Pentingnya Stetoskop Individual per Ranjang Pasien dan Metode Pembersihan Instrumen Menggunakan Hidrogen Peroksida 1.4% - Telaah Jurnal Alomedika

Oleh dr. Nathania S.

Molecular Analysis of Bacterial Contamination on Stethoscopes in an Intensive Care Unit

Vincent R. Knecht, John E. McGinniss, Hari M Shankar, Erik L. Clarke, Brendan J. Kelly, Ize Imai, Ayannah S. Fitzgerald, Kyle Bittinger, Frederic D. Bushman PhD, Ronald G Collman. Infection Control & Hospital Epidemiology 2018, 1–7. doi: 10.1017/ice.2018.319

Abstrak

Latar Belakang: studi berbasis kultur yang bersifat fokus pada organisme individual telah menunjukkan bahwa stetoskop adalah vektor potensial dari transmisi bakteri nosokomial. Belum ada investigasi yang meneliti komunitas bakteri secara keseluruhan yang mengkontaminasi stetoskop yang sedang digunakan.

Metode: Peneliti menggunakan metode pengurutan gen RNA ribosom (rRNA) 16S dari bakteri dengan gene deep-sequencing, melakukan analisis dan kuantifikasi untuk menjabarkan profil populasi seluruh bakteri pada stetoskop yang sedang digunakan di ruang rawat intensif (Intensive Care Unit atau ICU), termasuk di dalamnya adalah stetoskop praktisi, stetoskop individual pada kamar pasien dan stetoskop individual bersih yang belum pernah digunakan. Dua set tambahan stetoskop praktisi diambil sampel sebelum dan setelah dilakukan pembersihan menggunakan cara terstandardisasi dan cara yang dipilih oleh praktisi.

Hasil: Kontaminasi bakteri tertinggi didapatkan pada stetoskop praktisi, kemudian stetoskop di dalam kamar pasien. Stetoskop bersih hampir tidak terdapat perbedaan dengan kontrol. Komunitas bakteri pada stetoskop ditemukan bersifat kompleks dan analisis komunitas tersebut yang dilakukan dengan UniFrac menunjukkan bahwa stetoskop praktisi dan stetoskop individual di dalam kamar pasien bersifat identik dan keduanya secara signifikan berbeda dengan stetoskop bersih dan kontrol. Genus yang secara relevan menjadi Healthcare-associated infections (HAI) ditemukan pada stetoskop praktisi, dimana Staphylococcus merajalela dan memiliki kelimpahan yang relatif tertinggi (6.8% - 14% dari genus bakteri kontaminan). Genus lain yang terkait dengan HAI juga banyak ditemukan namun dalam kelimpahan yang rendah. Pembersihan stetoskop praktisi ditemukan menurunkan angka kontaminasi bakteri secara signifikan, namun hanya sedikit yang mencapai tingkat seperti stetoskop yang bersih baik yang menggunakan metode terstandardisasi (menggunakan hidrogen peroksida 1.4%) maupun metode yang dipilih praktisi, serta komposisi komunitas bakteri tidak berubah secara signifikan.

Kesimpulan: stetoskop yang digunakan di ICU membawa bakteri, dibuktikan dengan deteksi DNA bakteri, yang menggambarkan komunitas mikroba yang kompleks, termasuk di dalamnya adalah takson bakteri nosokomial yang penting. Praktik pembersihan stetoskop dapat mengurangi kontaminasi namun hanya berhasil sebagian dalam mengubah atau menghilangkan komunitas bakteri ini.

Depositphotos_179042090_m-2015_compressed

Ulasan Alomedika

Stetoskop telah diketahui menjadi penyebaran kuman nosokomial dan menjadi healthcare-associated infection (HAI) karena seringkali satu stetoskop digunakan pada banyak pasien. Studi ini meneliti komunitas bakteri yang terdapat pada stetoskop-stetoskop dengan menggunakan pengurutan gen (gene sequencing) dan bukan kultur bakteri yang bersifat individual dan semi-kuantitatif.

Stetoskop yang diteliti dibagi menjadi tiga set.

Set A: Stetoskop Baru

Set A yaitu stetoskop baru (stetoskop bersih), stetoskop yang sedang digunakan pada ruangan pasien (stetoskop kamar pasien), dan stetoskop praktisi yang digunakan oleh dokter, perawat dan terapis.

Set B: Stetoskop Praktisi yang Dibersihkan dengan Cara Terstandarisasi

Set B terdiri dari stetoskop praktisi di ICU sebelum dan setelah diafragmanya dibersihkan dengan cara terstandarisasi: hidrogen peroksida 1.4% digunakan untuk menggosok stetoskop selama 1 menit.

Set C: Stetoskop Praktisi yang Dilakukan Pembersihan dengan Cara Masing-masing Praktisi

Set C adalah stetoskop praktisi ICU dilakukan apusan pada setengah bagian diafragmanya, dilakukan pembersihan sesuai dengan cara masing-masing praktisi kemudian dilakukan apusan kembali pada setengah bagian yang lain. Cara yang digunakan praktisi untuk membersihkan stetoskop antara lain dengan hidrogen peroksida, tisu alkohol atau tisu pemutih.

Kontrol latar belakang juga diambil sediaan apusannya untuk mengurangi faktor perancu, termasuk DNA bakteri yang didapat dari lingkungan dan alat pemeriksaan. Kontrol berupa swab yang dibasahi dengan cairan saline yang diambil paralel dengan sampel penelitian pada setiap waktu pengambilan.

Penelitian ini menggunakan pengurutan gen (gene sequencing) dari DNA bakteri yang mengkode rRNA 16s regional variabel 1 dan 2 dengan teknik polymerase chain reaction (PCR). Sekuens gen bakteri lebih banyak ditemukan pada stetoskop praktisi dibandingkan stetoskop kamar pasien dan stetoskop bersih. Sekuens gen bakteri juga ditemukan lebih banyak pada stetoskop praktisi dibandingkan stetoskop bersih. Dibandingkan dengan apusan pada kontrol, stetoskop praktisi dan stetoskop kamar pasien memiliki kuantitas sekuens gen bakteri yang lebih banyak. sedangkan stetoskop bersih memiliki jumlah sekuens gen bakteri yang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan kontrol.

Jumlah variasi spesies yang ditemukan lebih banyak pada stetoskop praktisi dibandingkan dengan stetoskop kamar pasien dan stetoskop bersih. Ketiga kelompok stetoskop ini memiliki jumlah variasi spesies yang lebih banyak dibandingkan dengan kontrol. Genus yang ditemukan banyak tergolong dalam penyebab infeksi nosokomial, misalnya Staphylococcus, Acinetobacter, Clostridium, Enterococcus, Streptrophomonas dan Burkholderia. Staphylococcus menempati 6.8% - 14% dari sekuens bakteri yang diteliti dengan S. aureus mendominasi (> 50%) pada stetoskop praktisi. Genus lain yaitu Pseudomonas dan Acinetobacter juga banyak ditemukan meskipun dengan kelimpahan yang relatif rendah. Genus lainnya memiliki kelimpahan kurang dari 1%.

Sekuens gen bakteri ditemukan lebih banyak pada stetoskop yang dibersihkan dengan cara pilihan praktisi dibandingkan cara terstandardisasi, namun tidak mencapai tingkat seperti stetoskop bersih. Lebih dalam lagi, ditemukan bahwa perbedaan ini disebabkan oleh berkurangnya bakteri dengan kelimpahan yang rendah.

Kelebihan dari studi ini adalah dapat menganalisa komunitas bakteri yang mengontaminasi stetoskop hingga pada tingkat molekuler. Namun karena analisa dilakukan pada DNA, maka hasilnya tidak dapat membedakan apakah DNA yang dianalisa tersebut adalah dari bakteri hidup atau mati serta tidak meneliti jamur ataupun virus sebagai kontaminan. Kelemahan berikutnya adalah hasil dari profiling gen bakteri sebagian besar tidak dapat dilakukan hingga tingkat spesies (hanya sebatas genus). Belum terdapat penelitian yang menyatakan jumlah bakteri kontaminan yang bermakna secara klinis dapat menyebabkan infeksi nosokomial.

Hal yang bisa diambil dari penelitian ini adalah untuk mengurangi bakteri kontaminan yang bisa berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial, sebaiknya gunakan stetoskop individual untuk masing-masing ranjang pasien. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli stetoskop individual per ranjang pasien ini tentunya sebanding dengan potensi manfaat mencegah infeksi nosokomial pada pasien. Hal ini perlu dibuktikan dengan penelitian mengenai tingkat infeksi nosokomial sebelum dan setelah menerapkan penggunaan stetoskop individual ini.

Hal kedua yang bisa diambil dari penelitian ini adalah cara pembersihan instrumen pemeriksaan seperti tensimeter, stetoskop, dan termometer setelah pemeriksaan pasien. Cara pembersihan yang disarankan adalah menggunakan hidrogen peroksida 1.4% selama 60 detik.

Referensi