Vitamin D untuk Mencegah Eksaserbasi PPOK – Telaah Jurnal Alomedika

Oleh dr. Gisheila Ruth

Vitamin D to prevent exacerbations of COPD: systematic review and meta-analysis of individual participant data from randomised controlled trials.

Jollifee DA, Greenberg L, Hooper RL, Mathyssen C, Rafiq R, Jongh RT, et al. Thorax, 2019. 0:1-9. PMID : 30630893

Abstrak

Latar Belakang: Berbagai Randomised Controlled Trials (RCT) mengenai efektivitas vitamin D dalam mencegah eksaserbasi penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) memberikan hasil yang bertentangan. Meta analisis terhadap data partisipan individual dapat mengidentifikasi penyebab perbedaan ini.

Metode: Penelusuran jurnal dilakukan di PubMed, Embase, the Cochrane Central Register of Controlled Trials, dan Web of Science sejak awal sampai dengan 5 Oktober 2017 untuk mencari RCT mengenai suplementasi vitamin D pada pasien dengan PPOK yang mengalami eksaserbasi akut. Meta analisis data partisipan individu dilakukan dengan menggunakan model fixed effect yang disesuaikan terhadap usia, jenis kelamin, serta derajat dan percobaan spirometri berdasarkan Global initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD).

Hasil: Terdapat 4 RCT (total 560 partisipan) yang teridentifikasi, data individu yang didapat adalah 469/472 (99.4%) partisipan dari 3 RCT. Suplementasi tidak memengaruhi angka eksaserbasi PPOK derajat sedang/berat secara umum (rasio angka insidensi yang sudah disesuaikan atau adjusted incidence rate ratio (aIRR) adalah 0,94, 95% CI 0,78 hingga 1,13).

Analisis subkelompok yang sudah ditentukan sebelumnya menyatakan bahwa efek protektif terlihat pada partisipan dengan kadar awal 25-hidroksivitamin D < 25 nmol/L, namun tidak pada partisipan dengan kadar awal 25-hidroksivitamin D ≥ 25nmol/L. Vitamin D tidak mempengaruhi proporsi partisipan yang mengalami setidaknya satu efek samping.

Kesimpulan: Suplementasi vitamin D aman dan dapat mengurangi angka eksaserbasi akut PPOK derajat sedang/berat pada pasien dengan kadar awal 25-hidroksivitamin D < 25nmol/L, namun tidak pada kandungan yang lebih tinggi.

man taking a pill with glass of water

Ulasan Alomedika

Saat ini, vitamin D banyak diteliti karena diduga bermanfaat sebagai suplementasi untuk berbagai macam keadaan seperti penanganan asthma, pencegahan infeksi saluran napas, dan pencegahan penyakit kardiovaskular. Salah satu manfaat vitamin D yang masih belum jelas dan banyak uji klinis masih memiliki hasil yang bertentangan adalah dalam pencegahan eksaserbasi penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) derajat sedang atau berat.

Ulasan Metode Penelitian

Pada studi ini, pencarian RCT yang relevan dilakukan pada berbagai basis data online, seperti PubMed, Embase, the Cochrane Central Register of Controlled Trials (CENTRAL) dan Web of Science. Jurnal-jurnal yang ada dikaji oleh tiga investigator. Tidak ada batasan pada kata kunci pencarian studi. Studi yang dipilih adalah studi double-blind dan placebo-controlled.

Penulis menggunakan meta analisis data partisipan individu satu langkah dan dua langkah untuk menilai luaran utama, yaitu angka kejadian eksaserbasi PPOK derajat sedang/berat. Luaran sekunder menggunakan meta analisis data partisipan individu satu langkah. Pada pendekatan satu langkah, penulis melakukan analisis semua studi secara simultan menggunakan model fixed effect, menyesuaikan dengan usia, jenis kelamin, tingkatan dan percobaan spirometri GOLD untuk melihat efek intervensinya dengan menggunakan confidence interval 95%. Pada pendekatan dua langkah, dilakukan analisis masing-masing studi secara terpisah untuk melihat estimasi efek terapi untuk studi tersebut. Kemudian, dilakukan perhitungan rerata efek terapi dengan menggunakan metode statistik.

Pada metode studi ini, salah satu kelebihannya adalah dalam pemilihan RCT yang dianalisis, yaitu RCT yang double blind, memiliki data individual partisipan, dan intervensi pada RCT tidak melibatkan mikronutrien selain vitamin D. Namun, jumlah RCT yang dianalisis sangat kecil, sehingga kesimpulan studi harus diartikan secara hati-hati.

Ulasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil meta analisis pendekatan satu langkah, suplementasi vitamin D tidak mempengaruhi angka kejadian PPOK derajat sedang/berat. Penulis melakukan uji subgrup yang telah ditentukan sebelumnya, yaitu dengan melihat baseline status vitamin D, tingkat spirometrik GOLD, penggunaan kortikosteroid inhalasi, body mass index, dan genotipe. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa suplementasi vitamin D dapat mengurangi angka kejadian PPOK derajat sedang/berat secara signifikan pada subgrup dengan baseline 25(OH)D <25 nmol/L. Suplementasi vitamin D juga aman dan tidak menyebabkan adanya efek samping yang serius.

Hasil penelitian ini secara klinis masih memiliki keterbatasan untuk diaplikasikan. RCT yang ditinjau pada studi ini menggunakan regimen dosis yang berbeda-beda, dimana pengaruh perbedaan dosis terhadap luaran klinis tidak dimasukkan dalam analisis. Sehingga, studi ini tidak menjawab pertanyaan klinis mengenai rekomendasi dosis vitamin D yang harus diberikan praktisi untuk mencegah eksaserbasi PPOK.

Tetapi, mengingat tingginya beban kesehatan yang disebabkan PPOK di Indonesia, hasil penelitian ini berpotensi mengurangi beban tersebut karena pencegahan eksaserbasi berarti penurunan terhadap kebutuhan rawat inap dan peningkatan kualitas hidup pasien. Saat ini, walaupun pengukuran kadar vitamin D belum tersedia di semua laboratorium, pemeriksaan ini tersedia pada mayoritas laboratorium besar dengan harga yang tidak terlalu mahal. Setelah dilakukan pemeriksaan kadar vitamin D, pasien dapat diberikan suplementasi untuk menurunkan risiko eksaserbasi PPOK.

Referensi