Olahraga pada penderita Osteoartritis dengan Obesitas - Olahraga Ask The Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dr. Alvin, banyak ditemukan pasien dengan Osteoartritis lutut disertai dengan Obesitas, olahraga apa yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan berat...

Diskusi Dokter

03 Februari 2021, 15:04
Alo Dok!
Terima kasih atas pertanyaannya Dengan kondisi osteoartritis genu, olahraga pilihan adalah olahraga non-weight bearing untuk meningkatkan kapasitas jantung paru nya. Massa lemak akan turun mengikuti rutinitas exercise tersebut dengan menjaga defisit energi balancr. Kemudian untuk menjaga massa otot, tidak dapat sekaligus, direkomendasikan untuk ditambah sesi latihan kekuatan, dengan kondisi tersebut latihan kekuatan non weight bearing dengan berat badan sendiri dapat dilakukan, misalnya dengan latihan 4 ways straight leg raise (SLR) secara teratur. Rekomendasi olahraga dari American College of Sports Medicine (ACSM) adalah 3-5x latihan kardiorespiratori/aerobik ditambah dengan 2x latihan beban per minggu nya. Namun perlu diperhatikan untuk meningkatnya secara bertahap untuk menghindari cedera. Terima kasih.
03 Februari 2021, 19:40
dr. Aktaruddin A. S, Sp. PD
dr. Aktaruddin A. S, Sp. PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
latihan bebannya berapa lama dok setiap latihan?
03 Februari 2021, 20:08
Alo Dok!
Kalau dari saya prinsipnya bukan di berapa lamanya, tetapi target ototnya terkena semua, misalnya untuk osteoartritis genu, maka kelompok target otot saya adalah otot quadriceps, otot hamstring, kelompok otot adduktor femur, kelompok otot abduktor femur dan ott betis. Otot-otot tersebut yang berpengaruh pada pressure di lutut, dengan menguatkan kelompok otot tersebut maka diharapkan pressure weight bearing pada lutut akan berkurang sehingga skala nyeri berkurang. Untuk setiap gerakan biasanya saya gunakan intensitas 8-12 RM, maksudnya pasien dapat melakukan dengam beban cukup (tapi jangan yang weight bearing) dengan teknik yang tepat. Kemudian diulang sebanyak 2-3 set. Dan dilakukan untuk semua kelompok target otot. Setiap orang mungkin akan berbeda satu sama lain, karena exercise itu seperti obat punya dosis dan efikasi masing-masing dengan berbagai faktor risiko yang menyertai. Demikian Dok secara prinsipnya. Semoga membantu. Terima kasih.
03 Februari 2021, 20:11
dr. Aktaruddin A. S, Sp. PD
dr. Aktaruddin A. S, Sp. PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
terimakasih Dok
03 Februari 2021, 20:26
dr.Meldy Muzada Elfa, Sp. PD, FINASIM
dr.Meldy Muzada Elfa, Sp. PD, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Bersepeda dan berenang... sepeda statis lebih baik
03 Februari 2021, 20:50
Alo Dok!
Nah, ini jenis olahraga lainnya, pada dasarnya ada 3 generik dari olahraga/latihan fisik, yaitu latihan daya tahan jantung paru, latihan kekuatan otot, latihan peregangan/stretching.
Bersepeda dan berenang adalah jenis latihan daya taham jantung paru, atau yang sering dikenal dengan aerobik/kardio. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas jantung parunya agar lebih baik dan risiko PJK menurun, di sisi lain bila dilakukan rutin, teratur dan jangka panjang, berat badan menjadi terkontrol dan ini memberikan benefit QOL pada OA tersebut.
Berenang dan sepeda ini cocok untuk OA karena prinsip non-weight bearing nya. Tapi bukan olahraga yang terbaik untuk semua masalah kesehatan, Dok. Misalnya olahraga non-weight bearing dengan low impact seperti itu tidak memberikan manfaat yang signifikan pada kondisi osteoporosis. Jadi setiap pasien dengan masalah kesehatan masing-masing terapi olahraganya juga berbeda.
Kemudian latihan kekuatan otot, seperti yang saya sebutkan sebelumnya perlu dilakukan sebagai bagian dari terapi olahraga untuk mendapatkan benefit pemgurangan pressure ke lutut karena akan didistribusikan ke otot yamg berkontraksi. Untuk mengejar kekuatan otot bertambah dan masa otot bertambah dapat dilakukan latihan kekuatan otot dengam jeda antara 6-24 jam antar sesi latihan. Biasanya akan disarankan lebih lama sekitar 3-5x seminggu pada tahap awal, Dok, agar terbiasa dan kompliens pasien baik. Semoga membantu Dok. Terima kasih.