diskusi penatalaksanaan pasien osteoarthritis - Diskusi Dokter

general_alomedika

share dan konsul dok.. pasien sy wanita, 55thn, dx osteoarthritis bilateral. apakah ada terapi spy pasien lepas dr obat ya? krna setiap hari selalu konsumsi...

Diskusi Dokter

  • diskusi penatalaksanaan pasien osteoarthritis

  • share dan konsul dok.. pasien sy wanita, 55thn, dx osteoarthritis bilateral. apakah ada terapi spy pasien lepas dr obat ya? krna setiap hari selalu konsumsi meloxicam 15mg dan MP 4mg, kalau tdk mnm obat sakit sekali dan bengkak. sdh pernah injeksi intraarticular dgn triamcinolone, cm bertahan 3-5 hari lalu dtg lg minta obat. apakah fisioterapi efektif? atau perlukan konsul spOT utk operasi?

      dr.Bedry Qintha
    Moderator

    Alo dokter Febby!

    Pasien ini kira-kira apakah OA primer atau sekunder dok? 

    Kalo setau saya, dokter harus tentukan dulu derajat OA-nya sebelum memutuskan apakah pasien membutuhkan tindakan operatif atau tidak. Derajat OA bisa ditentukan berdasarkan indeks Lequesne ataupun dari radiologi menggunakan klasifikasi Kellgren and Lawrence.

    Kalo menurut AAFP, pasien dengan nyeri dan disabilitas yang menetap walaupun sudah ditatalaksana dengan medikamentosa maksimal dapat disarankan untuk total joint replacement. Tapi.... perlu diingat bahwa operasi ini bukan tanpa risiko. Harus pertimbangkan usia, komorbiditas, dan untung-rugi pada masing-masing pasien.

    Tatalaksana OA ini memang harus komperhensif dok. Tidak cukup hanya memberi meloxicam saja karena meloxicam sifatnya simptomatik. Di bawah saya lampirkan stepped care approach untuk penatalaksanaan OA yaa dok.

    Ini mungkin ada beberapa bahan bacaan yang bisa bermanfaat :

    - https://www.alomedika.com/penyakit/reumatologi/osteoartritis

    - https://www.alomedika.com/injeksi-glukokortikoid-intramuskular-pada-osteoartritis-panggul

    - https://www.alomedika.com/platelet-rich-plasma-prp-intra-artikular-untuk-pengobatan-osteoartritis

    - https://www.alomedika.com/glukosamin-kondroitin-penatalaksanaan-oa

    - https://www.alomedika.com/peran-injeksi-asam-hyaluronat-dalam-osteoarthritis

    - https://www.alomedika.com/penggunaan-knee-brace-pada-oa-lutut

    - https://www.aafp.org/afp/2012/0101/p49.html

    Semoga membantu yaa dok. cmiiw.

    Alo dr Febby,

    Untuk pasien-pasien OA, dari yang saya baca memang ada beberapa guidelines terapi yang dapat diberikan, yang terdiri dari terapi farmakologis dan non farmakologis
    untuk terapi nonfarmakologis beragam, diawali dengan modifikasi gaya hidup, penurunan BB apabila berlebih, dan olahraga/gerak yang disarankan adalah olahraga air atau taichi dan kompres pada lutut.
    Untuk terapi farmakologisnya memang di awal adalah dengan obat-obatan simtomatik dari golongan NSAIDs oral, topikal dan tramadol. Untuk injeksi kortikosteroid atau hyaluronat sendiri tidak dimasukkan dalam beberapa guidelines yang saya baca karena efeknya yang masih diperdebatkan. Alat bantu dilaporkan menolong pada beberapa kasus seperti knee brace atau walking stick, demikian juga dengan terapi akupuntur dan fisioterapi dengan modalitas seperti TENS atau SWD.
    Apabila terapi di atas masih tidak dapat meredakan gejala nyeri yg dirasakan pasien, maka disarankan untuk tindakan operasi seperti artroskopi atau arthroplasti.

    Kalau pada kasus Dokter IMHO, mungkin yg dapat dipertimbangkan untuk off adalah MP karena efek samping jangka panjangnya yg tidak diinginkan dan menemukan regimen simptomatik NSAiDs dan terapi nonfarmakologis penunjang yg tepat untuk pasien (fisio/akupuntur).
    Apabila memang sudah berkepanjangan, akan baik sekali bila dikonsulkan ke bagian orthopedi apakah memang pasien sudah memerlukan tindakan operatif atau belum setelah dilakukan pemeriksaan penunjang yg memadai. terima kasih.
    Halo dokter Febby,
    Untuk penanganan OA seperti yang dikatakan oleh sejawat lain tadi, bahwa memang harus komprehensif. Perlu kombinasi antara berbagai pendekatan. Perlu juga diketahui gejala dan derajat dari OA nya agar fisioterapi yang dilakukan bisa efektif. Dari aspek rehab mediknya, terapi yang dapat dilakukan bermacam-macam, yakni dengan latihan, dengan modalitas, atau orthesa.
    Terapi-terapi ini bersifat meredakan nyeri, mencegah kerusakan lebih jauh, dan mencegah disabilitas.
    Contoh terapi latihan antara lain strengthening otot quadriceps dan hamstring, karena kelemahan otot-otot ini dikatakan pada penelitian dapat meningkatkan risiko OA. Kemudian bila terdapat masalah luas gerak sendi maka bisa ditambah dengan ROM exercise dan stretching. Untuk olahraganya sendiri yang dikatakan bermanfaat bagi penderita OA adalah yang bersifat non weight bearing seperti berenang, bersepeda.
    Terapi modalitas yang bisa digunakan contohnya adalah yang dengan heat (diathermy), atau pun TENS (dengan listrik) atau dengan terapi dingin (cryotherapy). Preferensi dari tiap orang berbeda, dan biasanya dokter rehab mediknya akan meresepkan terapi sesuai dengan kondisi serta preferensi pasiennya.
    Terapi orthesa seperti yang sudah dibahas oleh TS di atas, misalnya menggunakan knee brace ataupun lateral wedge.
    Efektivitas fisioterapi seringkali bergantung pada kepatuhan pasien untuk melakukannya, karena memang untuk mendapat hasil dan mempertahankannya diperlukan untuk patuh dengan regimen rehab yang diberikan.
    Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga membantu.

    dr.Bedry Qintha
    Oct 10, 2018 at 06:27 AM

    Alo dokter Febby!


    Pasien ini kira-kira apakah OA primer atau sekunder dok? 


    Kalo setau saya, dokter harus tentukan dulu derajat OA-nya sebelum memutuskan apakah pasien membutuhkan tindakan operatif atau tidak. Derajat OA bisa ditentukan berdasarkan indeks Lequesne ataupun dari radiologi menggunakan klasifikasi Kellgren and Lawrence.


    Kalo menurut AAFP, pasien dengan nyeri dan disabilitas yang menetap walaupun sudah ditatalaksana dengan medikamentosa maksimal dapat disarankan untuk total joint replacement. Tapi.... perlu diingat bahwa operasi ini bukan tanpa risiko. Harus pertimbangkan usia, komorbiditas, dan untung-rugi pada masing-masing pasien.


    Tatalaksana OA ini memang harus komperhensif dok. Tidak cukup hanya memberi meloxicam saja karena meloxicam sifatnya simptomatik. Di bawah saya lampirkan stepped care approach untuk penatalaksanaan OA yaa dok.


    Ini mungkin ada beberapa bahan bacaan yang bisa bermanfaat :


    https://www.alomedika.com/penyakit/reumatologi/osteoartritis


    - https://www.alomedika.com/injeksi-glukokortikoid-intramuskular-pada-osteoartritis-panggul


    - https://www.alomedika.com/platelet-rich-plasma-prp-intra-artikular-untuk-pengobatan-osteoartritis


    - https://www.alomedika.com/glukosamin-kondroitin-penatalaksanaan-oa


    - https://www.alomedika.com/peran-injeksi-asam-hyaluronat-dalam-osteoarthritis


    - https://www.alomedika.com/penggunaan-knee-brace-pada-oa-lutut


    - https://www.aafp.org/afp/2012/0101/p49.html


    Semoga membantu yaa dok. cmiiw.


    thanks dok ❤

    dr. Ranti Phussa
    Oct 10, 2018 at 06:32 AM

    Alo dr Febby,

    Untuk pasien-pasien OA, dari yang saya baca memang ada beberapa guidelines terapi yang dapat diberikan, yang terdiri dari terapi farmakologis dan non farmakologis
    untuk terapi nonfarmakologis beragam, diawali dengan modifikasi gaya hidup, penurunan BB apabila berlebih, dan olahraga/gerak yang disarankan adalah olahraga air atau taichi dan kompres pada lutut.
    Untuk terapi farmakologisnya memang di awal adalah dengan obat-obatan simtomatik dari golongan NSAIDs oral, topikal dan tramadol. Untuk injeksi kortikosteroid atau hyaluronat sendiri tidak dimasukkan dalam beberapa guidelines yang saya baca karena efeknya yang masih diperdebatkan. Alat bantu dilaporkan menolong pada beberapa kasus seperti knee brace atau walking stick, demikian juga dengan terapi akupuntur dan fisioterapi dengan modalitas seperti TENS atau SWD.
    Apabila terapi di atas masih tidak dapat meredakan gejala nyeri yg dirasakan pasien, maka disarankan untuk tindakan operasi seperti artroskopi atau arthroplasti.

    Kalau pada kasus Dokter IMHO, mungkin yg dapat dipertimbangkan untuk off adalah MP karena efek samping jangka panjangnya yg tidak diinginkan dan menemukan regimen simptomatik NSAiDs dan terapi nonfarmakologis penunjang yg tepat untuk pasien (fisio/akupuntur).
    Apabila memang sudah berkepanjangan, akan baik sekali bila dikonsulkan ke bagian orthopedi apakah memang pasien sudah memerlukan tindakan operatif atau belum setelah dilakukan pemeriksaan penunjang yg memadai. terima kasih.

    ya dok, pemberian MP ini sdh lama, karena sudah dberikan dokter sebelumnya dan dia cocok, jadi saat pindah ke tmpt praktek sy dia selalu meminta obat yg sama (di tempat sy kurang lebih 1 bulan), do tmpt dokter sblmnta entah sdh berapa lama dikonsumsi. sdh sy encourage utk modifikasi gaya hidup hanya sepertinya pasien tdk kooperatif. sepertinya sy coba konsul dgn ortopedi dulu ya dok karena belum pernah di rontgen sebelumnya, thanks dok ❤

    dr. Nayla Rahmadiani
    Oct 10, 2018 at 08:11 AM

    Halo dokter Febby,
    Untuk penanganan OA seperti yang dikatakan oleh sejawat lain tadi, bahwa memang harus komprehensif. Perlu kombinasi antara berbagai pendekatan. Perlu juga diketahui gejala dan derajat dari OA nya agar fisioterapi yang dilakukan bisa efektif. Dari aspek rehab mediknya, terapi yang dapat dilakukan bermacam-macam, yakni dengan latihan, dengan modalitas, atau orthesa.
    Terapi-terapi ini bersifat meredakan nyeri, mencegah kerusakan lebih jauh, dan mencegah disabilitas.
    Contoh terapi latihan antara lain strengthening otot quadriceps dan hamstring, karena kelemahan otot-otot ini dikatakan pada penelitian dapat meningkatkan risiko OA. Kemudian bila terdapat masalah luas gerak sendi maka bisa ditambah dengan ROM exercise dan stretching. Untuk olahraganya sendiri yang dikatakan bermanfaat bagi penderita OA adalah yang bersifat non weight bearing seperti berenang, bersepeda.
    Terapi modalitas yang bisa digunakan contohnya adalah yang dengan heat (diathermy), atau pun TENS (dengan listrik) atau dengan terapi dingin (cryotherapy). Preferensi dari tiap orang berbeda, dan biasanya dokter rehab mediknya akan meresepkan terapi sesuai dengan kondisi serta preferensi pasiennya.
    Terapi orthesa seperti yang sudah dibahas oleh TS di atas, misalnya menggunakan knee brace ataupun lateral wedge.
    Efektivitas fisioterapi seringkali bergantung pada kepatuhan pasien untuk melakukannya, karena memang untuk mendapat hasil dan mempertahankannya diperlukan untuk patuh dengan regimen rehab yang diberikan.
    Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga membantu.

    thanks dok ❤