Memahami Akses Hemodialysis untuk Pasien Chronic Kidney Disease - Diskusi Dokter

general_alomedika

Status kesehatan nasional saat ini di Indonesia bervariasi, seiring dengan laporan dari WHO bahwa Non Communicable Disease yang kian meningkat dimasa...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Memahami Akses Hemodialysis untuk Pasien Chronic Kidney Disease

    30 Oktober 2018, 09:22
    dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
    dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
    Dokter Spesialis Bedah Thoraks Kardio Vaskuler

    Status kesehatan nasional saat ini di Indonesia bervariasi, seiring dengan laporan dari WHO bahwa Non Communicable Disease yang kian meningkat dimasa sekarang ini, jumlah pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) atau Penyakit Ginjal Kronis (PGK) semakin meningkat dari tahun ke tahun. Seperti yang dicatat Indonesian Renal Registry (IRR), pada 2015 pasien baru dengan PGK mencapai 21.050 orang. Kenaikan tercatat pada 2016 sebesar 25.446 orang. Saat ini jumlah pasien PGK di Indonesia diperkirakan lebih 150 ribu orang seiring dengan angka tersebut, tentu terjadi peningkatan pada pelayanan Hemodialysis dan manajemen akses hemodialysis.

    Akses hemodialysis terbagi menjadi dari yang permanen dan yang temporary. Untuk yang permanen, biasa disebut ArterioVenous Shunt/Fistula. sedangkan yang sementara yakni kateter hemodialysis (short & long term).

    Operasi arteriovenous shunt atau fistula (AVF), umumnya dilakukan oleh dokter Bedah yang kompeten dibidang pembedahan Vaskular (Bedah TKV, Bedah Umum maupun Bedah Vaskular).

    Pada 31 Maret 2018, Komisi Vaskular HBTKVI (Perhimpunan Dokter Bedah Toraks Kardiak & Vaskular Indonesia) mengadakan Workshop & Training AV Shunt, kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta Dokter Bedah yang ingin mengupdate ketrampilan Bedah khususnya AV Shunt serta bagaimana manajemennya, didukung penuh oleh AVShuntIndonesia (www.avshuntindonesia.com).

    Sebagian banyak pasien CKD saat ini masih dengan akses Hemodialysis meski juga ada CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis). Seiring hal tersebut juga muncul beberapa problema Akses Hemodialysis pada pasien-pasien CKD seperti Aneurisma pada AVshunt yang memang didukung juga dengan kondisi Hipertensi pada pasien tersebut.

    Prinsip AVshunt merupakan penyambungan atau anastomosis Arteri dan Vena agar vena ketika maturasi dapat dijadikan Akses HD oleh nurse HD di Unit HD Rumah Sakit. Manajemen AV Shunt yang baik adalah bila dilakukan dengan cermat dan terukur secara obyektif dari faktor resiko dan penilaian klinis dan penggunaan USG Vaskular pre AVshunt.


30 Oktober 2018, 09:44

Terimakasih informasinya dokter!

Sering-sering sharing yaa dok..

30 Oktober 2018, 10:46
Terimakasih sharingnya dok, bisa menjadi bahan edukasi untuk pasien juga :)
30 Oktober 2018, 12:23
terimakasih dok
30 Oktober 2018, 13:16
Terimakasih atas infonya dok
30 Oktober 2018, 13:22
terimakasih infonya dok :)
30 Oktober 2018, 14:30
terimakasih dokter sharingnya๐Ÿ˜Š
30 Oktober 2018, 16:03
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
Dokter Spesialis Bedah Thoraks Kardio Vaskuler
Terimakasih responnya sejawat Dokter semua.. Dengan senang Hati berbagi..
30 Oktober 2018, 16:58
terimakasih dok..๐Ÿ™
31 Oktober 2018, 13:17
30 Oktober 2018, 09:22

Status kesehatan nasional saat ini di Indonesia bervariasi, seiring dengan laporan dari WHO bahwa Non Communicable Disease yang kian meningkat dimasa sekarang ini, jumlah pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) atau Penyakit Ginjal Kronis (PGK) semakin meningkat dari tahun ke tahun. Seperti yang dicatat Indonesian Renal Registry (IRR), pada 2015 pasien baru dengan PGK mencapai 21.050 orang. Kenaikan tercatat pada 2016 sebesar 25.446 orang. Saat ini jumlah pasien PGK di Indonesia diperkirakan lebih 150 ribu orang seiring dengan angka tersebut, tentu terjadi peningkatan pada pelayanan Hemodialysis dan manajemen akses hemodialysis.

Akses hemodialysis terbagi menjadi dari yang permanen dan yang temporary. Untuk yang permanen, biasa disebut ArterioVenous Shunt/Fistula. sedangkan yang sementara yakni kateter hemodialysis (short & long term).

Operasi arteriovenous shunt atau fistula (AVF), umumnya dilakukan oleh dokter Bedah yang kompeten dibidang pembedahan Vaskular (Bedah TKV, Bedah Umum maupun Bedah Vaskular).

Pada 31 Maret 2018, Komisi Vaskular HBTKVI (Perhimpunan Dokter Bedah Toraks Kardiak & Vaskular Indonesia) mengadakan Workshop & Training AV Shunt, kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta Dokter Bedah yang ingin mengupdate ketrampilan Bedah khususnya AV Shunt serta bagaimana manajemennya, didukung penuh oleh AVShuntIndonesia (www.avshuntindonesia.com).

Sebagian banyak pasien CKD saat ini masih dengan akses Hemodialysis meski juga ada CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis). Seiring hal tersebut juga muncul beberapa problema Akses Hemodialysis pada pasien-pasien CKD seperti Aneurisma pada AVshunt yang memang didukung juga dengan kondisi Hipertensi pada pasien tersebut.

Prinsip AVshunt merupakan penyambungan atau anastomosis Arteri dan Vena agar vena ketika maturasi dapat dijadikan Akses HD oleh nurse HD di Unit HD Rumah Sakit. Manajemen AV Shunt yang baik adalah bila dilakukan dengan cermat dan terukur secara obyektif dari faktor resiko dan penilaian klinis dan penggunaan USG Vaskular pre AVshunt.


Terimakasih banyak infonya dok! 
31 Oktober 2018, 19:31
Thanks dok, ditunggu sharing2 lainnya
05 Februari 2019, 15:11
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV
Dokter Spesialis Bedah Thoraks Kardio Vaskuler
30 Oktober 2018, 09:22

Status kesehatan nasional saat ini di Indonesia bervariasi, seiring dengan laporan dari WHO bahwa Non Communicable Disease yang kian meningkat dimasa sekarang ini, jumlah pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) atau Penyakit Ginjal Kronis (PGK) semakin meningkat dari tahun ke tahun. Seperti yang dicatat Indonesian Renal Registry (IRR), pada 2015 pasien baru dengan PGK mencapai 21.050 orang. Kenaikan tercatat pada 2016 sebesar 25.446 orang. Saat ini jumlah pasien PGK di Indonesia diperkirakan lebih 150 ribu orang seiring dengan angka tersebut, tentu terjadi peningkatan pada pelayanan Hemodialysis dan manajemen akses hemodialysis.

Akses hemodialysis terbagi menjadi dari yang permanen dan yang temporary. Untuk yang permanen, biasa disebut ArterioVenous Shunt/Fistula. sedangkan yang sementara yakni kateter hemodialysis (short & long term).

Operasi arteriovenous shunt atau fistula (AVF), umumnya dilakukan oleh dokter Bedah yang kompeten dibidang pembedahan Vaskular (Bedah TKV, Bedah Umum maupun Bedah Vaskular).

Pada 31 Maret 2018, Komisi Vaskular HBTKVI (Perhimpunan Dokter Bedah Toraks Kardiak & Vaskular Indonesia) mengadakan Workshop & Training AV Shunt, kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta Dokter Bedah yang ingin mengupdate ketrampilan Bedah khususnya AV Shunt serta bagaimana manajemennya, didukung penuh oleh AVShuntIndonesia (www.avshuntindonesia.com).

Sebagian banyak pasien CKD saat ini masih dengan akses Hemodialysis meski juga ada CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis). Seiring hal tersebut juga muncul beberapa problema Akses Hemodialysis pada pasien-pasien CKD seperti Aneurisma pada AVshunt yang memang didukung juga dengan kondisi Hipertensi pada pasien tersebut.

Prinsip AVshunt merupakan penyambungan atau anastomosis Arteri dan Vena agar vena ketika maturasi dapat dijadikan Akses HD oleh nurse HD di Unit HD Rumah Sakit. Manajemen AV Shunt yang baik adalah bila dilakukan dengan cermat dan terukur secara obyektif dari faktor resiko dan penilaian klinis dan penggunaan USG Vaskular pre AVshunt.


Selamat Berbahagia Tanpa Batasan Waktu
05 Februari 2019, 22:45
Sukses dokter Niko ๐Ÿ‘