Penanganan yang tepat untuk kasus nyeri pinggang kronis pada wanita usia 46 tahun - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat pagi dok, izin berdiskusi. Pasien wanita 46th mengeluhkan nyeri pinggang kiri sejak 5 bulan terakhir. Riw jatuh disangkal. Pasien kesulitan untuk...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Penanganan yang tepat untuk kasus nyeri pinggang kronis pada wanita usia 46 tahun

    18 September 2019, 11:19

    Selamat pagi dok, izin berdiskusi. Pasien wanita 46th mengeluhkan nyeri pinggang kiri sejak 5 bulan terakhir. Riw jatuh disangkal. Pasien kesulitan untuk berjalan karena menahan nyeri. Pasien sudah mengonsumsi analgetik 5 bulan terakhir. Pada px lasaque sign (-). Pada foto lumbosacral hasilnya seperti ini. Bagaimana penanganan berikutnya ya dok? Terima kasih.

18 September 2019, 11:21
Berikut rontgent lumbosakral.
18 September 2019, 12:21
18 September 2019, 11:21
Berikut rontgent lumbosakral.
Ada listesis nya itu dok. Jarak antar vertebra lumbal 4dan 5 rendah. Discusnya tertekan.

18 September 2019, 12:23
Untuk lebih jelas penekanan discus ke radix nya saran MRI lumbal dok.
Nanti terlihat sisi mana penekanannya
Low back pain (HNP)
18 September 2019, 16:38

baik dok, terima kasih banyak dok

18 September 2019, 17:07
Untuk lebih jelas penekanan discus ke radix nya saran MRI lumbal dok.
Nanti terlihat sisi mana penekanannya
Low back pain (HNP)
Sangat bermanfaat infornya Dok.
18 September 2019, 19:24
dr. Hendra Gunawan, Sp.PD
dr. Hendra Gunawan, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Hi dok, kasus nyeri pinggang kronis pada perempuan usia dekade 40-50 memiliki DD yang sangat luas dimulai dari kelainan anatomis hingga proses inflamasi sistemik. Yang utama, perlu dikaji tipe nyerinya apakah inflamasi atau non inflamasi yang dapat dikaji dengan pertanyaan mudah seperti (apakah nyeri memberat dengan aktivitas yang menunjukkan adanya tipe nyeri non inflamasi) atau nyeri memberat ketika akan melakukan beraktivitas setelah periode istirahat (nyeri inflamasi). Selain itu, letak nyerinya apakah artikular maupun non artikular yang dapat dilakukan dengan anamnesis dari pertanyaan "apakah ibu dapat menunjukkan lokasi nyeri". Bila lokasi nyeri dapat ditunjuk (focal point) menunjukkan adanya proses non artikular, sedangkan nyeri artikular umumnya bersifat nyeri difus sehingga Range of movement penderita akan terbatas.

Selain itu perlu dikaji anamnesis sistem yang meliputi perubahan pola BAB, adakah demam atau sub febris. Bila didapatkan gejala sistemik maupun tipikal nyeri non artikular, yang sudah terjadi dalam waktu lama dan bersifat kambuhan, maka dapat dilakukan pemeriksaan fisik dengan Schober test, atau chest expansion test, maupun test lateral movement. Salah satu penyebab nyeri pinggang yang bersifat insidious adalah ankylosing spondilitis, sehingga perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut. Semoga dapat membantu ya
20 September 2019, 09:15

terima kasih dok sharingnya

20 September 2019, 09:30
Terimakasih dok sharingnya🙏
19 September 2019, 20:56
dr. Ade Wijaya SpS
dr. Ade Wijaya SpS
Dokter Spesialis Saraf
Nyeri pinggang / nyeri punggung bawah sangat banyak sekali diagnosis bandingnya, mulai dari nyeri muskuloskeletal hingga nyeri non muskuloskeletal yang berasal dari organ intraabdomen. Untuk menegakkan diagnosis diperlukan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang lebih rinci. 


Pada nyeri punggung bawah akibat HNP lumbal, biasanya nyeri akan menjalar ke tungkai, nyeri diperberat oleh aktivitas. Untuk pemeriksaan fisik selain straight leg test bisa dilakukan pemeriksaan bragard & sicard yang lebih sensitif dan spesifik. Untuk pemeriksaan penunjang kasus HNP sebaiknya dilakukan pemeriksaan MRI lumbosakral 


Untuk penyebab non neurologis lainnya tidak saya bahas satu persatu karena akan terlalu panjang. 


Salam. Semoga membantu. 
20 September 2019, 07:22
dr. Zulherman
dr. Zulherman
Dokter Umum
Terimakasih dok 
20 September 2019, 09:16

terima kasih dok

18 Oktober 2019, 15:50
dr. Aries Rakhmat, Sp.OT
dr. Aries Rakhmat, Sp.OT
Dokter Spesialis Ortopedi

Pagi dokter, terima kasih sudah berbagi. Keluhan seperti ini sangat banyak ditemui, jadi cukup relevan untuk ditanyakan kapanpun. Saya sangat setuju dengan jawaban-jawaban di atas bahwa perlu data yang lebih spesifik terkait keluhan. Investigasi dokter dengan melakukan Laseque test dan xray lumbosacral layak diapresiasi. Xray lumbosacral menunjukkan loss of lordosis artinya pasien benar-benar kesakitan dengan spasme otot-otot paralumbar dan memang perlu bantuan. Ini sedikit tips yang bisa saya bagi untuk data yang lebih spesifik:

1. Pastikan dulu keluhan nyeri punggung bawah ini berasal dari problem ekstra spinal atau intra spinal. Pasien wanita usia 46 tahun masih sangat mungkin didapatkan keluhan ekstra spinal seperti problem urogenital, intraabdominal, ataupun problem di ginjal misalnya (ingat keluhan di pinggang kiri).

2. Apabila sudah dipastikan bahwa tidak ada problem ekstra spinal, maka bisa ditambahkan pertanyaan sederhana seperti:

* Di daerah mana nyeri paling sering dirasakan? Lebih bagus bila pasien bisa diminta menunjuk dengan jarinya sendiri nyerinya dimana. Ataukah pasien tidak bisa menunjukkan secara spesifik nyerinya dimana? Masing-masing menunjukkan bagian tulang belakang yang spesifik ataupun proses patologi yang terkait.

* Pada gerakan apa terutama keluhan nyeri muncul? Apakah saat duduk? Berdiri? Membungkuk? Mengejan? Ataukan nyeri timbul secara terus menerus tidak dibatasi waktu. Masing-masing juga menunjukkan perjalanan penyakitnya sampai dimana.

* Disebutkan sebelumnya nyeri saat berjalan, yang dimaksud nyeri saat berjalan apakah nyeri punggung ataukah nyeri tungkai bawah? Nyeri yang terlokalisir di punggung menunjukkan proses patologi ada di punggung sedangkan apabila disertai nyeri ke tungkai bawah bisa jadi ada keterlibatan syaraf tulang belakang yang mengalami penyempitan.

Tentu penanganan nyeri awal sangat diperlukan karena kita tahu nyeri adalah salah satu vital sign yang harus di assess segera. Tapi terlepas dari penanganan nyeri nya seperti apa, yang lebih penting adalah darimana sumber nyerinya berasal. Nyeri yang teratasi kadangkala tidak berarti patologinya juga teratasi. Sehingga pasien harus kembali dan kembali ke dokter dengan keluhan dan membawa pulang analgesik lagi. Akibat lebih lanjut pasien jatuh dalam kondisi nyeri kronis, dimana sudah ada faktor psikologis terlibat, sehingga jauh lebih susah mengatasi ini.

MRI sangat membantu untuk diagnosis yang lebih spesifik, tapi tentu tidak mengeliminasi pentingnya anamnesis dan pemeriksaan fisik. Apabila dirasa gejala tidak berkurang bahkan memberat maka perlu dikonsulkan ke dokter spesialis terkait untuk mendapatkan tindakan. Semoga membantu TS!

18 Oktober 2019, 20:21
dr. Rizki
dr. Rizki
Dokter Umum
Terimakasih informasinya dok
19 Oktober 2019, 00:46
dr.Muklis
dr.Muklis
Dokter Spesialis Kulit
Dok saya ada penyakit kulit seperti tumbuh jamur