Tatalaksana BPH dengan keluhan LUTS - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, pasien usia 50 thn dg USG diagnosis BPH vol>30, gejala LUTS (terutama BAK tidak lampias, BAK menetes dan terasa tidak tuntas). Skor PSSI sedang...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Tatalaksana BPH dengan keluhan LUTS

    15 Agustus 2022, 12:03
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter, pasien usia 50 thn dg USG diagnosis BPH vol>30, gejala LUTS (terutama BAK tidak lampias, BAK menetes dan terasa tidak tuntas).

    Skor PSSI sedang (skor 13)

    Pasien juga mengeluh BAK warna sangat kuning

    Dicek urin strip 10 parameter, bilirubin meningkat ringan.

    Apa saja tatalaksana yang direkomendasikan?

    Apakah aman menggunakan obat hormonal seperti finasteride untuk mengurangi volume prostat selama 6 bulan?

    Bagaimana penggunaan obat antimuskarinik dan obat untuk mengurangi gejala LUTS?

    Pasien TGT (GDS 170 mmHg)

    Sering bengkak pada kaki dan kebas/kesemutan pada jari2 kaki.

    Pasien mempunyai riwayat hipertensi TD rata2 150/100 mmHg

    Kapan perlu operasi BPH? Karena pasien lebih memilih terapi konservatif saja jika bisa.

    Obat finasteride/ obat BPH lain ini bisa diresepkan oleh dokter umum tidak ya dok?

    Lalu apa Diagnosis banding/penyakit lain pada pasien ini menurut sejawat?

    Terimakasih sharingnya 🙏🙏

15 Agustus 2022, 13:42
dr. Felicia
dr. Felicia
Dokter Umum

ALO dokter

Ijin ikut berdiskusi

Bilirubinuria yang dilihat dari pemeriksaan urine strip 10 parameter bisa mengindikasikan adanya obstructive jaundice, gangguan hepatik, maupun posthepatik. Akan tetapi, bisa juga hasil positif palsu, misalnya karena produksi obat-obatan yang punya warna yang sama dengan color chart apabila pada pH yang rendah (urine normalnya slightly acidic), jadi jangan lupa untuk menanyakan juga riwayat konsumsi obat misalnya chlorpromazine yang metabolitnya phenazopyridine.


Tata laksana farmakologis pada pasien BPH dilakukan pada pasien dengan gejala sedang (Skor IPSS/AUA 8-18) hingga berat (Skor IPSS/AUA 19-35). Tapi, perlu diingat bahwa untuk hiperplasia prostat jinak, SKDI dokter umum adalah kompetensi 2, artinya mampu melakukan diagnosis klinis kemudian merujuk dan tidak melakukan terapi definitif.

Berikut artikel Alomedika mengenai BPH: https://www.alomedika.com/penyakit/urologi/benign-prostatic-hyperplasia/penatalaksanaan

CMIIW. Ijin menyimak diskusi

Semoga membantu

15 Agustus 2022, 16:44
dr.Andri Kustono, Sp. U
dr.Andri Kustono, Sp. U
Dokter Spesialis Urologi
Izin utk ikut berdiskusi. Pasien laki2 usia 50 th, IPSS 13 (LUTS sedang), usg: vol prostat lbh 30 cc dan btdk diketahui IPP/prostusi prostatnya dg hipertensi dan ada dx kearah DM type II. Perlu ditanyakan lagi riwayat stroke, trauma tulang belakang, atau HNP utk menguatkan dx adanya bladder disfunction. Saran saya rujuk ke RS yg ada fasilitas pemeriksaan urodinamik. Pemberian antimuskarinik tdk disarankan kalau memang ada bph atau bladder outlet obstruction. Obat finasteride atau gol 5ARI juga krg direkomendasikan utk pasien dg sex active krn akan mengganggu kualitas ereksinya. Pemberian alpha blocker/tamsulosin lbh direkomendasikan dan evaluasi lagi IPSS nya setelah pemberian alpha blocker slm 7hr