Pasien dengan demam dan riwayat alergi ibuprofen dan paracetamol - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dr. Kholidatul Husna, Sp. PD, izin bertanya dokter.Pada pasien dengan demam yang alergi dengan ibuprofen dan paracetamol, pilihlah antipiretik apa lagi...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien dengan demam dan riwayat alergi ibuprofen dan paracetamol

    28 Februari 2022, 14:21

    Alo dr. Kholidatul Husna, Sp. PD, izin bertanya dokter.

    Pada pasien dengan demam yang alergi dengan ibuprofen dan paracetamol, pilihlah antipiretik apa lagi yang paling aman untuk diberikan?

    Terimakasih sebelumnya dokter 🙏

01 Maret 2022, 08:29

Alo dr. Nurul, ask the expert bersama Kholidatul akan diselenggarakan siang hari ini, Selasa 1 Maret 2022 jam 2 siang. Nanti akan saya sampaikan pertanyaan ini ke beliau, ya, Dok. Terimakasih

01 Maret 2022, 14:31
dr.Kholidatul Husna, SpPD
dr.Kholidatul Husna, SpPD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Alo Dokter, mohon ijin menjawab.

Pada kasus alergi obat termasuk antipiretik perlu ditanyakan apa saja gejala apa saja yang dirasakan selain demam sebelum konsumsi antipiretik, obat apa saja yang saat itu dikonsumsi bersamaan, serta manifestasi alergi apa yang dirasakan.

Parasetamol atau ibuprofen merupakan antipiretik yang sering diresepkan oleh para dokter, sehingga perlu cermat dan kehati-hatian dalam menentukan apakah manifestasi yang muncul saat itu murni alergi obat tersebut.

Bila sudah benar karena alergi obat tersebut, maka reaksi yang terjadi biasanya hipersensitivitas tipe 1. Alergi dapat merupakan reaksi terhadapt zat aktif obat tersebut, bisa juga akibat zat eksipien (zat pembantu atau bahan tambahan dalam suatu formulasi obat).

Sehingga berdasarkan literatur, bila saat demam muncul dapat dicoba diberikan obat yang kandungannya sama dengan formulasi/sediaan yang berbeda (misalkan sebelumnya sirup, diganti tablet), atau obat kandungannya sama dengan merk berbeda. Alternatif lain adalah pemberian antipiretik dengan kandungan yang berbeda, misalkan metamizole atau aspirin, namun tidak menutup kemungkinan didapatkan rekasi alergi terhadap obat tersebut.

Langkah paling aman adalah suportif, dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, kompres hangat pada dahi dan ketiak, serta pemakaian baju dengan bahan tipis. Saran untuk selanjutnya pasien dirujuk ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi untuk dilakukan diagnostik lebih lanjut misalkan tes provokasi obat.

Demikian Dok, semoga membantu.