Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Paraplegia general_alomedika 2022-05-12T10:28:14+07:00 2022-05-12T10:28:14+07:00
Paraplegia
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Paraplegia

Oleh :
dr.Krisandryka
Share To Social Media:

Prognosis paraplegia bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Secara umum, paraplegia dapat menyebabkan disabilitas bermakna bagi pasien, baik itu secara fisik ataupun mental. Pasien dengan paraplegia komplit juga cukup sulit mengembalikan kemampuan berjalannya.[3,16]

Komplikasi

Tergantung dari penyebabnya, pasien dengan paraplegia dapat mengalami perburukan kondisi neurologis. Banyak pasien dengan paraplegia spastik familial (hereditary spastic paraplegia/HSP) mengalami perburukan berupa gangguan kognitif, ataksia, disartria, neuropati, ataupun kejang.[3]

Tirah baring yang lama dapat meningkatkan risiko ulkus dekubitus, terutama jika pasien memiliki diabetes mellitus, obesitas, atau sindrom metabolik.

Selain itu, aspirasi dan komplikasi paru dapat terjadi. Komplikasi paru dapat berupa atelektasis, penumpukan sputum, dan ventilation-perfusion mismatch. Pasien yang mendapat steroid dosis tinggi lebih berisiko mengalami sepsis.[16]

Prognosis

Paraplegia dapat menyebabkan hendaya bermakna dalam kehidupan pasien dan pemulihannya umumnya memerlukan waktu lama dan upaya yang besar. Kemungkinan pulih pada pasien yang mengalami spinal cord injury (SCI) dilaporkan kurang dari 5%. Hal ini akan semakin buruk jika paralisis komplit menetap setelah 72 jam sejak cedera. Meski begitu, pada pasien yang masih memiliki fungsi sensoris, kemungkinan untuk bisa berjalan kembali mencapai 50%.[16]

Pasien dengan HSP akan mengalami progresifitas dan hendaya bermakna seumur hidupnya. Telah dilaporkan bahwa lebih dari separuh pasien dengan HSP mengalami gangguan kognitif, ataksia, disartria, neuropati, atau kejang.[3]

Referensi

3. Shribman S, Reid E, Crosby AH, Houlden H, Warner TT. Hereditary spastic paraplegia: from diagnosis to emerging therapeutic approaches. Lancet Neurol. 2019 Dec;18(12):1136-1146. doi: 10.1016/S1474-4422(19)30235-2.
16. Chin LS. Spinal Cord Injuries: Practice Essentials. Medscape, 2018. https://emedicine.medscape.com/article/793582-overview

Penatalaksanaan Paraplegia
Edukasi dan Promosi Kesehatan Pa...
Diskusi Terbaru
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 4 jam yang lalu
Stop Obat Diabetes saat Puasa, Berbahayakah?!
Oleh: dr.Eurena Maulidya
1 Balasan
ALO Dokter.Pasien usia 45 datang ke klinik dengan keluhan sering pipis dan merasa kehausan sejak 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan:...
Anonymous
Dibalas 1 jam yang lalu
ACS pada usia muda
Oleh: Anonymous
10 Balasan
Alo dokter...Apakah TS sekalian ada yg punya hsl penelitian mengenai ACS di usia muda, terutama di Indonesia?Saya prnh jaga d klinik pratama, dapet pasien...
Anonymous
Dibalas kemarin, 06:10
Pemberian vaksin hpv dengan dosis terlambat
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO Dokter, Sore, izin tanya, jadwal vaksin hpv itu 0-1/2-6 yah dok, kalo misal dosis ketiganya itu terlambat >1 tahun, baik karena kehamilan atau alasan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.