Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pollen Allergy general_alomedika 2026-06-03T11:15:27+07:00 2026-06-03T11:15:27+07:00
Pollen Allergy
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Pollen Allergy

Oleh :
dr. Pepi Nurapipah
Share To Social Media:

Alergi serbuk sari atau pollen allergy merupakan reaksi hipersensitivitas yang disebabkan oleh alergi terhadap partikel serbuk sari milik rumput, gulma, atau pohon yang menimbulkan gejala rhinitis alergi atau hay fever dan asma. Alergi serbuk sari dapat muncul pada musim tertentu, seperti musim semi.[1-3]

Alergi serbuk sari merupakan bentuk hipersensitivitas tipe 1, di mana serbuk sari sebagai alergen berinteraksi dengan mukosa nasal dan konjungtiva, kemudian berinteraksi dengan IgE dan memediasi pelepasan mediator inflamasi pada jaringan mukosa. Hal ini menstimulasi terjadinya gejala rhinitis alergi.[4,5]

Pollen Allergy

Gejala yang timbul akibat alergi serbuk sari meliputi hidung berair, hidung tersumbat dan gatal, mata berair dan kemerahan, gatal di bagian dalam telinga, dan gatal di langit-langit mulut. Selain itu, keadaan ini juga dapat memicu serangan asma. Alergi serbuk sari banyak terjadi pada usia anak-anak hingga remaja, diagnosis alergi serbuk sari dapat ditegakan dengan tes intradermal dan patch testing.[6,7]

Penatalaksanaan alergi serbuk sari meliputi antihistamin, seperti cetirizine; dekongestan, seperti pseudoephedrine, hingga imunoterapi. Kejadian mortalitas akibat alergi serbuk sari dapat disebabkan oleh serangan asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), atau gangguan sistem kardiovaskular.[2,6-8]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Mozalyova A, Brunner JO, Traiddel-Hoffmann C, et al. Pollen allergy and health behavior: patients trivializing their disease. Aerobiologia 2019. https://link.springer.com/article/10.1007/s10453-019-09563-5
2. Pawankar R, Wang J, Wang I, Thien F, Chang Y, et al. Asia Pacific Association of Allergy Asthma and Clinical Immunology White Paper 2020 on climate change, air pollution, and biodiversity in Asia-Pacific and impact on allergic diseases. Asia Pac Allergy 2020;10(1):e11
3. eClinicalMedicine. The bloom and the breathless: the rising burden of pollen allergy. EClinicalMedicine. 2025 Jun 23;84:103327. doi: 10.1016/j.eclinm.2025.103327.
4. Wang J, Zhou Y, Zhang H, et al. Pathogenesis of allergic diseases and implications for therapeutic interventions. Signal Transduct Target Ther. 2023 Mar 24;8(1):138. doi: 10.1038/s41392-023-01344-4.
5. World Allergy Week. Pollen Allergy – Adapting to a Changing Climate. World Allergy Week 2016. https://www.worldallergy.org/UserFiles/file/WorldAllergyWeek2016FactSheet.pdf
6. Jean T. Allergic Rhinitis. 2023. https://emedicine.medscape.com/article/134825-overview
7. Ridolo E, Incorvaia C, Pucciarini F, Makri E, Paoletti G, Canonica GW. Current treatment strategies for seasonal allergic rhinitis: where are we heading? Clin Mol Allergy. 2022 Aug 10;20(1):9. doi: 10.1186/s12948-022-00176-x.
8. Jaakkola JJK, Kiihamaki S, Nayha S, et al. Airborne pollen concentrations and daily mortality from respiratory and cardiovascular causes. European Journal of Public Health. 2021. https://academic.oup.com/eurpub/article/31/4/722/6210642

Patofisiologi Pollen Allergy
Diskusi Terbaru
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 05 Juni 2026, 14:08
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Kontroversi Target Tekanan Darah 130/80 mmHg: Update Pedoman Hipertensi - Selasa, 23 Juni 2026 Jam: 10.00-11.30 WIB
Oleh: dr.Eurena Maulidya
1 Balasan
ALO Dokter.Daftar disini: https://www.alomedika.com/webinar/kontroversi-target-tekanan-darah-130-80-mmhg-update-pedoman-hipertensi?type=singleHaruskah semua...
dr. ALOMEDIKA AI
Dibalas 04 Juni 2026, 14:22
Jangan Lewatkan Diagnosis Banding Pasien Anda!
Oleh: dr. ALOMEDIKA AI
1 Balasan
ALO Dokter.Segera gunakan ALOMEDIKA AI melalui aplikasi Alomedika: https://alomedika.onelink.me/qZen/2gltas91 ALOMEDIKA AI bantu temukan diagnosis banding...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 04 Juni 2026, 09:32
Ikuti e-Course berSKP Kemenkes - Asma. Ini Gratis & Hanya 3 Bulan!
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Link daftar: https://www.alomedika.com/ecourse/mooc-asmaLink LMS: https://lms.kemkes.go.id/courses/e838a9b5-e81f-4a6b-a708-30f381bc899dAlomedika...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.