bagaimana membedakan oedem tungkai pasien hipertensi akibat amlodipin dan karena CHF? - Diskusi Dokter

general_alomedika

dok, bagaimana membedakan oedem tungkai secara klinis, pada pasien dg hipertensi dalam terapi amloidipin. apakah oedem tungkai karena efek penggunaan...

Diskusi Dokter

  • bagaimana membedakan oedem tungkai pasien hipertensi akibat amlodipin dan karena CHF?

  • dok, bagaimana membedakan oedem tungkai secara klinis, pada pasien dg hipertensi dalam terapi amloidipin. apakah oedem tungkai karena efek penggunaan amloidipin atau karena CHF?

    sedikit menjawab ya dok

    cukup sulit ya membedakan edema tungkai pada pasien CKD dan efek samping amlodipin

    perlu digali ya dok dari pemeriksaan apakah ada tanda2 overload cairan ditempat lain misalnya paru. kemudian juga perlu dilihat pasien CKDnya sudah stadium berapa. apakah memang sudah on HD.

    karena jika sudah on HD edema pada tungkai sudah pasti karena CKDnya.

    kalau secara teori edema efek samping obat CCB sering hanya berupa ankle edema saja. tanpa ada tanda2 overload cairan berlebihan.

    kalau dari tanda fisiknya sama2 pitting edema dok.
    jadi tetap penggalian sebab edema dari anamnesis dan fisiik serra fungsi ginjalnya ya dok.
    dan dievalusi dosis amlodipinnya apakah berlebihan sehingga menimbulkan efek samping demikian
    karena cukup jarang ya efek samping muncul jika dosis terapi CCB ini kecil. seringnya saya menemukan kasus edema karena pasien tidak memahami cara konsusmi obat2 CCB. jadi kesannya overdosis CCB.

    mohon koreksinya juga ya
    ups maaf dok. saya salah baca. saya kira CKD ta dok.
    ternyata CHF.

    kalau CHF lebih ke tanda2 lain ya dok. misalnya dipsneu on effort, paroxismal nocturnal dipsneu, dllnya yang lebih ke CHFnya.
    Oedem tungkai merupakan salah satu manifestasi dari gagal jantung atau Heart failure.
    Amlodipin tidak menjadi penyebab primer dari oedem tungkai, namun pada gagal jantung yang disertai dengan tanda-tanda retensi cairan, salah satunya oedem tungkai, pemberian obat obat golongan penyekat kanal kalsium seperti amlodipin sebaiknya dihindari

    dr. Jeffry Kristiawan
    Sep 08, 2018 at 11:00 AM

    sedikit menjawab ya dok

    cukup sulit ya membedakan edema tungkai pada pasien CKD dan efek samping amlodipin

    perlu digali ya dok dari pemeriksaan apakah ada tanda2 overload cairan ditempat lain misalnya paru. kemudian juga perlu dilihat pasien CKDnya sudah stadium berapa. apakah memang sudah on HD.

    karena jika sudah on HD edema pada tungkai sudah pasti karena CKDnya.

    kalau secara teori edema efek samping obat CCB sering hanya berupa ankle edema saja. tanpa ada tanda2 overload cairan berlebihan.

    kalau dari tanda fisiknya sama2 pitting edema dok.
    jadi tetap penggalian sebab edema dari anamnesis dan fisiik serra fungsi ginjalnya ya dok.
    dan dievalusi dosis amlodipinnya apakah berlebihan sehingga menimbulkan efek samping demikian
    karena cukup jarang ya efek samping muncul jika dosis terapi CCB ini kecil. seringnya saya menemukan kasus edema karena pasien tidak memahami cara konsusmi obat2 CCB. jadi kesannya overdosis CCB.

    mohon koreksinya juga ya

    terima kasih dok

    dr. NurHasan Agung P, Sp.PD, M.Kes
    Sep 08, 2018 at 11:22 AM

    Oedem tungkai merupakan salah satu manifestasi dari gagal jantung atau Heart failure.
    Amlodipin tidak menjadi penyebab primer dari oedem tungkai, namun pada gagal jantung yang disertai dengan tanda-tanda retensi cairan, salah satunya oedem tungkai, pemberian obat obat golongan penyekat kanal kalsium seperti amlodipin sebaiknya dihindari

    terima kasih dok

      dr.Bedry Qintha
    Moderator

    Alo dokter Wiji!

    Seperti yang kita tahu, dalam mebedakan diagnosis banding apapun pada kasus klinik apapun, tentunya kita harus melihat manifestasi klinis secara komprehensif, baik dari anamnesis, pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan penunjang.

    Pada kasus yang dokter tanyakan, tentu saja harus menggali apakah betul ada kongesti akibat gagal jantung atau edema tungkai disebabkan karena faktor lainnya. Seperti kata TS di atas, edema tungkai pada gagal jantung disebabkan karena kegagalan fungsi jantung untuk memompa darah kembali ke jantung sehingga terjadi bendungan, sedangkan amlodipin sendiri bukan merupakan penyebab primer edema tungkai. Jadi, pada pasien yang datang dengan riwayat hipertensi disertai edema tungkai (apalagi jika disertai gejala penyerta lain seperti sesak nafas), maka yang pertama harus dipikirkan adalah CHF.

    Untuk memudahkan, dokter bisa menggunakan kriteria Frammingham, dimana CHF dapat didiagnosis apabila memenuhi 2 kriteria mayor ATAU 1 kriteria mayor + 2 kriteria minor.

    Kriteria mayor :

    - edema pulmo akut

    - kardiomegali

    - reflux hepatojugular

    - pembesaran vena leher

    - paroxysmal nocturnal dyspnea atau orthopnea

    - ronkhi paru

    - S3 irama gallop

    - penurunan BB > 4,5 kg dalam 5 hari terhadap respon terapi

    Kriteria minor :

    - edema ankle

    - dyspnea saat aktivitas

    - hepatomegali

    - nocturnal cough

    - efusi pleura

    - takikardia > 120

    dr.Bedry Qintha
    Sep 10, 2018 at 07:05 AM

    Alo dokter Wiji!


    Seperti yang kita tahu, dalam mebedakan diagnosis banding apapun pada kasus klinik apapun, tentunya kita harus melihat manifestasi klinis secara komprehensif, baik dari anamnesis, pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan penunjang.


    Pada kasus yang dokter tanyakan, tentu saja harus menggali apakah betul ada kongesti akibat gagal jantung atau edema tungkai disebabkan karena faktor lainnya. Seperti kata TS di atas, edema tungkai pada gagal jantung disebabkan karena kegagalan fungsi jantung untuk memompa darah kembali ke jantung sehingga terjadi bendungan, sedangkan amlodipin sendiri bukan merupakan penyebab primer edema tungkai. Jadi, pada pasien yang datang dengan riwayat hipertensi disertai edema tungkai (apalagi jika disertai gejala penyerta lain seperti sesak nafas), maka yang pertama harus dipikirkan adalah CHF.


    Untuk memudahkan, dokter bisa menggunakan kriteria Frammingham, dimana CHF dapat didiagnosis apabila memenuhi 2 kriteria mayor ATAU 1 kriteria mayor + 2 kriteria minor.


    Kriteria mayor :


    - edema pulmo akut


    - kardiomegali


    - reflux hepatojugular


    - pembesaran vena leher


    - paroxysmal nocturnal dyspnea atau orthopnea


    - ronkhi paru


    - S3 irama gallop


    - penurunan BB > 4,5 kg dalam 5 hari terhadap respon terapi


    Kriteria minor :


    - edema ankle


    - dyspnea saat aktivitas


    - hepatomegali


    - nocturnal cough


    - efusi pleura


    - takikardia > 120

    terima kasih dok, pasien hanya datang dg keluhan kedua kaki bengkak dokter. tiak ada keluhan lain. untuk riwayatnya penggunaan obat amloidipin.