Overactive Bladder vs Benign Prostate Hyperplasia - Urologi Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

ALO Dok, bagaimana kita membedakan Overactive Bladder (OAB) dan BPH? Dan apakah OAB dapat muncul bersamaan dengan BPH? Terima kasih Dok

Diskusi Dokter

14 April 2022, 14:13
dr. Dian Kurniasari, Sp.U
dr. Dian Kurniasari, Sp.U
Dokter Spesialis Urologi

ALODOKTER

OAB dan BPH memiliki gejala yang beberapa diantaranya hampir sama. Keinginan berkemih yang lebih sering dari normal adalah salah satunya.

Overactive bladder adalah kondisi yang berdampak pada kandung kemih. Maka dari itu, orang dengan kondisi ini biasanya mengalami gejala sebagai berikut:

  • Mendadak ingin buang air kecil dan sulit mengontrolnya.
  • Urine keluar tanpa disadari walaupun sudah ditahan.
  • Buang air kecil lebih sering, biasanya delapan kali atau lebih dalam 24 jam.
  • Terbangun dua kali atau lebih di malam hari untuk buang air kecil (nokturia).
  • Cara mendiagnosis OAB

    Ada beragam faktor yang yang dapat menyebabkan overactive bladder. Ini sebabnya dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menentukan diagnosis. Berikut berbagai pemeriksaan yang akan Anda jalani:

     

    1. Anamnesis

    Pada tahap ini, Anda perlu menyebutkan setiap gejala yang Anda alami, kapan gejala mulai muncul, seberapa parah gejala tersebut, dan efeknya pada aktivitas sehari-hari. Anda juga perlu memberitahu pola makan dan konsumsi obat kepada dokter.

     

    2. Pemeriksaan fisik

    Dokter akan memeriksa seluruh tubuh Anda untuk mencari apa pun yang mungkin menjadi penyebab kandung kemih overaktif. Tahap ini meliputi pemeriksaan perut, organ-organ di dalam panggul, dan rektum.

     

    3. Membuat jurnal buang air kecil

    Anda mungkin akan diminta membuat jurnal buang air kecil selama beberapa pekan ke depan. Jurnal ini berisikan:

    • Berapa banyak cairan yang Anda minum.
    • Kapan dan berapa banyak Anda buang air kecil.
    • Seberapa sering Anda ingin merasa buang air kecil.
    • Kapan urine keluar tanpa disadari dan seberapa banyak.

     

    4. Pemeriksaan lainnya

    Jika diperlukan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lengkap yang mencakup:

    • Tes Urine
    • Sampel urine Anda diperiksa untuk melihat adanya darah atau tanda infeksi.
    • Scan kandung kemih. Pemindaian umumnya menggunakan USG, CT scan, MRI, atau sinar-X.
    • Tes lainnya. Tes urodinamik untuk mengukur kemampuan buang air kecil atau sistoskopi untuk melihat kondisi saluran kemih.
     
  • Terlalu sering buang air kecil hingga mengganggu kegiatan sehari-hari.

BPH memiliki gejala sebagai berikut : 

- Urgency, yaitu keinginan berkemih yang  dirasakan tiba tiba dan tidak dapat ditahan

- Nokturia, terbangun pada malam hari untuk berkemih

- Harus mengedan kuat untuk memulai berkemih

- Pancaran urine yang melemah

- Adanya Terminal dribbling atau sisa urine yang menetes di akhir miksi

- Frekuensi, jumlah berkemih yang lebih sering

Pada OAB, biasanya volume urine yang keluar lebih sedikit dengan frekuensi berkemih yang lebih sering. Pada OAB mungkin tidak ditemukan gejala lain seperti pada gejala pasien dengan BPH