Faktor Penyebab dan Cara Pencegahan Erosi Gigi

Oleh :
drg. Bella Karenina

Erosi gigi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk faktor-faktor yang dapat dicegah. Erosi gigi merupakan hilangnya struktur gigi yang disebabkan oleh proses kimiawi tanpa melibatkan invasi bakteri. Konsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam merupakan salah satu faktor paling umum. Erosi gigi dapat menyebabkan hipersensitivitas gigi, maloklusi, gangguan mencerna makanan, perubahan estetika, dan terpaparnya lapisan pulpa gigi.[1-5]

Penyebab erosi gigi dipercaya bersifat multifaktorial. Secara umum, paparan asam, baik yang bersifat intrinsik ataupun ekstrinsik, serta berbagai faktor predisposisi dipercaya mampu mempengaruhi kesehatan gigi dan menyebabkan demineralisasi.[3,6,7]

ErosiGigi

Faktor Penyebab Erosi Gigi

Erosi gigi adalah hilangnya struktur gigi akibat paparan asam, baik dari sumber intrinsik ataupun ekstrinsik. Manifestasi dan keparahan erosi gigi bergantung pada berbagai parameter, seperti nutrisi, kondisi saliva, adanya penyakit sistemik, dan tekanan mekanik akibat abrasi dan gesekan. Sebagai contoh, kebiasaan makan yang sering melibatkan asupan makanan dan minuman yang bersifat asam, paparan asam akibat kerja, serta obat atau penyakit tertentu yang mempengaruhi laju aliran saliva akan meningkatkan risiko dan keparahan erosi jaringan gigi.[3-6]

Faktor Ekstrinsik

Seperti telah disebutkan sebelumnya, paparan asam yang menyebabkan erosi gigi dapat dibagi menjadi faktor ekstrinsik dan intrinsik. Paparan tersebut akan menurunkan pH pada permukaan gigi hingga di bawah 5,5, sehingga dapat menyebabkan demineralisasi enamel.

Faktor ekstrinsik antara lain:

  • Konsumsi minuman yang bersifat asam, seperti minuman berkarbonasi, jus buah, anggur, dan minuman olahraga
  • Konsumsi makanan dan bahan makanan yang bersifat asam, seperti cuka, acar, apel, selai buah, ceri, saus tomat, anggur, mayones, sayuran fermentasi, dan stroberi
  • Konsumsi obat-obatan yang bersifat asam, seperti vitamin C dan aspirin, dapat menyebabkan erosi bila digunakan secara terus menerus dan dalam penggunaannya terdapat kontak langsung dengan permukaan gigi
  • Paparan asam eksogen lain: paparan dari air kolam renang yang tidak dirawat dengan adekuat, paparan uap asam akibat pekerjaan[2,6-10]

Faktor Intrinsik

Sumber asam intrinsik di rongga mulut sebagian besar merupakan aliran balik isi lambung. Aliran balik ini mengandung asam klorida yang  diproduksi oleh sel parietal dan bersifat sangat asam dengan pH 1,0-3,0.[1,3,11]

Aliran balik isi lambung ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:

  • Kelainan anatomi: hernia hiatus, defek sfingter gastroesofagus, divertikulosis esophagus
  • Masalah psikologis: gangguan makan seperti bulimia, kondisi alkoholisme berat, dan stress
  • Terapi masalah kesehatan tertentu seperti kemoterapi atau konsumsi obat yang dapat mengiritasi mukosa lambung
  • Kondisi yang berhubungan dengan ulkus peptikum atau uremia
  • Mual yang berkepanjangan selama masa kehamilan
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)[3,6,8]

Faktor Predisposisi

Selain akibat paparan asam, terjadinya erosi gigi juga dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti:

  • Faktor biologis: parameter biologis yang paling penting adalah saliva, karena saliva memiliki peran protektif terhadap terjadinya erosi. Bersihan saliva secara bertahap menghilangkan asam melalui menelan dan saliva juga dapat menetralkan asam yang didapat dari diet. Selain itu, aliran saliva memungkinkan pengenceran asam[1,2,6,11]
  • Faktor kimia : kandungan kalsium pada bahan makanan atau minuman adalah faktor penting yang dapat memodifikasi potensi erosif karena dapat mempengaruhi gradien konsentrasi dalam rongga mulut. Telah terbukti bahwa penambahan kalsium pada makanan dan minuman pH rendah dapat mengurangi efek erosif[2,4,6-11]
  • Faktor perilaku: cara konsumsi makanan asam yang dimasukkan ke dalam mulut akan mempengaruhi kondisi gigi yang berkontak langsung dengan agen erosif. Derajat keparahan erosi dapat meningkat jika individu mengonsumsi makanan dengan dikulum di mulut untuk waktu yang lebih lama. Selain itu, perilaku dalam menjaga kebersihan mulut juga akan mempengaruhi. Kebersihan mulut yang baik dapat mencegah penyakit periodontal dan karies, sedangkan kebiasaan menyikat gigi dengan produk yang abrasif dapat meningkatkan potensi erosi gigi[3,4,6,7,11]

Strategi Pencegahan Erosi Gigi

Erosi gigi dapat dicegah dengan beberapa modifikasi perilaku, melakukan perlindungan kimiawi, dan memberi perlindungan fisik pada gigi.

Modifikasi Perilaku

Berikut ini beberapa modifikasi perilaku yang dapat membantu mencegah erosi gigi:

  • Membatasi frekuensi konsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam
  • Konsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti susu dan keju, setelah konsumsi makanan tinggi asam dilaporkan dapat mengurangi risiko erosi gigi
  • Mengonsumsi jus buah asam, minuman berkarbonasi, dan minuman olahraga melalui sedotan dapat mengurangi kontak langsung antara agen erosif dengan gigi. Selain itu, konsumsi minuman tersebut dalam keadaan dingin juga dapat mengurangi efek erosifnya
  • Tidak menyikat gigi minimal 30-60 menit setelah konsumsi makanan dan minuman asam agar terjadi stabilisasi saliva dan mencegah pelarutan struktur mineral gigi
  • Menelan tablet atau larutan obat daripada mengunyah dan menahannya di rongga mulut[2-4,6,11,12]

Perlindungan Kimiawi

Penggunaan antasida untuk menetralkan asam dari refluks lambung dapat membantu mencegah terjadinya erosi gigi. Penyakit dasar yang berhubungan dengan erosi gigi, misalnya alkoholisme, GERD, atau bulimia, harus diterapi dengan adekuat dan dirujuk bila perlu.

Pencegahan erosi juga bisa dilakukan dengan memberi sediaan fluorida topikal, misalnya obat kumur yang mengandung fluorida, pada gigi setelah pasien menyikat gigi atau muntah. Fluorida dipercaya mampu mengeraskan kembali lapisan enamel atau dentin yang melunak  akibat abrasi atau paparan asam.

Selain itu, konsumsi susu juga telah dilaporkan bermanfaat dalam mengeraskan kembali lapisan gigi yang melunak akibat paparan zat erosif.[1-4,6,8 -12]

Perlindungan Fisik Gigi

Penggunaan alat protektif gigi pada waktu-waktu tertentu yang dianggap lebih berisiko dapat membantu mencegah terbentuknya erosi gigi. Sebagai contoh adalah penggunaan alat proteksi gigi saat tidur untuk pasien dengan GERD, saat berenang di kolam renang yang kurang terawat bagi perenang profesional, atau saat bekerja di pabrik dengan paparan uap asam bagi buruh pabrik.[12]

Kesimpulan  

Erosi gigi adalah hilangnya struktur gigi akibat paparan asam dari sumber intrinsik atau ekstrinsik. Sumber ekstrinsik utamanya berasal dari diet, sedangkan sumber intrinsik utamanya berasal dari asam lambung. Paparan asam ini akan menyebabkan demineralisasi gigi yang merusak lapisan gigi dan dapat menyebabkan kehilangan gigi. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menurunkan frekuensi konsumsi makanan asam, banyak mengonsumsi makanan tinggi kalsium, mengobati penyakit yang meningkatkan risiko erosi gigi, menggunakan sediaan fluorida topikal, ataupun menggunakan alat protektif gigi pada waktu-waktu tertentu.

Referensi