konsul pasien hematuria post turp - Diskusi Dokter

general_alomedika

dok, pasien mengalami hematuria post turp sekitar 1 minggu yg lalu normal tidak ya? bolehkah diberikan asam tranexamat?

Diskusi Dokter

18 September 2018, 17:50
Alo dok wiji..

kalau saya sependapat dengan dokter marianti bahwa kita perlu evaluasi dulu karena perdarahan post operasi TURP apalagi bila dilihat waktunya masih 1 minggu masih normal normal saja..

Kalau yang saya baca baca sih, perdarahan post TURP bisa berlangsung selama 1-2 minggu dok, sehingga biasanya menjadi tanda bahaya apabila lebih dari 2 minggu perdarahan dan tidak ada perubahan..

tetapi mungkin bila perdarahan hebat sekali dan pasiennya juga sangat lemas ya ada baiknya tidak menunggh hingga 2 minggu, langsung saya disarankan kembali kepada dokter urologinya untuk di evaluasi kembali. cmiiw
18 September 2018, 17:32
dr. Marianti
dr. Marianti
Dokter Umum
Wajar, dok. Suruh banyak minum aja dulu. Kalau darahnya makin banyak dalam 48 jam, baru disuruh periksa kembali ke dokternya.
18 September 2018, 17:48
kalau menurut Saya sebaiknya dikonsul ulang ke urologinya ya dok,

dari jurnal ncbi ini https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3229342/

disebutkan 19 pasien dari 437 TURP memerlukan sistoskopi untuk kontrol perdarahan post op. dan 2 pasien berhasil ditangani dengan sistoskopi + diatermi untuk delayed hemorrhage pada hari ke-7 dan 13 pasca TURP.

untuk asam traneksamatnya, menurut saya tunggu urologinya dulu dok mau konservatif atau sistoskopi ulang. Yang penting kondisi pasien stabil, kelola nyeri bila ada, dan sudah disingkirkan dd hematuri yang lain.

Semoga membantu ya dok
19 September 2018, 18:12
Dear dr. Wiji Hastuti.

Hematuria perioperatif tindakan TUR-Prostat masih dianggap wajar. Hematuria pasca TURP akan dianggap sebuah komplikasi bila berlangsung masif hingga: menyebabkan penurunan hemoglobin, membutuhkan transfusi darah, menyebabkan retensi clot / bekuan darah di buli ataupun membutuhkan tindakan re-sistoskopi.

Mayoritas pasien turp tergolong lanjut usia dan memiliki komorbid. Yang perlu Dokter berikan perhatian lebih adalah pasien dengan riwayat hipertensi yang tidak terkontrol atau menggunakan obat antiplatelet. Konsumsi herbal/obat2an tradisional yang sering menjadi kebiasaan pasien di Indonesia juga dapat memicu hematuria.

Asan traneksamat merupakan obat golongan antifibrinolitik, kerjanya menghambat pemecahan fibrin dan menstabilkan bekuan darah. Dalam sebuah systematic review dan meta-analysis oleh Mina et al di Cent European J Urol 2018 disebutkan bahwa asam traneksamat terbukti efektif mencegah kehilangan darah perioperatif turp.

Dewasa ini metode konvensional reseksi monopolar yang lebih bersiko menyebabkan perdarahan mulai ditinggalkan. Instrumentasi tindakan minimal invasif utk prostat semakin berkembang dgn pemanfaatan teknologi laser yang menurunkan resiko perdarahan secara nyata.

Demikian sharing dari saya. Semoga dapat menjawab permasalahan pasien yang Dokter tangani.
20 September 2018, 12:53

dr. Firtantyo Adi Syahputra, Sp.U, FICS
Sep 19, 2018 at 06:12 PM

Dear dr. Wiji Hastuti.

Hematuria perioperatif tindakan TUR-Prostat masih dianggap wajar. Hematuria pasca TURP akan dianggap sebuah komplikasi bila berlangsung masif hingga: menyebabkan penurunan hemoglobin, membutuhkan transfusi darah, menyebabkan retensi clot / bekuan darah di buli ataupun membutuhkan tindakan re-sistoskopi.

Mayoritas pasien turp tergolong lanjut usia dan memiliki komorbid. Yang perlu Dokter berikan perhatian lebih adalah pasien dengan riwayat hipertensi yang tidak terkontrol atau menggunakan obat antiplatelet. Konsumsi herbal/obat2an tradisional yang sering menjadi kebiasaan pasien di Indonesia juga dapat memicu hematuria.

Asan traneksamat merupakan obat golongan antifibrinolitik, kerjanya menghambat pemecahan fibrin dan menstabilkan bekuan darah. Dalam sebuah systematic review dan meta-analysis oleh Mina et al di Cent European J Urol 2018 disebutkan bahwa asam traneksamat terbukti efektif mencegah kehilangan darah perioperatif turp.

Dewasa ini metode konvensional reseksi monopolar yang lebih bersiko menyebabkan perdarahan mulai ditinggalkan. Instrumentasi tindakan minimal invasif utk prostat semakin berkembang dgn pemanfaatan teknologi laser yang menurunkan resiko perdarahan secara nyata.

Demikian sharing dari saya. Semoga dapat menjawab permasalahan pasien yang Dokter tangani.

Terima kasih sharing ilmunya, dok :)

22 September 2018, 12:48

dr. Firtantyo Adi Syahputra, Sp.U, FICS
Sep 19, 2018 at 18:12 PM

Dear dr. Wiji Hastuti.

Hematuria perioperatif tindakan TUR-Prostat masih dianggap wajar. Hematuria pasca TURP akan dianggap sebuah komplikasi bila berlangsung masif hingga: menyebabkan penurunan hemoglobin, membutuhkan transfusi darah, menyebabkan retensi clot / bekuan darah di buli ataupun membutuhkan tindakan re-sistoskopi.

Mayoritas pasien turp tergolong lanjut usia dan memiliki komorbid. Yang perlu Dokter berikan perhatian lebih adalah pasien dengan riwayat hipertensi yang tidak terkontrol atau menggunakan obat antiplatelet. Konsumsi herbal/obat2an tradisional yang sering menjadi kebiasaan pasien di Indonesia juga dapat memicu hematuria.

Asan traneksamat merupakan obat golongan antifibrinolitik, kerjanya menghambat pemecahan fibrin dan menstabilkan bekuan darah. Dalam sebuah systematic review dan meta-analysis oleh Mina et al di Cent European J Urol 2018 disebutkan bahwa asam traneksamat terbukti efektif mencegah kehilangan darah perioperatif turp.

Dewasa ini metode konvensional reseksi monopolar yang lebih bersiko menyebabkan perdarahan mulai ditinggalkan. Instrumentasi tindakan minimal invasif utk prostat semakin berkembang dgn pemanfaatan teknologi laser yang menurunkan resiko perdarahan secara nyata.

Demikian sharing dari saya. Semoga dapat menjawab permasalahan pasien yang Dokter tangani.

terima kasih dok pencerahannya