teguh..

Sepengetahuan aku lama pemberian antibiotik tergantung obat dan penyakit nya,

Tertulis di artikel Alomedika, faktanya pemberian antibiotik dengan durasi yang lebih pendek terbukti sama efektifnya dengan pemberian antibiotik dengan durasi lebih panjang. Dan beberapa penyakit yang dapat diterapi dengan antibiotik durasi lebih pendek dengan tingkat efektifitasan yang sama 

https://www.alomedika.com/fakta-medis-terkait-resistensi-antibiotik

18 Oktober 2019, 10:19
dr. Mohd Bhukkar Adil Sjam, SpPD, FINASIM
dr. Mohd Bhukkar Adil Sjam, SpPD, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Alodokter
Idealnya kita memberikan antibiotik berdasarkan pola kuman yg seharusnya di release pemegang kebijakan kesehatan setempat, dan di releasenya pola kuman ini secara reguler tergantung kebijakannya. 
Saat ini kita belum punya pola kuman tersebut, dapat kita gunakan pemberian antibiotik berdasarkan pengalaman disamping beratnya tampilan klinis pasien serta gambaran laboratorium yg mendukung.
18 Oktober 2019, 15:15
dr. Handre Putra, Sp.A
dr. Handre Putra, Sp.A
Dokter Spesialis Anak
Iya setuju banget dok tergantung pola kuman di suatu rumah sakit ya dok dan kalo diprakteknya juga dipengaruhi pengalaman klinis dan kondisi klinis saat pasien kita temukan, serta tetap merujuk ke literatur. 😉
18 Oktober 2019, 11:07

Alo Dok,

Untuk mencegah resistensi, harus menggunakan antibiotik secara bijak bisa seara empiris atau berdasarkan kultur dan tes resistensi. Mengenai durasinya tentu bervariasi tergantung diagnosa Dok, boleh 3 hari (tercantum di Manajemen Terapi Balita Sakit) atau rata-rata 5-14 hari (sesuai Pedoman Praktik Klinis Dokter di Fasyankes).

Mgkn dokter bisa merujuk ke Permenkes no 2406 tahun 2011 tentang pedoman umum penggunaan antibiotik atau boleh disesuaikan dgn SOP di klinik/RS masing-masing.