Efikasi dan keamanan vaksin COVID-19 dari AstraZeneca? - Vaksin COVID-19 Ask The Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dr. Budiman Bela, Sp. MK, izin bertanya dokter.Bagaimana pandangan dokter mengenai efikasi dan keamanan vaksin AstraZeneca?Terimakasih sebelumnya dokter.

Diskusi Dokter

30 April 2021, 16:05

Ini pendapat pribadi saja.  Mohon tidak dianggap sebagai jawaban dengan evidence yang kuat, karena hanya merupakan expert opinion semata.  Sepengetahuan saya vaksin Aztra Zeneca berplatform vaksin vektor adenovirus chimpanze yang tidak replikatif, jadi tidak dapat berkembang biak.  Vaksin yang dikembangkan oleh Oxford-Aztra Zeneca ini menghantarkan gen pengekspresi antigen spike Covid-19.  Dari segi efikasinya, kemungkinan akan lebih baik dari vaksin vektor adenovirus manusia, seperti vaksin sputnik, karena kita belum memiliki kekebalan terhadap vektornya.  Selain itu, vaksin vektor virus bisa diharapkan memiliki efikasi yang lebih baik karena seperti halnya vaksin lainnya (vaksin RNA dan DNA) yang berbasis pembentukan antigen dalam sel orang yang divaksinasi,maka vaksin jenis ini  tidak hanya merangsang respon imun humoral (antibodi), tetapi juga reson imun seluler, khususnya respon imun sel T-CD8 spesifik yang bersifat sitotoksik terhadap sel terinfeksi virus, sehingga akan memiliki kemampuan yang dapat diharapkan lebih kuat dalam eliminasi sel terinfeksi virus.  Dari segi keamanan, pada umumnya vektor adenovirus yang digunakan untuk pengembangan vaksin telah dikaji sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan respon inflamasi yang berbahaya.  Biasanya sebelum digunakan untuk manusia, telah diupayakan agar bagian2 yang menimbulkan respon inflamasi berbahaya telah direkayasa agar menjadi aman.  

Namun secara pribadi, saya merasa lebih baik kita lebih berhati-hati pada pemberian vaksin Aztra Zeneca, karena vektor adenovirus yang digunakan, mungkin tetap masih bisa menimbulkan respon inflamasi pada orang tertentu (walaupun kemungkinannya sangat kecil).  Oleh karena itu, pada orang dengan karakter klinis tertentu dan mungkin untuk praktisnya semua yang mendapatkan vaksin tetap dimintakan untuk waspada dan diberikan edukasi mengenai gejala2 klinik yang harus diperhatikan sebagai indikator adanya KIPI yang berpotensi berkembang menjadi gejala yang berat.  Jadi kita sebagai dokter selayaknya terus mengikuti berbagai laporan ilmiah terkait KIPI yang ditimbulkan oleh vaksin berplatform adenovirus.  Sekali lagi, ini hanyalah pendapat saya pribadi, yang kita ketahui bersama tidak dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan klinis.