Prognosis Kista Ganglion
Prognosis kista ganglion baik, karena penyakit ini merupakan massa jinak yang bisa hilang sendiri tanpa intervensi pada sebagian kasus. Komplikasi yang ditimbulkan mencakup nyeri, keterbatasan gerak, gangguan saraf, serta rekurensi setelah terapi.[1-3]
Komplikasi
Kista ganglion sendiri tidak menimbulkan komplikasi yang bermakna. Aktivitas mungkin akan sedikit terganggu pada pasien yang mengalami berkurangnya range of motion (ROM). Pada beberapa kasus dimana kista menekan syaraf, dapat timbul kelemahan dan parestesia.
Komplikasi juga dapat ditimbulkan oleh tindakan eksisi kista ganglion. Komplikasi yang disebabkan oleh eksisi dapat berupa infeksi luka, terbentuknya neuroma, luka hipertrofi, cedera pada nervus medianus, dan radialis. Selain itu, eksisi juga dilaporkan dapat menyebabkan instabilitas dari scapholunate.
Menurut sebuah studi, terdapat 25% pasien mengalami kekakuan pergelangan tangan dan memerlukan 8 minggu terapi untuk mengembalikan fungsi pergelangan tangan secara maksimal.
Tingkat rekurensi dari kista ganglion juga cukup tinggi. Setelah eksisi, rekurensi dilaporkan pada hingga 40% pasien.[1-3]
Prognosis
Prognosis kista ganglion umumnya baik karena lesi ini bersifat jinak dan sering kali dapat mengalami resolusi spontan. Tata laksana nonoperatif dapat menyebabkan hilangnya kista pada lebih dari 50% pasien, sehingga observasi sering menjadi pilihan awal pada kasus tanpa gejala berat.
Pada ganglion dorsal pergelangan tangan, aspirasi dengan atau tanpa injeksi steroid dapat memberikan resolusi pada sekitar 13–85% kasus, meskipun angka kekambuhan tetap tinggi. Penggunaan steroid tidak terbukti lebih unggul dibanding aspirasi saja, dengan rekurensi dilaporkan mencapai sekitar 73%. Secara umum, tindakan aspirasi memiliki angka kekambuhan lebih tinggi dibandingkan eksisi bedah, tetapi komplikasinya relatif rendah.
Pada pasien yang memerlukan operasi, prognosis setelah eksisi umumnya baik dengan perbaikan nyeri, kekakuan, kelemahan, dan aspek kosmetik. Eksisi terbuka memiliki angka rekurensi sekitar 7–39%, sedangkan eksisi artroskopik menunjukkan angka kekambuhan rata-rata sekitar 7,9%. Walau demikian, komplikasi pascaoperasi tetap dapat terjadi, seperti nyeri menetap, kekakuan sendi, cedera saraf, cedera arteri radialis, dan neuroma.
Pada ganglion volar, risiko komplikasi lebih besar karena letaknya dekat dengan struktur neurovaskular penting, meskipun angka rekurensi setelah eksisi terbuka tetap relatif rendah, sekitar 10%.[1-3]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha