Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Taeniasis general_alomedika 2022-07-20T13:53:27+07:00 2022-07-20T13:53:27+07:00
Taeniasis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Taeniasis

Oleh :
dr.Shofa Nisrina Luthfiyani
Share To Social Media:

Patofisiologi taeniasis dimulai dari masuknya Taenia sp. ke saluran pencernaan dan berdiam di jejunum. Cacing dewasa akan melekatkan diri ke mukosa usus melalui penghisap dan menimbulkan gejala.

Patogenesis Taeniasis

Manusia akan terinfeksi oleh Taenia sp. ketika menelan larva sistiserkus. Untuk spesies Taenia solium, manusia juga dapat terinfeksi melalui telur dan proglotid secara langsung, namun hal ini akan menyebabkan sistiserkosis, bukan taeniasis. Larva yang sudah masuk akan menetap di jejunum dan berkembang menjadi cacing dewasa di sana. Larva membutuhkan waktu sekitar 2–3 bulan untuk menjadi cacing dewasa.

Cacing dewasa memiliki penghisap di bagian skoleks sehingga dapat menempel di mukosa saluran pencernaan. Penghisap ini berfungsi untuk mengambil sari-sari makanan dari pembuluh darah sehingga individu yang terinfeksi dapat mengalami gejala-gejala saluran cerna, merasa lemas, dan mengalami penurunan berat badan.

Untuk spesies Taenia solium, selain memiliki penghisap, di bagian skoleksnya juga terdapat kait sehingga perlekatan ke dinding usus menjadi lebih kuat. Walaupun jarang ditemukan, perdarahan saluran cerna karena infeksi taeniasis dapat terjadi dan individu tersebut dapat mengalami anemia. [1,3-6]

Referensi

1. Centers for Disease Control and Prevention. Parasites – Taeniasis, Biology. 2013. Available from: https://www.cdc.gov/parasites/taeniasis/biology.html
3. Fauci AS, Kasper DL, Longo DL, Braunwald E, Hauser SL, Jameson JL, et al. Harrison’s Infectious Disease. McGraw Hill. 2010
4. Jong EC, Stevens DL. Netter’s Infectious Diseases. Elsevier. 2012
5. Baker CJ. Red book atlas of pediatric infectious diseases. American Academy of Pediatric. 2013
6. Settesoldi A, Tozzi A, Tarantino O. Taeniasis: A possible cause of ileal bleeding. World J Clin Cases. 2017;5(12):432–436

Pendahuluan Taeniasis
Etiologi Taeniasis

Artikel Terkait

  • Kondisi Terkini Infeksi Cacing Di Indonesia
    Kondisi Terkini Infeksi Cacing Di Indonesia
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 4 jam yang lalu
Kompres Nacl untuk lesi Herpes Zooster Fasialis
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokterSaya ada kasus pasien laki-laki 27 th dengan herpes zooster ophtalmicus udah minum asiklovir 4 hari, hari ketiga makin banyak nanahnya seperti...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 13 Februari 2026, 10:49
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Batas Aman Praktik di Media Sosial - Rabu, 4 Maret 2026 Jam: 13.30 - 16.30 WIB
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!Segera daftar webinar ber SKP KEMENKES - Batas Aman Praktik Tenaga Kesehatan di Media Sosial, disini:...
Anonymous
Dibalas 12 Februari 2026, 15:04
Expertise rontgen dan kemungkinan diagnosis?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Laki-laki, 23 tahun Keluhan: Bengkak pada dagu, rahang bawah dan leher. Telah dilakukan pemeriksaan Rontgen Proyeksi AP dan Lateral. Bagaimana expertise...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.