Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Episkleritis general_alomedika 2022-10-10T10:29:21+07:00 2022-10-10T10:29:21+07:00
Episkleritis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Episkleritis

Oleh :
dr. Florentina Priscilia
Share To Social Media:

Patofisiologi episkleritis adalah terjadinya peradangan akut non granulomatosa yang terjadi pada pembuluh darah episklera. Peradangan ini terjadi melalui pelepasan mediator inflamasi yang menyebabkan peningkatan permeabilitas vaskular, perpindahan dan aktivasi sel imun terutama makrofag dan sel darah putih.

Pada sebagian kecil kasus ditemukan gambaran peradangan granulomatosa yang disertai dengan tampakan nekrosis pada bagian kolagen. Proses peradangan yang terjadi umumnya bersifat akut, terutama pada jenis episkleritis difusa.[5,6]

Episkleritis Difusa

Episkleritis difusa memiliki karakteristik peradangan non granulomatosa pada vasa dengan tampilan melebar, namun tidak menonjol pada 1 atau lebih kuadran mata. Berlangsung selama 2-3 hari dan akan mengalami tahap resolusi dalam 1 minggu. Jarang berkaitan dengan peradangan sistemik.[5,6]

Episkleritis Nodular

Pada episkleritis nodular, peradangan dapat bersifat non granulomatosa atau granulomatosa dengan tampilan vasa yang melebar dan menonjol, disertai durasi peradangan yang lebih panjang. Umumnya mengikuti kelainan sistemik lainnya, yaitu gangguan jaringan kolagen dan vaskular seperti rheumatoid arthritis dan lupus eritematosus sistemik.[5,6]

 

 

Direvisi oleh: dr. Dizi Bellari Putri

Referensi

5. Salama, Amr. Elsheikh, Arwa. Alwei, Richard. Is this a worrisome red eye? Episcleritis in the primary care setting. J Community Hosp Intern Med Perspect. 2018; 8(1): 46–48.
6. Yadav S, Rawal G. Tubercular Nodular Episcleritis: A Case Report. J Clin Diagn Res. 2015 Aug. 9 (8):ND01-2.

Pendahuluan Episkleritis
Etiologi Episkleritis
Diskusi Terbaru
dr.Kirana Dwitia Putri
Dibalas 11 jam yang lalu
Momok menakutkan! Heartburn pada pasien GERD ancaman nyata selama berpuasa
Oleh: dr.Kirana Dwitia Putri
1 Balasan
ALO Dokter!Pasien perempuan usia 28 tahun datang dengan keluhan rasa terbakar dan perih pada ulu hati sejak 3 hari yang lalu. Keluhan tanpa disertai muntah...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 13 jam yang lalu
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Suplementasi Terbaik selama Kehamilan: Panduan Praktis MMS untuk Gizi Ibu
Oleh: dr.Eurena Maulidya
1 Balasan
ALO Dokter!Sudah saatnya dokter berdiri di garis depan perubahan, untuk memastikan setiap ibu hamil mendapat dukungan gizi yang komprehensif melalui MMS....
Anonymous
Dibalas 12 jam yang lalu
Ketoconazole pada pasien lansia dengan DM type II
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter, saya kedatangan pasien lansia (87th) dengan DM dan tinea interdigitalis pedis (antara jari 4-5 D/S) yang sudah berlangsung selama 3 bulan. Sudah...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.