Manfaat Pijat Bayi

Oleh :
dr.Citra Amelinda, SpA., MKes., IBCLC

Manfaat pijat bayi dipercaya efektif dalam meningkatkan hubungan emosional antara anak dan orangtuanya. Hal ini disebabkan proses memijat bayi melibatkan kontak mata, ekspresi wajah, sentuhan fisik, komunikasi verbal, dan interaksi dua arah dari bayi dan orangtuanya. Praktik pijat bayi merupakan suatu kegiatan sederhana, mudah dilakukan, dan telah dilakukan  sejak jaman dahulu kala sebagai kegiatan turun temurun. Tradisi yang banyak dilakukan terutama di wilayah Asia ini pertama kali terdokumentasi di Cina pada tahun 2760 SM.[1,2]

Sentuhan merupakan rangsangan sistem sensoris pertama yang dirasakan anak sejak dalam kandungan. Sentuhan mempengaruhi pengaturan emosi bayi melalui intervensi pada sistem hipotalamus, hipofisis, dan adrenokortikal, yaitu dengan cara menyeimbangkan kadar kortisol, epinefrin, norepinefrin yang mengatur tingkat stres.[3]

shutterstock_167484356-min (1)

Manfaat Pijat Bayi

Pijat bayi bermanfaat bagi ibu dan anak, terutama dalam meningkatkan kedekatan emosional antara ibu anak, membantu ibu untuk lebih memahami berbagai sinyal bayi, dan memperbaiki emosi ibu sehingga terhindar dari depresi postpartum.[1,2]

Penelitian Porreca et al, tahun 2017, mempelajari manfaat pijat bayi terhadap tingkat stress ibu, hubungan pernikahan, serta kualitas interaksi ibu dan anak. Penelitian dilakukan terhadap 20 pasang ibu dan anak berusia 2-7 bulan yang mengikuti kelas pijat bayi, kemudian dilakukan penilaian kuesioner pada awal dan akhir kelas serta pada saat pemantauan 1 bulan kemudian. Kuesioner untuk menilai tingkat stress ibu menggunakan maternal psychiatric symptoms (SCL-90-R) dan perceived social support (MSPSS), sedangkan untuk hubungan pernikahan menggunakan kuesioner dyadic adjustment scale dan emotional availability scales. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kualitas hubungan ibu dan anak, terutama jika dibandingkan sebelum mengikuti kelas pijat dan 1 bulan sesudahnya. Hipotesis mengenai hubungan pernikahan dan dukungan sosial tidak terlalu bermakna.[4]

Manfaat pijat untuk bayi prematur adalah meningkatkan berat badan, panjang badan, lingkar kepala, densitas tulang, dan kestabilan suhu tubuh bayi. Penelitian Lahat et al, 2007, menunjukkan kebutuhan energi dan tingkat stress bayi prematur yang dipijat berkurang sehingga dapat tumbuh lebih baik. Penelitian Darmstadt et al, 2008, menunjukkan pengurangan angka kejadian infeksi nosokomial hingga 41% dan mortalitas hingga 26% pada bayi prematur yang dipijat.[1]

Tinjauan metaanalisis Cochrane, tahun 2013,  menunjukkan bahwa manfaat pijat tidak signifikan pada bayi cukup bulan. Analisis dilakukan terhadap 34 penelitian yang melibatkan 3.984 bayi yang lahir cukup bulan, berusia di bawah 6 bulan. Faktor pertumbuhan fisik yang dinilai adalah berat badan, durasi tidur, dan frekuensi bangun menangis. Selain menilai pertumbuhan fisik, hal lainnya yang juga dinilai termasuk aspek motorik, personal sosial, dan emosional. Hasil ini kemungkinan disebabkan karena rendahnya kualitas metodologi pada 20 dari 34 penelitian.[2]

Penelitian Ifalahma, 2019, terhadap 30 bayi berusia 3-6 bulan yang dilakukan pijat bayi selama 15 dan 30 menit, dengan frekuensi 1, 3, dan 6 kali seminggu menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur bayi. Hal ini didasari hipotesis bahwa pijat bayi akan merangsang produksi hormon melatonin yang berperan untuk meningkatkan kualitas tidur.[5]

Risiko Pijat Bayi

Risiko pijat bayi hampir tidak ada, selain kemungkinan terjadinya respon alergi terhadap minyak yang digunakan pada saat pemijatan. Kegunaan minyak oles adalah untuk mengurangi gesekan yang terjadi saat dilakukan pemijatan. Penelitian oleh Danby et al pada 19 subjek dewasa, menunjukkan adanya hubungan penggunaan minyak oles dengan terjadinya dermatitis atopik yang disebabkan efek minyak pada fungsi barier kulit. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efek minyak oleh jangka panjangnya pada kulit bayi.[1]

Tehnik Pijat Bayi

Tidak ada teknik khusus yang distandarisasi untuk memijat bayi. Dianjurkan untuk memberi jeda 1 jam setelah menyusui jika ingin memijat bayi, agar bayi tidak muntah. Gunakan minyak berbahan alami seperti minyak zaitun, bunga matahari, minyak kelapa, agar pijatan lebih nyaman.[1]

Field et al, 2002, menyarankan agar bayi dipijat setiap hari baik oleh orangtuanya maupun petugas kesehatan. Pastikan seluruh bagian tubuh bayi dipijat dengan penekanan sedang. Mathai et al, 2002, menjabarkan teknik pijatan lebih detail, yaitu menengkurapkan bayi lalu memijat lembut kepala, leher, pundak dan bokongnya. Kemudian balikkan bayi menjadi telentang, dan kembali pijat lembut muka, pipi, dada, perut, tangan kaki, hingga ke telapaknya. Diakhiri dengan menekuk dan meluruskan semua sendi tubuh, terutama sendi bahu, siku, panggul dan lutut.[1]

Kesimpulan

Pijat bayi merupakan tradisi turun temurun yang dipercaya memiliki berbagai manfaat, antara lain untuk mendekatkan ibu dan anak, mengurangi depresi pasca melahirkan, dan meningkatkan berat badan anak. Namun, bukti ilmiah yang mendasarinya masih terbatas dengan hasil yang bervariasi. Berbagai penelitian yang sudah dilakukan juga masih dengan kualitas metodologi yang rendah, sehingga masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat pijat bayi ini.

Referensi