Indikasi rawat Bronkopneumonia - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter. saya mau tanya mengenai bronkopneumonia pada anak usia 14 bulan . pasien datang dengan demam naik turun selama 10 hari ini, disertai batuk dak...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Indikasi rawat Bronkopneumonia

    05 Maret 2019, 11:31

    Alo dokter. 

    saya mau tanya mengenai bronkopneumonia pada anak usia 14 bulan . 

    pasien datang dengan demam naik turun selama 10 hari ini, disertai batuk dak pilek. selama sakit makan tidak teratur . muntah ( ) keluhan lains eperti diare dsb (-). pasien sudah berobat 3x di BPM dan dokter klinik belum membaik

    dari pemeriksaan fisik 

    gcs 456 cm

    rbk positif

    lab

    Leukosit 20.400

    Platelet 634.000

    Hb 8.8 

    yang jadi pertanyaan saya. bronkopneumonia dengan seperti apakah yang perlu di rawat inap? lalu apakah leukosit yang terbilang cukup tinggi ini bisa menjadi indikasi rawat inap atau cukup dirawatjalankan mengingat kondisi pasien yag masih baik? 

    terimakasih dok 


05 Maret 2019, 11:52
dr. William
dr. William
Dokter Umum

Alo dokter!

Mencoba menanggapi sedikit. Kalo boleh tau, apa gambaran klinis yang mengarahkan dokter pada diagnosis bronkopneumonia? Apakah sudah dilakukan rontgen dada? Apakah pada anak terlihat adanya penurunan SpO2 atau retraksi otot bantu napas? 

Setau saya, tidak semua bronkopneumonia perlu dirawat. Jika pada anak tampak ada sesak napas, atau ada penyulit lain seperti malnutrisi atau hiperpireksia, maka anak indikasi untuk rawat inap. Tetapi selain itu, bisa dilakukan rawat jalan dengan pemberian antibiotik spektrum luas. cmiiw.

05 Maret 2019, 11:57
sejujurnya saya masih ragu dok apakah ini kasusnya termausk bronkopneumonia atau tidak karena di faskes 1 tidak ada foto thoraks dok. 

kalau dari pemeriksaan tadi untuk retraksi nafas tidak ada dokter. 

berarti meskipun leukositnya 20 rb tapi kalau tidak ada gejala distres nafas bisa dirajalkan saja ya dok?
05 Maret 2019, 11:57
Suhu pasien 38.9 dok . 
05 Maret 2019, 12:36
dr. Jimmy
dr. Jimmy
Dokter Umum
Sepengalaman saya di faskes pertama. 
Saya mendiagnosa BP jika ada 
1. Demam 
2. Leukositosis
3. Peningkatan RR.
4.biasanya disertai rhonki

Terkdang harus dibedakan dengan bronlitis/bronkiolitis

Pengalaman saya untuk perawatan pasien BP adalah tergantung dari keadaan umum.

Jika misalnya keadaan umumnya baik maka biasanya tidak menjadi masalah jika hanya rawat jalan namun jika keadaan umum nya jelek maka biasanya akan dirawat. 

Misalnya kita menelaah dari apakah anak masih aktif dan mau makan atau minum, serta tinggi demam dan pemriksaan paru nya. 

CMIIW. 
05 Maret 2019, 12:50
Alo dok,  saya akan mencoba membantu menjawab .. 
Bronkopneumonia  pd anak kita bs merujuk dari sumber buku WHO ya dok, untuk penegakan diagnosis pneumonia ringan hanya adanya batuk disertai kesulitan bernafas dan nafas cepat tanpa adanya gejala pneumonia berat,  sedangkan pd pneumonia berat untuk penegakan diagnosisnya adalah adanya batuk disertai kepala terangguk2,nafas cuping hidung, tarikan dinding dada ke dalam,nafas cepat sesuai usia,  pd bayi muda ada suara merintih,pd auskultasi terdengar ronchi/crackles, suara nafas menurun atau suara nafas bronchial serta bila ada rontgen ditemukan gambaran pneumonia.  namun saya rasa diagnosis pneumonia sdh bs ditegakkan secara klinis ya dok tdk perlu tergantung dg rontgen krn rontgen hny penunjang diagnosis saja,  untuk kasus yg perlu dirawat inap adalah pd kasus yg berat ya dok yaitu yg sdh ada gejala distres nafas yg bs ditandai dg nafas cuping hidung,tarikan dinding dada ke dalam, atau kepala terangguk angguk,  dan pd kasus yg sangat berat ada penurunan kesadaran, kejang,  sianosis dan apneu atau henti nafas.  
05 Maret 2019, 12:52
Untuk kasus yg ringan bs diberikan terapi dengan antibiotik kotrimoksasol atau amoksisilin dan di rawat jalan saja ya sedangkan pd kasus berat memerlukan rujukan ke rumah sakit,  diberi terapi oksigen dan terapi antibiotik per infus.  Semoga membantu
05 Maret 2019, 13:28
Alodokter!

Mencoba menjawab, sebagai tambahan dari sumber WHO, saya ingin menambahkan dari sumber PPM IDAI.
Kriteria rawat inap pneumonia:
Pada bayi:
-Saturasi oksigen <= 92%, sianosis
-Frek napas >60x/min
-Distres napas, apneu intermiten atau grunting
-Tidak mau menetek
-Keluarga tidak bisa merawat di rumah

Sedangkan pada anak:
-Saturasi <92%, sianosis
- Frek napas >50x/min
-Distress pernapasan, grunting
-Ada tanda dehidrasi
-Keluarga tidak bisa merawat dirumah

Semoga membantu!
05 Maret 2019, 15:27
Setuju dengan pembahasan dokter 🙏🏻
05 Maret 2019, 15:32
Terima kasih dokter, informasinya bermanfaat 🙏
05 Maret 2019, 13:29
Apa harus menunggu sampai berat dengan penyulit dahulu baru bisa dirawat ya
Itu dasar pemikiran saya saja

CMIIW
05 Maret 2019, 13:39
Adam
Adam
Dokter Umum

Apa harus dirawat kalau memang belum perlu? Itu sih kalo dasar pemikiran saya dok.. Merawat pasien ity artinya, orangtuanya harus ijin kerja untuk menjaga anaknya.. belum lagi biaya rawat inap tidak murah.. belum lagi, anak kecil 14 bulan harus kita pasang infus. Cmiiw.. Kalo menurut saya, selama ortu bisa kita edukasi mengenai tanda bahaya, akses pasien ke tenaga kesehatan mudah, maka jika memang tidak ada indikasi rawat kita pulangkan saja pasiennya.

05 Maret 2019, 13:46
dr. Andre
dr. Andre
Dokter Umum

Wah, topiknya menarik nih. Sedikit menambahkan dr. Adam, satu hal yang kita ingat adalah rumah sakit merupakan sumber penyakit. Rawat inap yang tidak perlu selain menghabiskan biaya, orang tua harus izin kerja, tapi yang terpenting juga memaparkan anak kepada mikroorganisme di rumah sakit sehingga terjadi risiko infeksi nosokomial tanpa adanya manfaat yang berarti. Jadi bukan masalah menunggu berat baru dirawat tetapi apakah risiko dari merawat inap pasien sebanding dengan manfaat yang didapat.

Tentunya penentuan rawat inap juga harus mempertimbangkan kondisi pasien seperti jarak rumah ke rumah sakit, tingkat edukasi pasien, dsb.

05 Maret 2019, 16:10
Setuju dok,  bila pneumonia yg ringan sdh di rawat inapkan maka beban pembiayaan jg makin meningkat terutama di era JKN ini selain itu juga menjadi overtreatment pd anak dan berisiko infeksi nosokomial