Antidot untuk overdosis parasetamol - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodokter selamat siang dok saya mau tanya bagaimana tatalaksana awal untuk pasien dengan overdosis pct yg datang ke igd? Minggu lalu saya kedatangan pasien...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Antidot untuk overdosis parasetamol

    27 Agustus 2019, 12:11
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alodokter selamat siang dok saya mau tanya bagaimana tatalaksana awal untuk pasien dengan overdosis pct yg datang ke igd? Minggu lalu saya kedatangan pasien yg meminum 34 tablet parasetamol secara langsung, saat diperiksa tanda vital normal. Tatalaksana awal apa dan antidotum apa yg dapat saya berikan pada pasien di igd? Terima kasih

27 Agustus 2019, 13:08
dr. Syahril
dr. Syahril
Dokter Umum
Diberikan acetylsistein dok dgn dosis berikut.  Sumber Medscape. 
27 Agustus 2019, 14:42
27 Agustus 2019, 20:08
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Mantap dok.
28 Agustus 2019, 11:28
Terimakasih  infonya Dok 
28 Agustus 2019, 23:23
terimakasih infonya dok 
01 September 2019, 08:04
dr.Samira
dr.Samira
Dokter Umum
Terimakasih Dok atas sharing ilmunya πŸ™πŸ™
27 Agustus 2019, 15:04

Alo dokter

Risk assessment untuk kejadian overdosis adalah :

  • Berapa jumlah dosis yang masuk dalam tubuh
  • Kapan terjadinya, kapan terakhir minum obat, apakah single ingestion atau multiple ingestion
  • Bagaimana karakter pasien : usia, berat badan, riwayat chronic alcoholic

Berdasarkan kasus di atas, pasien meminum 34 tablet PCT x 500mg = 17.000 mg.

Dosis toksik PCT diketahui >200 mg/kg.

Diperkirakan pasien dewasa, dengan berat badan 70 kg, maka dosis toksik nya 14.000 mg. Berarti pasien ini telah meminum PCT dalam dosis toksik yang bisa merusak livernya.

Bila pasien minum secara langsung dan tidak diketahui waktu nya secara pasti, maka bila diperkirakan sudah lewat 8 jam pasien perlu di cek fungsi liver SGPT dan SGOT. Bila hasil nya normal dan tidak ada tanda-tanda gangguan liver seperti nyeri perut, mual atau muntah, maka pasien tidak perlu pengobatan.

Apabila kadar SGPT > 100 U/L, maka indikasi pemberian antidotum menggunakan NAC (Acetylcysteine).

Pemberian NAC juga dianjurkan apabila hasil SGPT / SGOT dari laboratorium tertunda lebih dari 24 jam.

Peak serum concentration obat PCT antara 1-2 jam, maka tindakan gastric lavage di RS biasanya sudah terlambat.

Referensi : https://www.mja.com.au/sites/default/files/issues/203_05/Guidelines_paracetamol_Aus_NZ_2015.pdf

https://www.alomedika.com/penilaian-risiko-intoksikasi-paracetamol

 

27 Agustus 2019, 16:38
Nice sharing dokπŸ‘πŸ˜Š
01 September 2019, 10:02
Lengkap, terima kasih dokter 
01 September 2019, 20:13
Terimakasih sharingnya dok
27 Agustus 2019, 16:28
dr.Mega Nilam Sari, M.Biomed, SpKJ
dr.Mega Nilam Sari, M.Biomed, SpKJ
Dokter Specialis Psikiater
27 Agustus 2019, 15:04

Alo dokter

Risk assessment untuk kejadian overdosis adalah :

  • Berapa jumlah dosis yang masuk dalam tubuh
  • Kapan terjadinya, kapan terakhir minum obat, apakah single ingestion atau multiple ingestion
  • Bagaimana karakter pasien : usia, berat badan, riwayat chronic alcoholic

Berdasarkan kasus di atas, pasien meminum 34 tablet PCT x 500mg = 17.000 mg.

Dosis toksik PCT diketahui >200 mg/kg.

Diperkirakan pasien dewasa, dengan berat badan 70 kg, maka dosis toksik nya 14.000 mg. Berarti pasien ini telah meminum PCT dalam dosis toksik yang bisa merusak livernya.

Bila pasien minum secara langsung dan tidak diketahui waktu nya secara pasti, maka bila diperkirakan sudah lewat 8 jam pasien perlu di cek fungsi liver SGPT dan SGOT. Bila hasil nya normal dan tidak ada tanda-tanda gangguan liver seperti nyeri perut, mual atau muntah, maka pasien tidak perlu pengobatan.

Apabila kadar SGPT > 100 U/L, maka indikasi pemberian antidotum menggunakan NAC (Acetylcysteine).

Pemberian NAC juga dianjurkan apabila hasil SGPT / SGOT dari laboratorium tertunda lebih dari 24 jam.

Peak serum concentration obat PCT antara 1-2 jam, maka tindakan gastric lavage di RS biasanya sudah terlambat.

Referensi : https://www.mja.com.au/sites/default/files/issues/203_05/Guidelines_paracetamol_Aus_NZ_2015.pdf

https://www.alomedika.com/penilaian-risiko-intoksikasi-paracetamol

 

Trimaksih pemaparannya dok. sangat bermanfaat πŸ™. Saran konsul ke psikiatri apabila kondisi pasien sudah stabil, siapa tahu ada indikasi tertentu saat mengkonsumsi obat sedemikian banyak. Terimaksih dok πŸ˜ŠπŸ™
27 Agustus 2019, 16:50
Iya banget
27 Agustus 2019, 20:09
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Setuju dok
27 Agustus 2019, 20:57
dr. Aldo R. Kayvan Dijk
dr. Aldo R. Kayvan Dijk
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Makasih infonya dok
28 Agustus 2019, 09:27
Alo Dok,

Utk kasus keracunan parasetamol bisa dirangsang muntah, pemberian arang aktif dan antidotum asetilsistein. Berikut detailnya dok : http://ik.pom.go.id/v2016/artikel/Mengatasikeracunanparasetamol.pdf

Namun, pada jurnal ini dikatakan bahwa arang aktif lebih efektif dibanding induksi muntah dan gastic lavage. 
http://www.japi.org/november_2017/13_ra_novel_regimens.pdf

Saya setuju juga harus digali kembali alasan pasien konsumsi obat, apakah ada latar belakang gangguan psikiatri.l seperti ide/niat bunuh diri.
28 Agustus 2019, 15:32
dr. Andre
dr. Andre
Dokter Umum

Alo dokter!

Ingin menekankan kembali apa yang telah disampaikan dokter Tini di atas. Sebelum memberikan penanganan pada pasienm terlebih dahulu tentukan apakah dosis yang dikonsumsi mencapai dosis toksik atau tidak. Jika tidak, maka tidak perlu ditata laksana. Kita sering kali langsung otomatis memberikan asetilsistein, karbon aktif, atau bilas lambung padahal belum tentu terapi tersebut diperlukan. Selengkapnya di link berikut ini:

https://www.alomedika.com/penilaian-risiko-intoksikasi-paracetamol

28 Agustus 2019, 15:38
dr. Andre
dr. Andre
Dokter Umum

Lalu untuk pemberian karbon aktif perlu diingat bahwa fungsi obat ini hanya untuk menurunkan absorpsi obat toksik sehingga tidak lagi efektif jika diberikan lebih dari 4 jam setelah konsumsi obat toksik.

Selain itu, bilas lambung dan induksi muntah tidak disarankan karena risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan manfaat. Namun, pada setting daerah terpencil dengan fasilitas kesehatan terbatas, tentunya masih dapat dipertimbangkan untuk dilakukan dengan mempertimbangkan risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Selengkapnya di artikel Alomedika berikut ini:
https://www.alomedika.com/bilas-lambung-untuk-kasus-keracunan

01 September 2019, 20:19
dr. Zulherman
dr. Zulherman
Dokter Umum
Nice sharing doc πŸ‘Œ
28 Agustus 2019, 09:27
Alo Dok,

Utk kasus keracunan parasetamol bisa dirangsang muntah, pemberian arang aktif dan antidotum asetilsistein. Berikut detailnya dok : http://ik.pom.go.id/v2016/artikel/Mengatasikeracunanparasetamol.pdf

Namun, pada jurnal ini dikatakan bahwa arang aktif lebih efektif dibanding induksi muntah dan gastic lavage. 
http://www.japi.org/november_2017/13_ra_novel_regimens.pdf

Saya setuju juga harus digali kembali alasan pasien konsumsi obat, apakah ada latar belakang gangguan psikiatri.l seperti ide/niat bunuh diri.
28 Agustus 2019, 11:11
27 Agustus 2019, 15:04

Alo dokter

Risk assessment untuk kejadian overdosis adalah :

  • Berapa jumlah dosis yang masuk dalam tubuh
  • Kapan terjadinya, kapan terakhir minum obat, apakah single ingestion atau multiple ingestion
  • Bagaimana karakter pasien : usia, berat badan, riwayat chronic alcoholic

Berdasarkan kasus di atas, pasien meminum 34 tablet PCT x 500mg = 17.000 mg.

Dosis toksik PCT diketahui >200 mg/kg.

Diperkirakan pasien dewasa, dengan berat badan 70 kg, maka dosis toksik nya 14.000 mg. Berarti pasien ini telah meminum PCT dalam dosis toksik yang bisa merusak livernya.

Bila pasien minum secara langsung dan tidak diketahui waktu nya secara pasti, maka bila diperkirakan sudah lewat 8 jam pasien perlu di cek fungsi liver SGPT dan SGOT. Bila hasil nya normal dan tidak ada tanda-tanda gangguan liver seperti nyeri perut, mual atau muntah, maka pasien tidak perlu pengobatan.

Apabila kadar SGPT > 100 U/L, maka indikasi pemberian antidotum menggunakan NAC (Acetylcysteine).

Pemberian NAC juga dianjurkan apabila hasil SGPT / SGOT dari laboratorium tertunda lebih dari 24 jam.

Peak serum concentration obat PCT antara 1-2 jam, maka tindakan gastric lavage di RS biasanya sudah terlambat.

Referensi : https://www.mja.com.au/sites/default/files/issues/203_05/Guidelines_paracetamol_Aus_NZ_2015.pdf

https://www.alomedika.com/penilaian-risiko-intoksikasi-paracetamol

 

Terima kasih sharing ilmunya dokter
28 Agustus 2019, 11:11
27 Agustus 2019, 15:04

Alo dokter

Risk assessment untuk kejadian overdosis adalah :

  • Berapa jumlah dosis yang masuk dalam tubuh
  • Kapan terjadinya, kapan terakhir minum obat, apakah single ingestion atau multiple ingestion
  • Bagaimana karakter pasien : usia, berat badan, riwayat chronic alcoholic

Berdasarkan kasus di atas, pasien meminum 34 tablet PCT x 500mg = 17.000 mg.

Dosis toksik PCT diketahui >200 mg/kg.

Diperkirakan pasien dewasa, dengan berat badan 70 kg, maka dosis toksik nya 14.000 mg. Berarti pasien ini telah meminum PCT dalam dosis toksik yang bisa merusak livernya.

Bila pasien minum secara langsung dan tidak diketahui waktu nya secara pasti, maka bila diperkirakan sudah lewat 8 jam pasien perlu di cek fungsi liver SGPT dan SGOT. Bila hasil nya normal dan tidak ada tanda-tanda gangguan liver seperti nyeri perut, mual atau muntah, maka pasien tidak perlu pengobatan.

Apabila kadar SGPT > 100 U/L, maka indikasi pemberian antidotum menggunakan NAC (Acetylcysteine).

Pemberian NAC juga dianjurkan apabila hasil SGPT / SGOT dari laboratorium tertunda lebih dari 24 jam.

Peak serum concentration obat PCT antara 1-2 jam, maka tindakan gastric lavage di RS biasanya sudah terlambat.

Referensi : https://www.mja.com.au/sites/default/files/issues/203_05/Guidelines_paracetamol_Aus_NZ_2015.pdf

https://www.alomedika.com/penilaian-risiko-intoksikasi-paracetamol

 

Terima kasih sharing ilmunya dokter
28 Agustus 2019, 11:58
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Ok Terima kasih
28 Agustus 2019, 16:37
Thanks for sharing
28 Agustus 2019, 17:50
Makasih sharingnya Dok. 
28 Agustus 2019, 19:56
27 Agustus 2019, 16:28
Trimaksih pemaparannya dok. sangat bermanfaat πŸ™. Saran konsul ke psikiatri apabila kondisi pasien sudah stabil, siapa tahu ada indikasi tertentu saat mengkonsumsi obat sedemikian banyak. Terimaksih dok πŸ˜ŠπŸ™
Setuju.. harus juga dikonseling psikiatri pasien spt ini😊
29 Agustus 2019, 06:08
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Mantap ini. Terapi komprehensif
28 Agustus 2019, 21:29
dr.Mega Nilam Sari, M.Biomed, SpKJ
dr.Mega Nilam Sari, M.Biomed, SpKJ
Dokter Specialis Psikiater
Setuju.. harus juga dikonseling psikiatri pasien spt ini😊
Nggih dokter. Pasien dan keluarga atau caregiver πŸ˜ŠπŸ™
29 Agustus 2019, 10:38
Terimakasih dokter sharingnya