konsul pasien 60 tahun dengan hematoschezia dan STEMI - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat pagi dok. kemarin saat saya di igd, saya menemukan pasien usia 60 tahun dengan keluhan bab darah segar dan dada terasa tidak nyaman. bab darah segar...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • konsul pasien 60 tahun dengan hematoschezia dan STEMI

    31 Agustus 2018, 07:48

    Selamat pagi dok. kemarin saat saya di igd, saya menemukan pasien usia 60 tahun dengan keluhan bab darah segar dan dada terasa tidak nyaman. bab darah segar sudah 2 hari dan sangat banyak. lalu nyeri dada skitar 10 jam

    tensi 100/60

    nadi 100

    nah ekg pasien menggambarkan ada st elevasi di lead V1-V4

    lalu hb pasien 6

    sampai saya pulang, lab lain sedang proses ya.

    yang jadi pertanyaan saya bagaimana cara penanganan awal di igd pada pasien seperti ini?

    terimakasih

    #mohon maaf saya tidak ada data ekg nya karena saya lupa tidak foto

31 Agustus 2018, 08:09

Alo Dok, 

Wah, kasusnya cukup rumit juga yah Dok, kalau di IGD sudah pasti memerlukan keterlibatan/konsul dari dr Jantung dan Gastroenterolog/Bedah Digestif...

Sedikit dari Saya, untuk penanganan awal tetap diperhatikan kestabilan ABC, Dok.. karena Hb pasien rendah, hal ini bisa juga menjadi salah satu penyebab dari gambaran iskemik pada EKGnya selain kemungkinan memang ada problem pada Jantung, sehingga resusitasi cairan awal perlu segera dilakukan, diutamakan dengan memasukkan pengganti darah. Untuk nyeri dada dapat dilakukan penilaian dan assessment untuk STEMI juga DOk, awal bisa diberikan analgesik (morfin dapat dipertimbangkan jika diperlukan).  

Dari awal perlu juga untuk langsung memasang monitor EKG dan tekanan darah terus menerus. Jika transfusi darah sudah dilakukan, perlu penilaian mana yang kasus yang lebih life threatening apakah memang vital signs membaik dengan transfusi darah atau kah ada masalah jantung yang perlu segera ditangani atau kah mencari penyebab perdarahan aktif pada saluran cernanya.

Berdasarkan assessment lanjutan di atas maka bisa diputuskan apakah pasien lebih memerlukan manajemen MI atau kah Endoskopi untuk mencari penyebab perdarahan aktifnya. Seperti kita ketahui kalau PCI memerlukan antikoagulan yang dapat memperparah kondisi perdarahannya sedangkan Endoskopi memerlukan sedasi yang juga berisiko untuk pasien  dengan MI akut. 

Mungkin rekan lain dapat menambahkan juga, Dok, terima kasih....

31 Agustus 2018, 08:47

Alo dokter Alfonsus!

Setuju dgn dr.Ranti, kasusnya super-duper complicated. di satu sisi ada tanda syok, ada STEMI juga, di sisi lain ada anemia dan blood loss. Berarti kita tidak bisa beri nitrat karena tekanan darahnya bisa tambah drop. Aspirin dan klopidogrel juga ngga bisa kasih karena bisa memperparah blood loss. Hmm.. imho, yang pertama harus dilakukan pada pasien ini sepertinya adalah resusitasi dulu dok. Kalo memang ada bank darah, segera transfusi sambil dilakukan monitoring ketat. Kalo memang EKG membaik setelah resusitasi, maka kemungkinan gambaran iskemia di EKG-nya disebabkan oleh blood loss. 

Menarik sekali kasusnya, thankyou for sharing dok!

31 Agustus 2018, 08:57

dr. Ranti Phussa
Agt 31, 2018 at 08:09 AM

Alo Dok, 


Wah, kasusnya cukup rumit juga yah Dok, kalau di IGD sudah pasti memerlukan keterlibatan/konsul dari dr Jantung dan Gastroenterolog/Bedah Digestif...


Sedikit dari Saya, untuk penanganan awal tetap diperhatikan kestabilan ABC, Dok.. karena Hb pasien rendah, hal ini bisa juga menjadi salah satu penyebab dari gambaran iskemik pada EKGnya selain kemungkinan memang ada problem pada Jantung, sehingga resusitasi cairan awal perlu segera dilakukan, diutamakan dengan memasukkan pengganti darah. Untuk nyeri dada dapat dilakukan penilaian dan assessment untuk STEMI juga DOk, awal bisa diberikan analgesik (morfin dapat dipertimbangkan jika diperlukan).  


Dari awal perlu juga untuk langsung memasang monitor EKG dan tekanan darah terus menerus. Jika transfusi darah sudah dilakukan, perlu penilaian mana yang kasus yang lebih life threatening apakah memang vital signs membaik dengan transfusi darah atau kah ada masalah jantung yang perlu segera ditangani atau kah mencari penyebab perdarahan aktif pada saluran cernanya.


Berdasarkan assessment lanjutan di atas maka bisa diputuskan apakah pasien lebih memerlukan manajemen MI atau kah Endoskopi untuk mencari penyebab perdarahan aktifnya. Seperti kita ketahui kalau PCI memerlukan antikoagulan yang dapat memperparah kondisi perdarahannya sedangkan Endoskopi memerlukan sedasi yang juga berisiko untuk pasien  dengan MI akut. 


Mungkin rekan lain dapat menambahkan juga, Dok, terima kasih....

iya dok. saya kemarin langsung loading cairan. tp karena faktor usia dan ekg seperti itu, apalagi belum ronsen thorax saya agak brrhati hati. kemarin saya masih masukan 500cc cairan ya utk loading. lalu dari dokter bedah umum (di tempat kami belum ada bedah digestif) menambahkan ceftriaxon 1x2 gram, inj asam traneksamat 3x500 mg, pasang kateter dan NGT, konsul internist, siapkan tranfusi, dan siapkan ruangan perawatan intensif. internist, sampai saya kembali pulang belum ada jwaban.

trimakasih sharingnya dok

31 Agustus 2018, 08:59

dr.Bedry Qintha
Agt 31, 2018 at 08:47 AM

Alo dokter Alfonsus!


Setuju dgn dr.Ranti, kasusnya super-duper complicated. di satu sisi ada tanda syok, ada STEMI juga, di sisi lain ada anemia dan blood loss. Berarti kita tidak bisa beri nitrat karena tekanan darahnya bisa tambah drop. Aspirin dan klopidogrel juga ngga bisa kasih karena bisa memperparah blood loss. Hmm.. imho, yang pertama harus dilakukan pada pasien ini sepertinya adalah resusitasi dulu dok. Kalo memang ada bank darah, segera transfusi sambil dilakukan monitoring ketat. Kalo memang EKG membaik setelah resusitasi, maka kemungkinan gambaran iskemia di EKG-nya disebabkan oleh blood loss. 


Menarik sekali kasusnya, thankyou for sharing dok!

iya dok. dari konsulen bedah memang meminta langsung konsul internist ya karena selain utk menangani STEMI, konsulen bedah juga mencurigai ada elektrolit imbalance.
kasusnya seru dok, sayang saya belum bisa mengikuti sampai selesai utk follow up pasien

31 Agustus 2018, 19:14
Kasus yang sangat kompleks dok dan harus ditangani oleh Tim multispesialis, karena untuk menimbang risk dan benefit nya. Mungkin dari spesialis jantungnya akan menilai apakah benar2 pasien tersebut STEMI dengan pemeriksaan enzim cardiac marker dan juga echocardiografi. Kalau tidak ada peningkatan mungkin karena anemia Gravis dan hipovolemia nya sehingga tidak diperlukan antiplatelet. Tapi kalau memang betul2 STEMI maka harus diskusi multispesialis untuk menentukan mana yg lebih gawat. Tapi secara prinsip ketika ada perdarahan yang tidak kompresibel maka terapi antikoagulan dan antiplatelet kami tunda, dok🙏