Pengganti gula pada anak 18 bulan dengan obesitas - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodokter, izin konsultasi. User memiliki anak laki-laki usia 18 bulan dengan berat badan: 18kg, panjang badan: 82cm. User khawatir jika anaknya kegemukan....

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pengganti gula pada anak 18 bulan dengan obesitas

    06 Oktober 2019, 05:06

    Alodokter, izin konsultasi. User memiliki anak laki-laki usia 18 bulan dengan berat badan: 18kg, panjang badan: 82cm. User khawatir jika anaknya kegemukan. User rutin memeriksakan tumbuh kembang anaknya ke bidan di puskesmas dan oleh bidan dianjurkan agar anaknya melakukan diet. Sehari-hari anak suka minum teh manis dan susu formula dan tidak mau jika teh manisnya diganti air putih. User berinisiatif mengganti gula pasir dengan gula Tropicana slim saat membuat teh manis agar anaknya turun berat badannya. Bagaimana penatalaksanaan anak yang kecanduan minuman manis dok? Serta apakah gula Tropicana slim aman digunakan oleh anak-anak?


    Mohon pencerahannya 🙏. Terimakasih sebelumnya dok 

07 Oktober 2019, 08:14

Alo. Dr Firyal. 

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh dokter. Memang sepertinya anak masuk kedalam klasifikasi obesitas. Dilihat dari IMT WHO 2006 mengenai kurva Berat bada denan tinggi badan anak dibawah 2 tahun, z-score pasien adalah >+ 3 = Obesitas. 

Perlu dipikirkan etiologi obesitas. Apakah ada faktor eksogen atau endogen dan ini bisa digali melalui anamnesis. 

Namun, prinsip tatalaksana anak dengan obesitas berbeda dari dewasa. Prinsip utama adalah tata laksana gizi lebih dan obesitas pada anak adalah : menerapka pola makan yang benar, aktivitas fisis yang benar dan sesuai dan perubahan pola perilaku orang tua sebagai panutan anak. 

IDAI telah menerbitkan buku rekomendasi untuk diagnosis dan tatalaksana pencegahan obesitas pada anak dan remaja yang bisa dokter lihat disini. 

http://www.idai.or.id/professional-resources/guideline-consensus/diagnosis-tata-laksana-dan-pencegahan-obesitas-pada-anak-dan-remaja

Masalah penggunaan pemanis buatan, sampai saat ini tidak ada keuntungan bagi tatalaksana obesitas pada anak. 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3220878/

Jadi menurut saya pribadi dok. Lebih baik mengetahui kalori kebutuhan anak dan kegiatan fisis yang diperlukan untuk mengontrol berat badan anak. 

 

Terimakasih

07 Oktober 2019, 11:36
Terimakasih sharing ilmunya dok 🙏
07 Oktober 2019, 10:24
dr.H.Yaskur Syarif,SpM
dr.H.Yaskur Syarif,SpM
Dokter Spesialis Mata
Pengalaman pribadi :
Putri per Tama saya 1982 juga ibesitas. 
Open doctor dianjurkan hanya air putih kalau ounce divers such hanya sedikit. 
Kalorinya cukup dari nasi Tampa cemilanyang lain lain. 
Alhamdulillah, sampai sekarang 38 tahun masih proporsional. 
07 Oktober 2019, 10:24
dr.H.Yaskur Syarif,SpM
dr.H.Yaskur Syarif,SpM
Dokter Spesialis Mata
Pengalaman pribadi :
Putri per Tama saya 1982 juga ibesitas. 
Open doctor dianjurkan hanya air putih kalau ounce divers such hanya sedikit. 
Kalorinya cukup dari nasi Tampa cemilanyang lain lain. 
Alhamdulillah, sampai sekarang 38 tahun masih proporsional. 
07 Oktober 2019, 11:36
Terimakasih dok sharing pengalaman ya 🙏
07 Oktober 2019, 11:44
Sangat setuju dengan penjelasan dr. Renate di atas.

Pada anak gemuk atau obesitas, ada tiga hal yg perlu diperhatikan:
-pola makan yg baik (tiga kali makan, dengan cemilan diusahakan buah segar, lalu memang harus dievaluasi kebutuhan kalorinya)
-pola aktivitas fisik
-modifikasi perilaku (tidak membiasakan anak menonton televisi sambil ngemil, tidak memberikan makanan sebagai hadiah, tidak memberikan makanan saat mendiamkan anak yg rewel, dll)

Yang jelas, peran orang tua dan pengasuh sangat dibutuhkan untuk menangani obesitas.

Lalu di lapangan, banyak sekali ditemukan anak obesitas krn lebih banyak memberikan proporsi sufor.

Sekedar tambahan, karena pada kasus di atas anak diberikan teh, mungkin bisa diedukasi ke orangtua untuk tidak memberikan teh ke anak krn dapat mengganggu penyerapan zat besi.

CMIIW.

07 Oktober 2019, 16:00
Terimakasih dokter 🙏
07 Oktober 2019, 13:28

Alo Dok,

Setuju Dok, penanganan awal adalah dengan pengaturan diet (bisa dicoba dengan traffic light diet-terlampir SSnya dok)dan meningkatkan aktivitas fisik. Seluruh anggota keluarga harus patuh pada aturan yang ada, agar anak tdk punya celah untuk 'cheating ' dok.

Menanggapi pemanis buatan, menurut BPOM tidak disarankan untuk anak di bawah usia 5 tahun dok. 

Ref: Peraturan BPOM no 31 tahun 2018 tentang label pangan olahan. 

07 Oktober 2019, 16:00
Terimakasih dokter ilmunya 🙏☺️