Bagaimana aturan dalam pemberian obat dari seorang psikolog kepada pasiennya serta keamanan tianeptine sodium sebagai penenang - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat Pagi, Rekan-Rekan Sejawat.Saya izin bertanya dan mohon informasinya.Saya mendapatkan klien yang katanya dulu pernah diberikan stablon oleh psikolog...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Bagaimana aturan dalam pemberian obat dari seorang psikolog kepada pasiennya serta keamanan tianeptine sodium sebagai penenang

    15 Oktober 2020, 10:15

    Selamat Pagi, Rekan-Rekan Sejawat.

    Saya izin bertanya dan mohon informasinya.


    Saya mendapatkan klien yang katanya dulu pernah diberikan stablon oleh psikolog yang menanganinya dulu, sebagai obat penenang.Β 

    Dimana hal ini sangat bertentangan dengan yang saya ketahui bahwa psikolog tidak punya kapasitas memberikan obat. Biasanya kami akan rujuk dulu ke psikiater jika memang kondisi klien dirasa memerlukan obat.Β 


    Atau apakah saya yang tidak tahu mengenai ini ya? Apakah stablon memang mudah didapatkan sebagai obat penenang yang umum dijual atau bagaimana?Β 

    Mohon informasinya. Terima kasih banyak πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

15 Oktober 2020, 11:30

Alo, TS.

Saya coba bantu menjawab, ya.. Setahu saya psikolog memang tidak boleh memberikan terapi psikofarmaka. Hal ini juga di atur di Permenkes no 72 tahun 2016:

"Resep adalah permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi, kepada apoteker, baik dalam bentuk paper maupun electronik untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku."

Stablon atau tianeptine sodium juga merupakan antidepresan yang tidak boleh didapatkan tanpa resep dokter.

Semoga membantu ya :)
Mohon dikoreksi kalau ada yang salah.

15 Oktober 2020, 11:33
Betul, oleh karenanya saya kaget dengan keterangan dari klien tersebut. Karena yg saya tahu pun sama dengan yang Anda sampaikan. 
Terimakasih banyak atas bantuan jawabannya. Sangat membantu sekali membuka wawasan saya.
 πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ˜Š
15 Oktober 2020, 12:18
Sy juga pernah dapat yg seperti ini.
Dia bilang dapat obat dari psikolog.. tapi setelah saya gali kembali ternyata dia belum bisa membedakan mana psikolog dan psikiater.  Sehingga setelah digali lagi dia diberikan obat oleh psikiater. 

Mungkin perlu di gali lagi lebih dalam apakah memang benar psikolog atau sebenernya itu psikiater tapi klien menganggap dia psikolog. 

Itu menurut pengalaman saya.
Semoga membantu